5 Fakta Tugu Soeharto yang Tidak Banyak Diketahui, Nomor Empat Masih Misteri

AKURAT.CO SEMARANG - Bagi warga Kota Semarang, khususnya di wilayah Bendan Dhuwur, sudah tidak asing lagi dengan keberadaan Tugu Soeharto.
Tugu setinggi sekitar 8 meter tersebut berdiri kokoh persis di delta pertemuan dua sungai yaitu Kali Garang dan Kali Kreo, yang masuk wilayah Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang.
Tidak berbeda dengan tugu lainnya, bangunan Tugu Soeharto layaknya tiang bendera yang dibuat dari semen beton.
Agar tidak tergerus aliran sungai, bagian bawah diberi beton penyangga agar semakin kuat.
Berikut ini, lima fakta terkait bangunan Tugu Soeharto yang belum banyak diketahui:
1. Petilasan Presiden ke-2 RI
Tidak diketahui secara pasti alasan Tugu Soeharto didirikan di tempat tersebut, namun diyakini, jika lokasi tempat berdirinya tugu ini, masih berkaitan dengan Presiden ke-2 RI, Soeharto.
Konon lokasi tersebut, menjadi tempat Soeharto menyelamatkan diri saat dikepung tentara Belanda saat masa penjajahan.
Kemudian didirikan bangunan untuk mengenangnya.
Baca Juga: Hotel Siranda Semarang: Keanggunan, Kejayaan dan Misteri di Balik Sejarahnya yang Masih Terasa
Ada juga yang berpendapat jika bangunan itu didirikan untuk menghormati Soeharto.
Diketahui, sebelum terpilih sebagai Presiden RI, Soeharto pernah bertugas di Kodam IV Diponegoro, bahkan memiliki jabatan setara Pangdam, pada era sekarang ini.
2. Tempat Tapa Kungkum
Pada momen tertentu, khususnya tanggal 1 Suro, Tugu Soeharto menjadi tempat ritual tapa kungkum atau bertapa sambil berendam dalam air sungai.
Di lokasi pertemuan dua sungai yaitu Kali Garang dan Kali Kreo tersebut, dipercaya memiliki banyak energi magis, sehingga bagi yang percaya maka digunakan untuk ngalap berkah.
Caranya dengan berendam atau kungkum di lokasi tersebut. sembari melakukan ritual tertentu.
3. Penuh Filosofi Jawa
Tidak banyak yang tahu, kapan Tugu Soeharto dibangun, namun jika dilihat dari tanggal yang tertera di bangunan tersebut, tertera tulisan tanggal 'Jumat Legi 30-9-1965/1-10-1965 ' dan aksara Jawa, berbunyi Sa Sa Sa.
Tanggal tersebut ditengarai menjadi petunjuk kapan bangunan tersebut dibangun, meski masih menjadi perdebatan, sebab ada yang berpendapat jika bangunan Tugu Soeharto dibangun pada tahun 1970-an.
Sedangkan aksara Jawa berbunyi Sa Sa Sa, diyakini merupakan ungkapan Jawa 'Sopo Salah Seleh', yang bermakna orang yang salah pada akhirnya akan kalah.
Namun belum diketahui apa tujuan kata-kata tersebut, disematkan pada bangunan Tugu Soeharto.
4. Misteri Tanggal 30-9-1965/1-10-1965
Bagi bangsa Indonesia, tanggal 30-9-1965/1-10-1965, memiliki sejarah pahit terkait kejadian G30S yang meletus pada 30 September 1965 malam sampai 1 Oktober 1965.
Belum diketahui juga maksud penulisan tanggal tersebut di bangunan Tugu Soeharto, apakah menjadi pengingat kejadian G30S atau ada makna lainnya.
5. Tidak Terawat
Puluhan tahun berdiri, kondisi Tugu Soeharto kini kian tidak terawat. Rumput tinggi pun menutupi jalan menuju lokasi tersebut.
Termasuk kondisi bangunan yang mulai usang dimakan usia, cat yang terkelupas hingga memunculkan kesan kumuh.
Sebelumnya sempat tersiar kabar jika Tugu Soeharto akan direvitalisasi, namun sejauh ini tanda-tanda akan segera diperbaiki belum ada tindak lanjut.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless

