Mbak Ita Minta TPA Jatibarang Rutin Dipantau Drone Thermal

AKURAT.CO SEMARANG - Kondisi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang sudah bebas dari api dan kepulan asap. Hal itu terpantau pada Kamis (12/10/2023).
Baik zona dua dan tiga yang terbakar hingga meluas sekitar lima hektare pada beberapa waktu lalu juga kini telah dipadamkam lewat penanganan serius.
Namun pada pukul 15.45 WIB lalu, api dan asap kembali muncul di zona satu.
Hanya saja, sekitar satu jam penanganan, kebakaran di zona pasif itu bisa langsung ditangani.
Baca Juga: Bunuh Diri Bisa Menular, Bagaimana Cara Mencegahnya?
“Tadi pagi kami monitor dan semalam juga ke sini dan aman semua. Memang ada beberapa titik kecil api di zona tiga dan empat. Dan memang mendadak ada kebakaran di zona 1 tapi tidak meluas dan langsung bisa ditangani,” ujar Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu di lokasi menjelang pulang pada malam hari.
Mengantisipasi kejadian kebakaran yang tak terduga, Mbak Ita sapaan akrabnya mendorong untuk penanganan dini untuk mencegah kebakaran di TPA Jatibarang.
Dirinya pun meminta untuk dilakukan pantauan rutin menggunakan drone thermal yang dioperasikan Satbrimob Polda Jateng.
Baca Juga: Gojek Luncurkan Layanan Hemat Untuk Penuhi Kebutuhan Harian Masyarakat
“Ini mungkin karena lewat dari pengamatan drone thermal. Dan saya tadi juga sudah kontak Dansat Brimob yang punya drone thermal, untuk malam ini dicek lagi. Akan dicek semua baik zona tiga, empat, dan zona pasif. Zona tiga dan empat memang ditemukan bara api, dan tadi malam juga ada satu dua yang masih ada bara api lalu sudah diinject dan sudah disiram,” jelasnya.
“Harus betul-betul dimonitior dan malam ini didrone thermal lagi untuk dicek keseluruhan agar dipastikan aman semuanya,” lanjutnya.
Sementara area Jatibarang yang sudah mulai padam untuk kelanjutan penanganan menggunakan water boming kini masih menunggu keputusan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pihaknya terus berkoordinasi dengan BNPB apakah masih memerlukan penaganan menggunakan water boming.
“Kalau WB (water boming) nanti tergantung keputusan BNPB. Kalau saya inginnya disiram dulu baru pulang. Saya juga meminta Damkar untuk menyiram sisi tertentu dan ke depannya, sehari atau dua hari sekali siram,” tuturnya.
Lebih lanjut, Mbak Ita berharap dan berdoa Kota Semarang segera diberi keberkahan hujan. “Dua hari ini mulai adem dan suhu berangsur normal. Ada awan-awannya semoga nanti malam hujan dan semua terbasahi. Kami berharap sejam dua jam hujannya, penting deras,” imbuhnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini







