Jateng

Berikut 6 Point Kenapa di Wilayah Jepara Jarang Dibuka Mall atau Bioskop

Afri Rismoko | 30 Maret 2024, 14:27 WIB
Berikut 6 Point Kenapa di Wilayah Jepara Jarang Dibuka Mall atau Bioskop

AKURAT.CO JATENG - Berikut 6 Point Kenapa di Wilayah Jepara Jarang Dibuka Mall atau Bioskop.

Kabupaten Jepara adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang letaknya berada di wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura).

Jepara memang sudah terkenal dengan wisata pantai dan sentral industri mebel dan seni ukiran kayu yang telah mendunia.

Baca Juga: Jadwal dan Daftar Lokasi Bank BCA Mandiri CIMB yang Melayani Tukar Uang Rupiah Baru Lebaran 2024 di Jateng, Mulai Semarang Demak Magelang Jepara Kudus

Namun berbeda kondisinya dengan industri hiburan, utamanya mall dan bioskop. Bisa dibilang Kabupaten Jepara jarang ada mall atau gedung bioskop. 

Berikut 6 Point Kenapa di Wilayah Jepara Jarang Dibuka Mall atau Bioskop, melansir dari akun Instagram @infoseputarjepara.

  1. Untuk Hiburan Warga Jepara Lebih Suka ke Pasar Malam dan Bazar UMKM 

Jika perlu hiburan warga Jepara lebih suka mendatangi pasar malam dan Bazar UMKM.

Di Kabupaten Jepara sering ada pasar malam. Biasanya lokasinya di lapangan besar di setiap Kecamatan.

Misalnya lapangan Kenari yang ada di Kecamatan Kalinyamatan atau di lapangan Mayong Kecamatan Mayong.

Pasar Malam ini juga ramai diadakan menjelang bulan Ramadhan atau setelah lebaran.

Baca Juga: Dimana Lokasi Bekas Selat Muria di Wilayah Demak Kudus Jepara? Cek Fakta Pulau Muria yang Pernah Terpisah dari Daratan Pulau Jawa

  1. Letak Jepara Berada di Ujung Utara Pulau Jawa yang Kurang Strategis

Secara letak geografis, posisi Kabupaten Jepara berada di ujung Pulau Jawa dan dihimpit oleh tiga kabupaten tetangganya, yakni Demak, Kudus dan Pati.

Selain itu Kabupaten Jepara juga tidak dilewati jalan nasional Pantura. 

Hal ini membuat Kabupaten Jepara kurang dilirik investor property untuk membuka proyek mall atau bioskop di Jepara.

  1. Warga Jepara Lebih Suka Jajan di Angkringan dan Pasar Tradisional

Warga Jepara lebih suka jajan dan nongkrong di angkringan atau warung. Sedangkan untuk berbelanja mereka lebih suka membeli ke pasar tradisional.

Selain faktor harga yang lebih murah, suasanya juga lebih santai dan dekat. Apalagi jika untuk nongkrong dengan waktu yang lama. 

  1. Warga Jepara Bagian Timur Lebih Dekat ke Kudus

Warga Jepara di wilayah bagian timur seperti Kecamatan Mayong, Welahan, Kalinyamatan dan Nalumsari lebih suka berbelanja atau hangout ke kota kudus

Dibandingkan pusat Kota Jepara, Kota Kudus lebih ramai dan banyak pilihan tempat hangout atau berbelanja.

Selain itu di Kudus juga ada beberapa mall dan 1 gedung bioskop, yakni New Star Cineplex yang jaraknya kurang dari 1 jam dari Jepara bagian timur. 

Baca Juga: Satu dari Dua Tower Crane Sudah Berdiri, Pembangunan mall Baru yakni DP Mall 2 Semarang Diproyeksikan Akan Berjalan dengan Cepat

  1. Warga Jepara Bagian Utara Lebih Dekat ke Pati 

Sama halnya warga Jepara bagian timur, warga Kabupaten Jepara bagian utara juga lebih memilih untuk hangout dan wisata belanja ke wilayah kota Pati.

Jika dilihat dari segi geografis, wilayah Jepara seperti Kecamatan Kembang, Keling dan Donorojo lebih dekat wilayah Pati.

Di kota Pati bisa dibilang lebih ramai, di sana ada beberapa mall dan 1 gedung bioskop New Star Cineplex yang sama seperti di Kudus. 

  1. Warga Jepara Gampang Bosan, Cuma Penasaran di Awal Muncul Hal Baru 

Selain letak geografis, faktor kondisi kultur masyarakat Jepara juga mempengaruhi kenapa Jepara jarang ada mall dan bioskop.

Kebanyakan warga Jepara gampang bosan. Mereka biasanya penasaran dan ingin mencoba jika ada sesuatu yang baru. 

Jika sudah pernah dan bosan, lama-lama akan jarang membeli atau berkunjung ke tempat tersebut. 

Terlepas dari faktor diatas, di pusat Kota Jepara masih ada pusat perbelanjaan yang cukup familiar bagi masyarakat Jepara, yakni Saudara Swalayan yang sudah ada sejak awal tahun 90an. 

Itulah 6 point alasan kenapa di wilayah Jepara jarang diibuka Mall atau Bioskop. ***

 












Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A