Dilema Ngopi di Bulan Ramadhan: Inilah Waktu Terbaik Menurut Ahli Kesehatan

JATENG.AKURAT.CO, Buat para pencinta kopi, datangnya bulan Ramadan kadang terasa seperti ujian tersendiri yang tidak ada di buku panduan ibadah mana pun.
Bukan soal menahan lapar atau haus saja — tapi soal harus melepas ritual pagi yang sudah bertahun-tahun melekat: secangkir kopi sebelum hari benar-benar dimulai.
Pertanyaannya kemudian bukan lagi "boleh nggak minum kopi saat puasa?", melainkan kapan waktu terbaik minum kopi saat puasa Ramadan supaya lambung aman, tubuh tidak dehidrasi, dan ibadah tetap khusyuk?
Mengutip laporan dari Arab News, para ahli kesehatan menegaskan tidak ada aturan baku yang berlaku untuk semua orang.
Waktu minum kopi yang ideal selama puasa sangat bergantung pada sensitivitas tubuh terhadap kafein, kondisi lambung, jadwal aktivitas, dan pola tidur masing-masing individu.
Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang waktu yang disarankan dan dihindari, manfaat kafein yang sering disalahpahami, risiko minum kopi saat sahur, hingga tips praktis bagi kamu yang tidak bisa lepas dari kopi selama Ramadan.
Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh Saat Minum Kopi dalam Kondisi Puasa?
Sebelum bicara soal waktu terbaik, penting untuk memahami dulu bagaimana kafein bekerja di dalam tubuh yang sedang berpuasa.
Kafein adalah senyawa stimulan yang bekerja dengan cara memblokir reseptor adenosin di otak — reseptor yang bertanggung jawab menimbulkan rasa kantuk. Hasilnya, kamu merasa lebih waspada dan berenergi.
Namun ketika perut kosong, kafein diserap jauh lebih cepat ke dalam aliran darah. Efeknya pun terasa lebih intens — baik itu efek positif seperti meningkatnya fokus, maupun efek negatif seperti jantung berdebar, gelisah, dan iritasi lambung.
Ini yang membuat minum kopi saat puasa perlu lebih berhati-hati dibandingkan hari-hari biasa.
Tidak Ada Aturan Saklek — Kenali Tubuhmu Sendiri
Kabar yang cukup melegakan: kamu tidak perlu berhenti total mengonsumsi kopi selama bulan puasa.
Para ahli kesehatan yang dikutip oleh Arab News sepakat bahwa tidak ada satu patokan waktu yang berlaku universal.
Yang ada adalah pendekatan personal — kamu yang paling tahu bagaimana tubuhmu bereaksi terhadap kafein.
Apakah lambungmu sensitif terhadap asam? Apakah kopi membuatmu cepat haus? Apakah kafein membuat tidurmu terganggu? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan inilah yang seharusnya menentukan jadwal kopi selama Ramadan, bukan sekadar mengikuti kebiasaan orang lain.
Waspada! Ini Risiko Minum Kopi Saat Sahur yang Sering Diabaikan
Sahur adalah momen yang paling sering dipilih para coffee lover untuk "balas dendam" ngopi.
Logikanya masuk akal — kafein diandalkan untuk menjaga mata tetap melek dan badan tetap segar seharian.
Tapi sayangnya, logika ini tidak selalu didukung oleh apa yang terjadi di dalam tubuh.
Efek Diuretik yang Memicu Dehidrasi Lebih Awal
Kafein bersifat diuretik — artinya, ia merangsang ginjal untuk memproses dan membuang cairan lebih cepat melalui urin.
Saat berpuasa, tubuh sudah tidak mendapat asupan air selama berjam-jam. Ditambah efek diuretik dari kopi, dehidrasi bisa datang lebih awal dari yang seharusnya.
Rasa haus yang berlebihan di tengah hari bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga bisa menurunkan konsentrasi, memperlambat metabolisme, dan membuat puasa terasa jauh lebih berat.
Bagi yang tidak terbiasa, ini kadang jadi alasan mereka merasa "tidak kuat" puasa padahal sebenarnya masalahnya ada di pilihan minuman saat sahur.
Kafein Membuat Sistem Saraf Terlalu Aktif di Waktu yang Salah
Masalah lain yang sering muncul adalah stimulasi berlebihan pada sistem saraf. Minum kopi saat sahur — terutama dalam kondisi perut kosong atau baru sedikit terisi — bisa memicu jantung berdebar, rasa gelisah, hingga sulit tidur kembali setelah subuh.
Padahal, tidur singkat setelah subuh adalah cara banyak orang mengumpulkan energi untuk menjalani hari.
Jam tidur yang terganggu otomatis membuat tubuh lebih kelelahan di siang hari, dan itu justru memperburuk kondisi yang semula ingin kamu atasi dengan minum kopi.
Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi Saat Puasa? Ini Saran Para Ahli
Jika sahur bukan waktu yang ideal, lalu kapan? Para ahli umumnya menyarankan dua jendela waktu yang lebih aman dan lebih menguntungkan bagi tubuh.
