Jejak Sejarah dan Perjalanan Kota Jayapura: Perkembangan dari Era Kolonial Hingga Masa Kini

AKURAT.CO Sejarah, Jayapura, ibukota Provinsi Papua, adalah sebuah kota dengan sejarah yang panjang, dimulai dari zaman penjajahan Belanda hingga masa kini.
Sebelum menjadi pusat pemerintahan Papua, kota ini telah mengalami berbagai perubahan dan tantangan sepanjang sejarahnya.
Sejarah Jayapura dimulai pada masa penjajahan Belanda di wilayah tersebut.
Ketika Papua masih menjadi bagian dari Keresidenan Ternate, pemerintah kolonial Belanda menempatkan wakilnya di Manokwari.
Pada sekitar tahun 1909, pemerintah kolonial mulai membuka wilayah Papua dengan membangun pos-pos pemerintahan.
Pada saat itu, seorang pasukan KNIL dipimpin oleh Kapten Infanteri Frans Jonathan Pieter Sachse diberangkatkan ke Youtefa, dekat Abepura, untuk melakukan eksplorasi terbatas.
Pada Maret 1910, rombongan tersebut mendirikan bivak pertama di aliran Sungai Anafre (Nubai), yang kini dikenal sebagai kawasan Taman Imbi.
Di tempat baru ini, mereka mengalami berbagai kesulitan, termasuk masalah kesehatan dan keterbatasan pangan.
Baca Juga: Perjalanan Sebuah Gereja Blenduk: Jejak Sejarah dan Kecantikan Arsitektur di Kota Lama Semarang
Meskipun demikian, kapten Sachse terus menjalankan tugasnya hingga naik pangkat menjadi Jenderal Mayor KNIL.
Pada 1910, dia digantikan oleh Kapten JFE Klooster. Selama itu, serdadu KNIL tidak hanya berpatroli di sekitar Taman Imbi, tetapi juga hingga ke Sungai Keerom dan Danau Sentani.
Perkembangan wilayah Jayapura berlangsung lambat hingga Perang Dunia II, ketika Hollandia menjadi salah satu medan perang.
Setelah Perang Dunia II, Belanda kembali menguasai Papua, namun pada 1962, Papua diserahkan kepada otoritas PBB dan kemudian masuk kendali Republik Indonesia.
Baca Juga: Misteri dan Sejarah Tanjakan Gombel: Pintu Gerbang Menuju Kota Semarang yang Menantang
Pada masa perubahan ini, nama Hollandia pun berubah menjadi Sukarnapura sekitar tahun 1964, dan kemudian menjadi Jayapura pada sekitar tahun 1968, dalam upaya untuk menghapus jejak kolonial Belanda dan menegaskan kedaulatan Indonesia atas wilayah Papua.
Sejak itu, Jayapura terus berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi, politik, dan budaya di Papua.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan dan konflik, kota ini tetap menjadi simbol penting bagi masyarakat Papua dan Indonesia secara keseluruhan, mencerminkan perjalanan panjang dan perubahan yang telah dilaluinya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time







