Jateng

PR Pemkot Semarang untuk Memberi Solusi Bagi Bangunan Sekolah yang Rentan Terdampak Banjir dan Abrasi

Theo Adi Pratama | 17 April 2024, 14:48 WIB
PR Pemkot Semarang untuk Memberi Solusi Bagi Bangunan Sekolah yang Rentan Terdampak Banjir dan Abrasi

AKURAT.CO, Penangan bangunan sekolah yag terkena bencana, terutama banjir atau abrasi di kawasan Semarang bagian Utara menjadi pekerjaan rumah yang cukup rumit bagi Pemnerintah Kota Semarang.

Hal tersebut juga menjadi perhatian serius DPRD Kota Semarang yang selama ini cukup merasa kesulitan mencari solusi.

Karena dengan jumlah populasi yang besar, bangunan sekolah tidak cukup mampu menahan derasnya abrasi dan banjir sehingga setiap tahun bangunan harus ditinggikan.

Anang Budi Utomo selaku sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang mengamini banhwa memang cukup rumit mencari solusi atas masalah tersebut.

Baca Juga: Anang Budi Utomo Dukung Penuh Program Gerbang Harapan Bangsa, Bisa Lanjutkan Program GNOTA

“Penanganan sekolah yang terkena banjir memang cukup rumit ya,” ujarnya pada Rabu (17/4/2024).

Selain soal geografis dan sempitnya lahan karena jumlah populasi yang besar, bangunan-bangunan sekolah juga sangat banyak dengan luasan yang besar.

Namun Anang mencoba memberi dua tawaran alternative, pertama dengan melakukan mitigasi bencana dan kedua dengan melakukan penguatan struktur bangunan namun fleksibel untuk ditinggikan.

“Karena jumlahnya banyak dan luasan keseluruhan juga sangat besar sehingga ada dua pendekatan, pertama mitigasi bencana banjir dan kedua penanganan bangunan yang terkena banjir dengan peninggian struktur dan penguatan kualitas bangunan,” ungkapnya.

Baca Juga: DPKS Dukung Penuh Program Gerbang Harapan yang Dipelopori Dinas Pendidikan Kota Semarang

Pemerintah Kota Semarang sendiri hingga saat ini masih melakukan penambahan jumlah bangunan sekolah di wilayah Semarang bagian Selatan karena ketersediaan lahan yang luas dan topografi yang lebih aman dari ancaman abrasi dan banjir.

“Kesulitan yang paling ekstrem kan di kawasan Semarang bagian utara uang kerap terkena rob sehingga selama ini kalaupun ada penambahan sekolah maka sulit dilakukan di wilayah Semarang baguan Utara. Kebanyakan ya larinya ke Semarang bagian Selatan,” bebernya.

“Tapi mitigasi bencana harus terus dilakukan untuk memperkecil dampak yang dihadapi satuan pendidikan jika terjadi bencana banjir. Ini penting,” tandsanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.