Jateng

Pelanggaran Pemilu Kerap Terjadi Saat Distribusi Logistik, Pengawas Diharap Waspada

Theo Adi Pratama | 14 Desember 2023, 17:38 WIB
Pelanggaran Pemilu Kerap Terjadi Saat Distribusi Logistik, Pengawas Diharap Waspada

 

AKURAT.CO, Distribusi logistik Pemilu dinilai rawan terjadi pelanggaran.

Hal tersebut diungkap dalam pengarahan kepada para pengawas pemilu, dalam acara yang digelar Bawaslu Kota Semarang, di Hotel Dafam Semarang, Kamis (14/12/2023).

Anggota Badan Pangawas Pemilu Jawa Tengah (Bawaslu Jateng) Gugus Risdaryanto mengatakan para pengawas pemilu di Kota Semarang diharapkan fokus mengawasi tahapan logistik pemilu.

Para pengawas pemilu harus fokus pengawasan tahapan logistik. Sebab, rawan muncul pelanggaran pemilu. Pertama, pelanggaran soal pelipatan dan sortir surat suara. Petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus memastikan surat suara tak tertukar antar daerah pemilihan. 

Baca Juga: Siapa Harun Al Rasyid, Pendukung Prabowo yang Disebut Anies Baswedan Korban Pelanggaran HAM di Pemilu 2019? Cek Profil Lengkap

"Dari dulu itu pasti ada yang tertukar. Ini masalah Klasik. KPU harus kerja benar agar tak tertukar dan Bawaslu harus mengawasi agar tak ada kesalahan," kata Gugus saat memberikan arahan.

Kedua, kerawanan kekurangan atau kelebihan surat suara dalam proses pembundelan.

"Misal KPU ditarget satu bundel 25 surat suara, kadang lebih atau kurang. Bawaslu harus memastikan ketika proses sortir tak ada kekurangan atau kelebihan. Bawaslu juga harus hadir dalam pelipatan," tegasnya.

Ketiga, lolosnya surat suara yang rusak dalam proses sortir. Ia tak memungkiri dalam pemilu terdahulu, ada surat suara rusak malah lolos sortir. Peran Bawaslu lagi-lagi penting mendampingi KPU agar jeli tak ada surat suara rusak malah lolos. 

Baca Juga: Mengenal Tata Cara dan Syarat Pendaftaran Petugas KPPS Pemilu 2024

"Ada juga problem soal setting dokumen. Misal tinta ketlingsut atau surat suara endak masuk. Itu penting diawasi karena logistik di TPS. Pengawas juga harus fokus pada pendistribusian logistik. Sekarang kan musim hujan, jangan sampai logistik kehujanan," ujar dia.

Dia juga menekankan soal pengamanan yang baik saat logistik saat berada di kecamatan hingga distribusi ke tempat pemungutan suara (TPS). Harus ada jaminan keamanan agar proses demokrasi tak dicurangi.

Anggota Bawaslu Kota Semarang Dwijaya Samudra Suryawan menekankan kepada para pengawas bahwa pengawasan logistik sangat penting. Sebab, logistik bagian dari penunjang proses demokrasi. 

Baca Juga: Program Realistis dan Kinerja Caleg Masif, Partai Gelora Optismis Tembus Senayan di Pemilu 2024

"Kalau logistik kurang sempurna seperti surat suara kurang atau rusak, lalu kotak suara rusak itu jadi kerawanan," kata Jaya.

Dia meminta para pengawas bekerja ekstra mengawasi tahapan logistik, sebab ini bagian yang penting dan strategis. Logistik, kata dia, harus tepat jumlah, tepat waktu, tepat jenis dan tepat tujuan.

"Dalam aturan undang undang, surat suara cadangan jumlahnya hanya boleh dua persen dari total keseluruhan. Itu harus dipatuhi untuk meminimalisir kecurangan," terang dia.

Dia meminta para pengawas berkoordinasi dengan kecamatan, TNI Polri dalam pengawasan logistik.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.