1. Setelah Berbuka Puasa — Tapi Bukan yang Pertama Masuk ke Perut
Waktu paling direkomendasikan adalah beberapa saat setelah berbuka puasa, setelah kamu sudah minum air putih dan mengonsumsi makanan ringan seperti kurma atau buah.
Dengan cara ini, lambung tidak lagi kosong saat menerima kafein dan asam dari kopi, sehingga risiko iritasi lambung dan naiknya asam jauh berkurang.
Selain itu, berbuka memberi tubuhmu waktu yang panjang — dari magrib hingga imsak — untuk minum air putih yang cukup guna menetralkan efek diuretik kafein.
Jendela waktu yang lebar ini membuat konsumsi kopi di malam hari jauh lebih aman dibandingkan saat sahur.
2. Setelah Tarawih — Pilihan Ideal untuk Penyuka Kopi Malam
Alternatif lain yang juga direkomendasikan adalah setelah salat Tarawih. Pada waktu ini, tubuh sudah mendapatkan cukup cairan dan nutrisi dari makan malam.
Kopi bisa dinikmati dengan lebih santai, dan efek stimulan kafein justru bisa membantu aktivitas ibadah malam atau tadarus yang biasa dilakukan setelah Tarawih.
Manfaat Kafein Selama Puasa yang Jarang Dibicarakan
Di balik semua risiko yang disebutkan, kafein — kalau dikonsumsi di waktu yang tepat — tetap punya manfaat yang tidak kecil.
Pertama, kafein terbukti meningkatkan metabolisme lemak, yang relevan bagi mereka yang ingin memanfaatkan Ramadan sebagai momentum menjaga berat badan.
Kedua, kafein meningkatkan performa kognitif dan konsentrasi, yang bermanfaat bagi yang tetap bekerja atau belajar selama puasa.
Ketiga, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah moderat berhubungan dengan berkurangnya risiko penyakit neurodegeneratif dalam jangka panjang.
Keempat, bagi yang terbiasa mengonsumsi kopi secara rutin, mengurangi kafein secara drastis justru bisa memicu sakit kepala, kelelahan, dan penurunan mood — gejala yang dikenal sebagai caffeine withdrawal.
Kesalahan Umum Peminum Kopi Saat Ramadan
Ada beberapa kebiasaan keliru yang sering dilakukan tanpa disadari.
Pertama, minum kopi sebagai minuman pertama saat berbuka — ini adalah yang paling sering terjadi dan paling berpotensi merusak lambung karena kafein langsung mengenai dinding lambung yang kosong dan sensitif.
Kedua, minum kopi dalam porsi besar sekaligus dengan harapan efeknya lebih tahan lama. Ini justru memperbesar risiko palpitasi jantung dan insomnia.
Ketiga, memilih kopi dengan kadar gula tinggi saat berbuka yang justru memperparah lonjakan gula darah.
Keempat — dan ini sering diremehkan — tidak mengimbangi konsumsi kopi dengan minum air putih yang cukup.
FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan Soal Kopi Saat Puasa
1. Apakah kopi hitam lebih aman diminum saat puasa dibanding kopi susu?
Dari sisi kadar asam dan kafein, kopi hitam lebih murni tapi juga lebih "keras" untuk lambung kosong. Kopi susu bisa sedikit lebih ramah lambung karena kandungan susu membantu menetralkan asam, namun perhatikan kandungan gulanya agar tidak memicu lonjakan gula darah.
2. Berapa cangkir kopi yang aman dikonsumsi selama bulan puasa?
Umumnya, 1–2 cangkir per hari masih dianggap aman bagi kebanyakan orang dewasa yang sehat. Yang terpenting adalah waktunya — bukan semua di sahur, dan tidak diminum pertama kali saat berbuka.
3. Apakah cold brew lebih aman untuk lambung dibanding kopi panas?
Ya, cold brew umumnya memiliki kadar asam yang lebih rendah dibandingkan kopi panas karena proses ekstrasi dinginnya. Ini membuatnya lebih ramah untuk lambung sensitif, meski kadar kafeinnya justru bisa lebih tinggi — jadi tetap perlu dikontrol.
Kopi dan Puasa Bisa Berjalan Berdampingan — Asal Tahu Caranya
Tidak ada yang memintamu untuk sepenuhnya meninggalkan kopi selama Ramadan. Yang perlu berubah hanyalah caramu mengatur waktu dan porsinya.
Geser jadwal ngopi dari sahur ke setelah berbuka atau setelah Tarawih, imbangi dengan air putih yang cukup, dan perhatikan sinyal yang diberikan tubuhmu. Sesederhana itu.
Ramadan seharusnya membuat tubuh dan pikiran terasa lebih ringan, bukan malah tersiksa karena salah strategi ngopi.
Jadi, mulai malam ini, coba jadwalkan ulang ritual kopimumu — dan rasakan sendiri bedanya.
Karena kopi yang dinikmati di waktu yang tepat bukan hanya lebih enak, tapi juga lebih baik untuk tubuhmu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






