AKURAT.CO Semarang - Pelatih PSIS, Gilbert Agius, bahagia dengan kemenangan timnya atas Persebaya. Menurutnya, kunci keberhasilan ialah tampil disiplin dan kerja keras pemain di lapangan.
"Suporter bahagia dengan kami atas hasil ini, pemain tampil bagus pertandingan juga bagus," ujarnya.
"Kita tahu Persebaya tim bagus tapi hari ini kami bermain lebih baik dari Persebaya, kami bermain kompak, saya juga bahagia tidak ada gol ke gawang kita," sambungnya.
Dia menerangkan, untuk Cedera Vitinho akan di cek perkembangannya. Pemain asal Brazil itu ditarik keluar karena masalah kaki akibat benturan dengan pemain Persebaya.
"Dia merasakan sesuatu di betis kita tunggu hasil dari dokter tim," imbuhnya.
Sementara itu, Carlos Fortes menyatakan sangat senang bisa cetak gol.
Tapi lebih penting tiga poin ini, kerja selama seminggu sangat bagus dengan laga ini, pemain sangat disiplin.
"Saya ambisi untuk top skor, tapi lebih penting kemenangan psis, bermain baik, percaya proses. Kami punya mental dan fokus yang bagus," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Lama Tak Terlihat, Tiba-tiba Hendi Menjabat Ketua LPEU MUI Jawa Tengah
- 2Rawapening Run Heritage 2026 Bidik 1.500 Pelari, Angkat Wisata Sejarah Ambarawa
- 3BRA Semarang Gelar Fuso Mosaic Campaign 2026, Dorong Bisnis Pelanggan Melaju Tanpa Henti
- 4AHY Run Jateng 2026 Meriah, 5.500 Pelari Nikmati Rute Ikonik Kota Semarang
- 5Xiaomi Redmi G27Q 2026 Resmi Hadir, Monitor Gaming 2K 240Hz Harga di Bawah Rp2 Juta
- 6Prakiraan Cuaca Semarang dan Solo Minggu Siang Ini 18 Oktober 2026: Cerah Berawan Tapi Panasnya Bikin Otak Meleleh
- 7Prediksi Skor Persib vs Persik: Adu Strategi Igor Tolic dan Marcos Reina, Mampukah Pangeran Biru Amankan Kemenangan?
- 8Lawu Terbakar 100 Hektar, Sebangau Menyala: Peta Karhutla 18 Oktober 2026 yang Bikin Gelisah
- 9Dibantu Polres Purbalingga, Bapanas Pantau Harga dan Stok Bahan Pangan
- 102026, Tahun di Mana Indonesia Belajar Bertahan: Banjir, Asap, Antre BBM, dan Listrik yang Mati




