Jateng

Hisense Rilis Proyektor Laser 4K Triple-Laser Rp11 Jutaan, 1.800 CVIA dan Gaming 240Hz

Dody H | 7 Oktober 2026, 10:04 WIB
Hisense Rilis Proyektor Laser 4K Triple-Laser Rp11 Jutaan, 1.800 CVIA dan Gaming 240Hz

JATENG.AKURAT.CO, Hisense melalui sub-merek Vidda resmi memperkenalkan proyektor terbaru di pasar China.

Produk ini bernama Vidda Big Eye M2 Pro, perangkat ini membawa teknologi triple-laser, resolusi 4K, tingkat kecerahan hingga 1.800 CVIA, serta fitur gaming dengan refresh rate mencapai 240Hz.

Hisense Vidda Big Eye M2 Pro dipasarkan dengan harga 5.499 yuan atau sekitar Rp11 jutaan.

Dalam periode promosi terbatas, harganya turun menjadi 4.949 yuan atau sekitar Rp10 jutaan.

Salah satu daya tarik utama proyektor ini adalah penggunaan sumber cahaya laser tiga warna yang dipadukan dengan gimbal terintegrasi.

Sistem tersebut membuat pengguna lebih mudah mengatur arah proyeksi tanpa harus menggunakan tripod atau dudukan tambahan.

Mengusung Laser Tiga Warna dan Chip DMD 0,47 Inci

Vidda Big Eye M2 Pro menggunakan mesin laser QuaLas42 yang dikembangkan Hisense.

Teknologi ini mampu menghasilkan tingkat kecerahan hingga 1.800 lumen CVIA.

Di dalamnya terdapat chip pencitraan DMD berukuran 0,47 inci. Ukuran tersebut lebih besar dibandingkan chip 0,39 inci yang masih banyak digunakan pada sejumlah proyektor konsumen di kelas harganya.

Menurut Hisense, penggunaan chip yang lebih besar membantu perangkat dalam pengelolaan panas sekaligus mendukung performa pencitraan dan tingkat kecerahan.

Untuk reproduksi warna, proyektor ini diklaim mampu mencakup 110 persen gamut warna BT.2020.

Rasio kontras dinamisnya mencapai 40.000:1, sementara dukungan HDR mencakup HDR10+ dan HLG.

Bisa Proyeksikan Layar hingga 150 Inci

Dari sisi optik, Hisense Vidda Big Eye M2 Pro menggunakan lensa berbahan kaca dengan dukungan zoom optik 1,3x.

Proyektor ini mempunyai throw ratio antara 1,0:1 hingga 1,3:1. Dengan konfigurasi tersebut, pengguna dapat menghasilkan gambar berukuran sekitar 100 inci dari jarak 2,2 meter.

Jika ruangan memiliki jarak yang lebih luas, ukuran gambar dapat diperbesar hingga 150 inci dengan jarak proyeksi sekitar 3,3 meter.

Pengaturan gambar juga dibuat lebih praktis berkat sensor CMOS. Sistem otomatisnya dapat menangani autofokus, koreksi keystone, penyelarasan layar, serta penghindaran objek yang menghalangi bidang proyeksi.

Gimbal 360 Derajat Jadi Fitur Unggulan

Salah satu fitur yang cukup menarik adalah keberadaan gimbal 360 derajat yang terintegrasi langsung pada bodi proyektor.

Dengan mekanisme tersebut, pengguna dapat mengubah arah proyeksi secara lebih fleksibel.

Proyektor dapat diarahkan ke dinding maupun langit-langit tanpa membutuhkan dudukan tambahan.

Fitur ini juga membuat Big Eye M2 Pro lebih mudah ditempatkan di berbagai posisi, terutama bagi pengguna yang ingin menonton dari tempat tidur atau menggunakan langit-langit sebagai bidang proyeksi.

Dibekali Fitur untuk Gaming

Tidak hanya ditujukan untuk menonton film dan menikmati konten beresolusi tinggi, Vidda Big Eye M2 Pro juga menyasar pengguna gaming.

Proyektor ini menawarkan refresh rate hingga 240Hz pada mode gaming. Angka tersebut memungkinkan tampilan gerakan yang lebih mulus ketika digunakan untuk memainkan game dengan adegan cepat.

Hisense juga membekali perangkat dengan sistem perlindungan mata. Ketika sensor mendeteksi seseorang berjalan di depan lensa, keluaran laser dapat diredupkan secara otomatis untuk meningkatkan keamanan.

Dengan kombinasi triple-laser, 4K, kecerahan 1.800 CVIA, layar hingga 150 inci, gaming 240Hz, dan gimbal 360 derajat, Vidda Big Eye M2 Pro menjadi salah satu proyektor terbaru Hisense yang menawarkan fleksibilitas tinggi untuk kebutuhan hiburan di rumah.

Untuk sekarang Hisense Vidda Big Eye M2 Pro baru diperkenalkan di China dengan harga mulai 4.949 yuan selama periode promosi.

Hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai ketersediaannya di pasar Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.