Jateng

Pembinaan Asatidz Badko LPQ Kota Semarang: Bulan Ramadhan Bulan Mengamalkan Ajaran Al-Qur'an

Theo Adi Pratama | 17 Maret 2024, 18:46 WIB
Pembinaan Asatidz Badko LPQ Kota Semarang: Bulan Ramadhan Bulan Mengamalkan Ajaran Al-Qur'an



AKURAT.CO, Badan Koordinasi Lembaga Pendirikan Al-Qur'an (Badko LPQ) Kota Semarang kembali menggelar kegiatan pembinaan Asatidz bertema “Ramadan, light up your spirit” pada Minggu (17/3/2024) di kantor sekretariat Jl. Dewi Sartika Timur XIV Sampangan.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan 16 dari Badko LPQ kecamatan yang di dalamnya terdapat total 350 peserta.

Dalam sambutannya Ketua Badko LPQ Kota Semarang. Pertama menyampaikan bahwa beberapa hari terakhir khususnya di kota semarang mengalami cuaca yang kurang bersahabat sehingga terjadi bencana di beberapa titik sepeerti banjir dan tanah longsor yang dialami saudara-saudara kita, sehingga berdampak pada aktifitas keseharian yang kurang produktif.

"Dalam kesempatan ini Badko LPQ akan menyalurkan bantuan dibeberapa wilayah terdampak melalaui unit sosial Badko LPQ kota Semarang," ujar Bahrul.

Bahrul Fawaid juga menyampaikan bahwa Badko juga menuju proses kemandirian dalam lingkup Ustadz dan Keorganisasian. Karena kami yakin dengan pasar yang miliki hampir 6.000 santri, 7.000 santri dan wali santri yang kalau di total 14.000 sekian.

Baca Juga: Update Situasi Banjir Semarang Dilaporkan Dari Polrestabes Semarang

"Komunitas yang sangat besar perlu dirawat dan dijaga dalam kerangka positif untuk kemajuan dan proses kemandirian," lanjut bahrul.

Pentingnya kemandirian bahwa kami berharap Bpak/Ibu Asatidz mampu berusaha untuk produktif. Bahwa paradigma menghasilkan tentu lebih baik daripada sesuatu yang tidak menghasilkan.

"Kami mendorong juga di organisasi nantinya Badko dapat bersinergi dengan beberapa mitra dalam kerangka kemandirian termasuknya dalam ekonomi dan bisnis. Lebih lanjut bahrul menekankan bahwa bukan berarti Asatidz tidak boleh kaya, tidak boleh produktif, yang dimana pelan-pelan ini juga harus dirubah paradigmanya agar para Asatidz mampu mengembangkan potensi-potensi kemandirian baik ekonomi ataupun lembaganya," tandas dosen Magister di Unwahas itu.

Sementara Hadir dalam pembinaan pada kesempatan ini Dr Ahmad Mujib MA yang memberikan tausiah berupa anjuran ulama bahwa pentingnya menyampaikan apa yang kita miliki dengan cara mengajar dan mengamalkan sesuatu yang kita miliki.

"Seperti dawuhnya KH. Maimoen Zubair yang kita kenal kealimannya, beliau menyampaikan bahwa apa yang kamu sampaikan satu hal saja bisa menjadi penolongmu ke surga," terang mujib.

Baca Juga: Menilik 3 Tradisi Pasca Sidang Skripsi yang Bisa Dianggap Lebay: Antara Momen Penuh Kegembiraan dan Kontroversi di Belakangnya

Hal ini tentu sejalan dengan apa yang para Asatidz lakukan selama ini menjadi pendidik, bersama santri-santri TPQ mengamalkan ilmu, megajarkan nilai-nilai Al-qur’an, semoga perjuangan Asatidz diberkahi Allah SWT.

Berbicara mengenai Rahasia Allah atau biasa disebut skenarionya Allah tidak sama dengan rahasia atau skenario yang dibuat manusia karena disitu ada hal-hal yang terkadang dipatkan diluar akal sehat manusia.

Beberapa keistimewaan dalam memperjuangkan Alqu’ran adalah pertama Ahlul Qur’an sebaik-baik umat Nabi Muhammad SAW, kedua Allah menyukai seseorang yang melantunkan adalah lantunan Al-qura’an, ketiga Susunan terbaik dzikir adalah kalimat kalimat dalam qur’an. Membaca Al-qur’an sama seperti menghilangkan karatan pada besi.

Syeikh nabil berkata siapa yang berpeganag pada alquran seperti orang yang berpegang pada tali yang sangat kuat seningga. Membaca alqur’an seperti menggunakan baju baru sehingga terlihat indah.

Hikmah membaca dan mengamalkan Al-qur’an merupakan Ibadah yang Mulia di dalam agama Islam. Rasulullah SAW bersabda bahwa "Sebaik-baik di antara kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya kepada orang lain."

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Ramadhan Semarang: Soto Bangkong, Warisan Kuliner Semarang yang Melegenda dan Menggugah Rasa

Tentu ini Meningkatkan Koneksi dengan Allah bahwa Al-Qur'an adalah firman Allah SWT yang merupakan pedoman hidup bagi umat Islam.

Dengan mengajarkannya, seseorang memperdalam hubungannya dengan Sang Pencipta dan meningkatkan kesadaran akan tugas spiritualnya. Selain itu juga untuk penyucian diri bahwa Al-Qur'an mengajarkan nilai-nilai moral dan etika yang tinggi.

Mengajarkannya membantu seseorang untuk menyucikan diri dan meningkatkan akhlak yang baik.

Kemudian sebagai pembimbing dan pencerahan, Al-Qur'an adalah sumber pencerahan dan petunjuk bagi umat manusia. Mengajarkannya memungkinkan seseorang untuk menjadi pembimbing dan pencerah bagi orang lain yang membutuhkan arahan dalam menjalani kehidupan mereka.

Dalam kerangka Penguatan organisasi atau komunitas terdapat nilai jika mengajarkan Al-Qur'an tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga memperkuat ikatan dalam komunitas Muslim. Proses belajar bersama-sama menciptakan hubungan yang kuat dan memperkuat solidaritas antar sesama Muslim.

Mengajarkan Al-Qur'an bukan hanya tindakan mulia, tetapi juga merupakan bagian penting dari kewajiban umat Islam dalam menyebarkan ajaran agama dan memperkuat iman serta keimanan mereka. Pungkas dosen Unissula tersebut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.