Jateng

5 Fakta Tugu Soeharto yang Tidak Banyak Diketahui, Nomor Empat Masih Misteri

Arixc Ardana | 18 Juni 2023, 15:10 WIB
5 Fakta Tugu Soeharto yang Tidak Banyak Diketahui, Nomor Empat Masih Misteri

AKURAT.CO SEMARANG - Bagi warga Kota Semarang, khususnya di wilayah Bendan Dhuwur, sudah tidak asing lagi dengan keberadaan Tugu Soeharto.

Tugu setinggi sekitar 8 meter tersebut berdiri kokoh persis di delta pertemuan dua sungai yaitu Kali Garang dan Kali Kreo, yang masuk wilayah  Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang. 

Tidak berbeda dengan tugu lainnya, bangunan Tugu Soeharto layaknya tiang bendera yang dibuat dari semen beton. 

Baca Juga: Sejarah Istana Gergaji: Dari Megahnya Masa Lampau Hingga Berubah Fungsi Menjadi Kantor Regional 3 OJK Jateng DIY

Agar tidak tergerus aliran sungai, bagian bawah diberi beton penyangga agar semakin kuat.

Berikut ini, lima fakta terkait bangunan Tugu Soeharto yang belum banyak diketahui:

1. Petilasan Presiden ke-2 RI

Tidak diketahui secara pasti alasan Tugu Soeharto didirikan di tempat tersebut, namun diyakini, jika lokasi tempat berdirinya tugu ini, masih berkaitan dengan Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Konon lokasi tersebut, menjadi tempat Soeharto menyelamatkan diri saat dikepung tentara Belanda saat masa penjajahan. 

Kemudian didirikan bangunan untuk mengenangnya.

Baca Juga: Hotel Siranda Semarang: Keanggunan, Kejayaan dan Misteri di Balik Sejarahnya yang Masih Terasa

Ada juga yang berpendapat jika bangunan itu didirikan untuk menghormati Soeharto. 

Diketahui, sebelum terpilih sebagai Presiden RI, Soeharto pernah bertugas di Kodam IV Diponegoro, bahkan memiliki jabatan setara Pangdam, pada era sekarang ini.

2. Tempat Tapa Kungkum

Pada momen tertentu, khususnya tanggal 1 Suro, Tugu Soeharto menjadi tempat ritual tapa kungkum atau bertapa sambil berendam dalam air sungai.

Di lokasi pertemuan dua sungai yaitu Kali Garang dan Kali Kreo tersebut, dipercaya memiliki banyak energi magis, sehingga bagi yang percaya maka digunakan untuk ngalap berkah. 

Caranya dengan berendam atau kungkum di lokasi tersebut. sembari melakukan ritual tertentu.

3. Penuh Filosofi Jawa

Tidak banyak yang tahu, kapan Tugu Soeharto dibangun, namun jika dilihat dari tanggal yang tertera di bangunan tersebut, tertera tulisan tanggal 'Jumat Legi 30-9-1965/1-10-1965 ' dan aksara Jawa, berbunyi Sa Sa Sa. 

Baca Juga: Menyingkap Keajaiban Gunung Slamet: Destinasi Pendakian Penuh Misteri Serta 8 Fakta Menarik dari Puncak Tertinggi di Jawa Tengah Ini

Tanggal tersebut ditengarai menjadi petunjuk kapan bangunan tersebut dibangun, meski masih menjadi perdebatan, sebab ada yang berpendapat jika bangunan Tugu Soeharto dibangun pada tahun 1970-an.

Sedangkan aksara Jawa berbunyi Sa Sa Sa, diyakini merupakan ungkapan Jawa 'Sopo Salah Seleh', yang bermakna orang yang salah pada akhirnya akan kalah.

Namun belum diketahui apa tujuan kata-kata tersebut, disematkan pada bangunan Tugu Soeharto.

4. Misteri Tanggal 30-9-1965/1-10-1965

Bagi bangsa Indonesia, tanggal 30-9-1965/1-10-1965, memiliki sejarah pahit terkait kejadian G30S yang meletus pada 30 September 1965 malam sampai 1 Oktober 1965.

Belum diketahui juga maksud penulisan tanggal tersebut di bangunan Tugu Soeharto, apakah menjadi pengingat kejadian G30S atau ada makna lainnya.

Baca Juga: Masih Jadi Tanda Tanya Besar, 4 Lokasi di Dunia Ini Hingga Sekarang Masih Jadi Misteri dan Belum Terpecahkan!

5. Tidak Terawat

Puluhan tahun berdiri, kondisi Tugu Soeharto kini kian tidak terawat. Rumput tinggi pun menutupi jalan menuju lokasi tersebut. 

Termasuk kondisi bangunan yang mulai usang dimakan usia, cat yang terkelupas hingga memunculkan kesan kumuh.

Sebelumnya sempat tersiar kabar jika Tugu Soeharto akan direvitalisasi, namun sejauh ini tanda-tanda akan segera diperbaiki belum ada tindak lanjut.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Arixc Ardana
A