Mbak Ita Tegaskan Belum Ada Realisasi Pemindahan Kantor Pemkot Semarang

AKURAT.CO SEMARANG - Kabar pemindahan kantor Balaikota Semarang santer terdengar di media sosial dalam beberapa hari terakhir, dari pusat kota Semarang Tengah ke wilayah barat yakni Kecamatan Mijen.
Menanggapi hal tersebut, Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu memastikan bahwa belum ada realisasi pemindahan balaikota dari pusat Kota ke Mijen.
“Tidak dalam waktu dekat. Kami masih fokus pada empat isu yang menjadi prioritas pembangunan kita saat ini yakni penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi dan ketahanan pangan. Termasuk infrastruktur penanggulangan banjir,” ungkap mbak Ita, sapaan akrabnya pada Senin (21/8/2023).
Baca Juga: 48 Bacaleg Kota Semarang Tidak Lolos Pemilu 2024, 687 Lainnya Resmi DCS
Terlebih pemindahan pusat pemerintahan membutuhkan anggaran yang sangat besar.
Sehingga menurut wali kota perempuan pertama di kota Semarang tersebut, anggaran lebih tepat bila digunakan untuk pembangunan di Kota Semarang.
Senada dengan wali kota, Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin menyampaikan bahwa pemindahan Kantor Pemerintah Kota Semarang tak mudah.
“Untuk pemindahan kantor Pemkot Semarang, tidak semudah membalikkan telapak tangan," ujar Iswar.
Dahulu memang direncanakan pemindahan kompleks Pemkot Semarang ke wilayah Mijen, terlebih Pemkot Semarang juga telah memiliki lahan di sekitar BSB City.
Namun menurutnya pemindahan akan membutuhkan daya yang begitu besar serta anggaran daerah yang jumlahnya tidak kecil.
"Ini, sementara, kami sudah membuat DED (Detail Engineering Design) untuk masjid raya di sekitar sana," bebernya.
Baca Juga: KPU Jateng Umumkan Bacaleg DPRD Provinsi, 1.476 DCS Penuhi Syarat
Iswar juga menyampaikan, masjid tersebut diharapkan bisa membangkitkan aktivitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Mijen dan sekitarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang Irwansyah mengungkapkan bila pihaknya memang telah menyiapkan anggaran pembangunan Masjid Raya di Mijen sebesar 10 miliar rupiah pada tahap awal.
Namun untuk pemindahan kompleks perkantoran Pemkot Semarang belum ada wacana realisasi.
Masjid Raya sendiri sedianya akan dibangun di BSB City, tepatnya di depan Sabhara Polda Jateng.
Baca Juga: Cara Mudah Jelajahi Sejarah Jawa Tengah, Cukup Kunjungi Link Pameran Kearsipan Virtual 2023 Ini
Mengusung konsep green building, masjid tersebut akan dibangun di atas lahan 2,5 hektar dan 40% dari lahan akan diperuntukkan sebagai ruang terbuka hijau (RTH).
Sebelumnya beredar di media sosial dan pemberitaan online terkait pemindahan kompleks pemerintahan Balaikota dari Semarang Tengah ke wilayah barat tepatnya di Kecamatan Mijen.
Disebutkan kompleks tersebut nantinya akan berada di lahan seluas 24 hektar dilengkapi dengan sejumlah fasilitas ruang terbuka hijau, pendopo, alun-alun hingga sport center.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless


