Prakiraan Cuaca Selasa 20 Oktober 2026: Semarang 36 Derajat, Solo Ikut “Pedes”—UV Index 9, Jangan Lupa Tabir Surya

JATENG.AKURAT.CO, Selasa pagi (20/10/2026) ini, Semarang dan Solo kompak membuka hari dengan langit cerah yang bikin semangat—tapi jangan terlena, karena menjelang siang suhu bakal “naik kelas” ke 36 derajat Celsius, dan UV index di Semarang menyentuh skala 9 atau sangat tinggi.
Semarang: Pagi Adem, Siang “Nge-pedes”
Buat kamu yang berangkat kerja atau kuliah pagi ini, BMKG memprakirakan langit Semarang cerah hingga cerah berawan sepanjang pagi. Suhu udara masih bersahabat di kisaran 28–33 derajat Celsius hingga pukul 09.00 WIB.
Tapi begitu masuk pukul 10.00–13.00 WIB, inilah momen di mana kamu akan bersyukur kalau bawa air minum: suhu memuncak di angka 35–36 derajat Celsius, dengan kelembapan regional berkisar 39–98 persen.
Secara keseluruhan, Suara Merdeka yang mengutip situs BMKG mencatat suhu Semarang hari ini berkisar 25–36 derajat Celsius, kelembapan 42–83 persen, dan angin bertiup dominan dari barat laut menuju tenggara sampai utara dengan kecepatan 3–14 km/jam.
Sore hari, suhu berangsur turun ke 33–35 derajat Celsius dengan langit cerah berawan. Menjelang malam, suhu turun lebih nyaman ke 28–29 derajat Celsius dengan langit cerah bersih tanpa awan.
Catatan penting: Indeks UV di Semarang hari ini berada di skala 9, yang masuk kategori sangat tinggi. Kalau kamu punya aktivitas di luar ruangan siang ini, tabir surya, topi, dan kacamata hitam bukan lagi opsional—itu wajib.
Solo Raya: Lebih “Pedes” Sedikit, Tapi Tetap Terik
Kalau Semarang puncaknya 36 derajat, Solo Raya juga berpotensi mencapai 36 derajat Celsius pada siang hari. Prakiraan dari Kontan menunjukkan Surakarta hari ini cerah dengan suhu 24–30 derajat Celsius—angka ini kemungkinan merujuk pada suhu pagi hingga siang awal, sebelum puncak panas datang.
Yang menarik, wilayah di sekitar Gunung Merapi—mencakup Sleman, Boyolali, Magelang, dan Salatiga—diprakirakan cerah berawan dengan suhu 20–30 derajat Celsius dan kelembapan tinggi mencapai 39–98 persen. Jadi kalau kamu di Salatiga atau Boyolali, pagi ini mungkin terasa lebih sejuk dibanding Solo kota.
Sementara Wonosobo justru jadi “pelarian” dari panas: suhu minimumnya bisa turun hingga 18 derajat Celsius, jauh lebih adem dibanding kota-kota di sekitarnya.
Kenapa Panasnya Masih “Betah” di Akhir Oktober?
Ini pertanyaan yang mungkin bikin kamu geleng-geleng kepala sambil ngipas. Jawabannya masih sama seperti pekan lalu: El Nino yang masih sangat kuat dan posisi semu matahari yang sedang berada di atas Pulau Jawa.
Cuaca panas di Solo dan sekitarnya diperkirakan bertahan hingga akhir November 2026, dengan El Nino mengurangi curah hujan dan posisi matahari Oktober membuat suhu terasa lebih menyengat.
Artinya, jangan berharap hujan deras hari ini. Prakiraan BMKG untuk Semarang dan Solo menunjukkan tidak ada potensi hujan berarti—hanya cerah hingga cerah berawan. Kalau pun ada hujan, itu hanya hujan lokal yang datang tiba-tiba dan pergi cepat, bukan hujan merata yang bisa mendinginkan udara.
Yang Perlu Kamu Waspadai Pagi Ini
Selain panas, ada beberapa hal lain yang masuk radar BMKG untuk hari ini:
Banjir rob di Pantura Jateng. Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir atau rob di Pantura Jawa Tengah, terutama pada pukul 02.00–06.00 WIB. Warga pesisir diminta waspada terhadap genangan air laut yang bisa mengganggu transportasi dan aktivitas pelabuhan.
Gelombang tinggi 2,5–4 meter. BMKG memperkirakan gelombang setinggi 2,5–4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah pada periode 19–22 Oktober 2026. Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta hati-hati.
Kekeringan meteorologis. Tujuh kabupaten di Jateng masih berstatus awas kekeringan pada dasarian II Oktober 2026: Brebes, Tegal, Pemalang, Jepara, Pati, Rembang, dan Wonogiri. Kalau kamu di wilayah ini, hemat air dan waspadai potensi karhutla.
Tips Biar Nggak “Tumbang” di Selasa Terik
BMKG dan Dinas Kesehatan sudah kasih imbauan. Ini poin-poin pentingnya biar harimu nggak berakhir di ruang UKS:
1. Minum air sebelum haus. Targetkan minimal 2–3 liter per hari, lebih banyak kalau kamu beraktivitas di luar ruangan. Jangan tunggu tenggorokan kering.
2. Hindari aktivitas berat pukul 10.00–14.00 WIB. Ini periode dengan intensitas UV tertinggi. Kalau bisa, jadwalkan aktivitas luar ruangan pagi atau sore.
3. Pakai pelindung. Topi lebar, payung, atau tabir surya minimal SPF 30 PA+++. UV index 9 bukan lelucon—kulit bisa terbakar dalam waktu singkat.
4. Untuk warga pesisir Pantura: waspadai rob dini hari dan pastikan barang berharga di rumah aman. Kalau kamu tinggal di area rawan genangan, siapkan jalur evakuasi.
5. Untuk nelayan dan pengguna laut: cek informasi gelombang sebelum berlayar. Gelombang 2,5–4 meter bisa berbahaya untuk kapal kecil.
6. Jangan bakar sampah atau lahan. Musim kemarau masih berlangsung, dan potensi karhutla meningkat di wilayah yang kering.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Lama Tak Terlihat, Tiba-tiba Hendi Menjabat Ketua LPEU MUI Jawa Tengah
- 2Rawapening Run Heritage 2026 Bidik 1.500 Pelari, Angkat Wisata Sejarah Ambarawa
- 3BRA Semarang Gelar Fuso Mosaic Campaign 2026, Dorong Bisnis Pelanggan Melaju Tanpa Henti
- 4Xiaomi Redmi G27Q 2026 Resmi Hadir, Monitor Gaming 2K 240Hz Harga di Bawah Rp2 Juta
- 5AHY Run Jateng 2026 Meriah, 5.500 Pelari Nikmati Rute Ikonik Kota Semarang
- 6Prakiraan Cuaca Semarang dan Solo Minggu Siang Ini 18 Oktober 2026: Cerah Berawan Tapi Panasnya Bikin Otak Meleleh
- 7Lawu Terbakar 100 Hektar, Sebangau Menyala: Peta Karhutla 18 Oktober 2026 yang Bikin Gelisah
- 8Prediksi Skor Persib vs Persik: Adu Strategi Igor Tolic dan Marcos Reina, Mampukah Pangeran Biru Amankan Kemenangan?
- 9Dibantu Polres Purbalingga, Bapanas Pantau Harga dan Stok Bahan Pangan
- 102026, Tahun di Mana Indonesia Belajar Bertahan: Banjir, Asap, Antre BBM, dan Listrik yang Mati




