KKN Unwahas Buat Puluhan Tong Sampah Ditempatkan ke Berbagai Titik di Desa Boja

AKURAT.CO, SEMARANG - Lingkungan desa yang bersih dan sehat merupakan dambaan bagi setiap warganya. Salah satu indikator yang menunjukkan bahwa lingkungan desa dikatakan bersih dan sehat adalah terbebasnya dari kotoran-kotoran, termasuk sampah, bau tidak enak, serta bebas dari virus, bakteri dan vektor penyakit.
Ni’am Azhari, selaku Koordinator KKN Desa Boja, mengatakan bahwa pengadaan tong sampah ini dimaksudkan tidak lain adalah untuk membantu pemerintah desa dalam mengatasi permasalahan lingkungan di Desa Boja, terutama tentang penumpukan sampah di berbagai titik.
“Dengan adanya pengadaan tempat sampah dari ember bekas cat ini, semoga dapat mendorong terwujudnya lingkungan desa Boja yang bersih dan sehat, serta memotivasi warga untuk berpola hidup bersih dan membuang sampah pada tempatnya”, ucapnya pada Senin, (21/08/2023).
Baca Juga: Unwahas Serahkan Sertifikat Halal Untuk UMKM di Jatirejo
Lingkungan desa yang bersih dan sehat juga merupakan modal dasar bagi pembangunan sumber daya manusia, karena kualitas lingkungan memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas masyarakatnya. Namun demikian, kebersihan dan kesehatan lingkungan selalu menjadi polemik berkepanjangan di tengah-tengah masyarakat.
Dari berbagai permasalahan lingkungan tersebut di antara banyaknya faktor yang menjadi penyebabnya adalah pengelolaan sampah dan limbah yang kurang baik. Sebagaimana yang kini tengah dihadapi oleh pemerintah Desa Boja, Kabupaten Kendal, yang dari tahun ke tahun tak kunjung terselesaikan.
Dalam pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat desa Boja, kebanyakan masih bertumpu pada unsur penimbunan, kemudian dilakukan pengangkutan sampah oleh kemitraan pemerintah ataupun swasta sebanyak 2 (dua) hingga 3 (tiga) kali selama satu minggu.
Baca Juga: Bawaslu Kota Semarang Awasi DCS Dari Berbagai Arah
Di samping itu, tidak sedikit warga yang memilih menitipkan sampah rumah tangganya ke tong sampah milik warga lain yang setiap minggunya diangkut oleh kemitraan pemerintah ataupun swasta. Kondisi tersebut tentu saja menjadikan adanya penumpukan sampah di berbagai titik desa. Mengingat pengangkutan sampah hanya dilakukan 2 hingga 3 kali di setiap minggunya.
Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Unwahas di Desa Boja, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, melakukan kegiatan pengadaan tong sampah sebagai tempat sampah rumah tangga guna meningkatkan kebersihan lingkungan desa, sehingga masyarakat dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa harus terganggu dengan penumpukan sampah yang berlebihan.
Pengadaan tempat sampah ini dibuat dengan memanfaatkan ember bekas cat yang kemudian disulap menjadi tong sampah. Total keseluruhan ada 13 (tiga belas) pasang untuk sampah organik dan anorganik. Pembuatan tong sampah dari ember bekas cat ini nantinya akan ditempatkan menyebar ke berbagai titik di Desa Boja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless





