Unwahas Satu-Satunya PTS Penerima Hibah GNRM Kemenko PMK Dua Tahun Berturut-turut

AKURAT.CO, Dalam mendukung dan mempromosikan literasi digital di tengah masyarakat, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menggelar kuliah umum.
Agenda yang dijadwalkan sejak hari Selasa hingga Sabtu (10-14/10) tersebut merupakan bagian dari Program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang digagas oleh Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Lebih lanjut, Rossi Prabowo selaku Ketua GNRM Unwahas sekaligus Dekan Fakultas Pertanian Unwahas menjelaskan jika kegiatan ini merupakan hibah dan bagian dari kerjasama Unwahas dengan Kemenko PMK serta Forum Rektor Indonesia (FRI).
Baca Juga: Mbak Ita Ajak Ormas Jaga Semarang Kondusif Jelang Pemilu
“Kami sampaikan jika kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan pemahaman teknologi, etika dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi, budaya berdigital, dan keamanan dalam berdigital,” jelasnya.
Sebanyak 375 peserta yang berasal dari mahasiswa Unwahas mengikuti rangkaian acara di aula Hotel Siliwangi Kota Semarang. Panitia menghadirkan narasumber berkompeten yang berasal dari beberapa profesi seperti Pengurus MUI Jateng, Wartawan, Pengurus Persatuan Guru NU Jateng dan Steakholder dibidang Digital.
“Unwahas menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Jawa Tengah yang mendapatkan hibah Kemenko PMK selama dua tahun berturut-turut,” tambahnya.
Baca Juga: Pj Gubernur Jateng Siap Jembatani Buruh dengan Pusat
Pada tahun 2022 Unwahas telah dipercaya melaksanakan kegiatan GNRM dengan melakukan penghijauan dengan menanamkan 5000 pohon di Kota Semarang. Tahun 2023, Unwahas kembali dipercaya dengan program berupa literasi digital bagi masyarakat.
Unwahas akan terus berkomitmen memperluas dan memperdalam program-program literasi digital dam mendukung program pemerintah serta program program dari Kemenko PMK.
Dalam kegiatan yang sama Rektor Unwahas Prof Dr KH Mudzakkir Ali menjelaskan mengenai pentingnya penerapan empat pilar dalam berkegiatan di dunia digital.
Baca Juga: PSIS Kembali Gelar PSIS Goes To School
“Kita mengenal istilah CABE yaitu Cakap, Aman, Budaya dan Etis dalam bermedia,” jelasnya.
Lebih lanjut Rektor menjelaskan mengenai prinsip etika dalam Islam yang menekankan pentingnya penggunakan teknologi dengan tanggung jawab, integritas, dan memperhatikan kesejahteraan ummum.
“Perinsip etika dalam Islam seperti amanah, adab, keadilan, dan maslahah memberikan pedoman berharga bagi masyarakat umum dan mahasiswa dalam penggunaan teknologi digital,” jelasnya.
Menurutnya etika juga menuntut perlindungan privasi dan keamanan data dalam penggunaan teknologi digital, serta mengedepankan manfaat positif dan kemanfaatan teknologi bagi mahasiswa dan masyarakat secara luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless





