Sejarah dan Perjalanan Peradaban Jawa: Mengenal Sistem Penanggalan Jawa dan Perkembangannya di Masa Modern

AKURAT.CO Sejarah, Peradaban Jawa tergolong sebagai peradaban yang maju, tidak hanya karena memiliki aksara yang berkembang, tetapi juga karena memiliki sistem penanggalan yang canggih yang hingga kini masih digunakan.
Sistem penanggalan ini merupakan perpaduan antara sistem penanggalan berdasarkan perputaran matahari dan perputaran bulan.
Salah satu sistem penanggalan yang populer adalah Kalender Saka-Hindu.
Sistem penanggalan ini digunakan sebelum masa Mataram Islam dan mengacu pada putaran matahari sebagai patokan waktu.
Baca Juga: Perjalanan Gedung Juang 45 Bekasi: Saksi Perjuangan dan Museum Sejarah
Legenda tokoh besar bernama Aji Saka menjadi inspirasi dalam penamaan Kalender Saka.
Meskipun demikian, sejarah pasti kapan Kalender Saka mulai digunakan di Nusantara belum sepenuhnya jelas.
Namun, prasasti tertua yang menggunakan tahun Saka ditemukan dalam Prasasti Kedukan Bukit dari Kerajaan Sriwijaya yang berasal dari tahun 605 Saka atau 683 Masehi.
Kemudian, masuknya pengaruh Islam ke Nusantara membawa perubahan signifikan dalam sistem penanggalan Jawa.
Salah satu contohnya adalah Kalender Jawa Islam, yang ditetapkan pada masa Mataram Islam, khususnya saat Sultan Agung Hanyakrakusuma berkuasa.
Kalender Jawa Islam merupakan perpaduan antara Kalender Saka dengan penanggalan Hijriyah Islam yang berdasarkan perputaran bulan.
Ini dibuat untuk menyesuaikan perayaan adat keraton dengan perayaan hari besar Islam.
Meskipun tetap menggunakan tahun Saka, sistem perhitungannya berubah dari perputaran matahari menjadi perhitungan berdasarkan perputaran bulan.
Sistem penanggalan ini juga memiliki siklus hari dan bulan yang unik.
Siklus hari terdiri dari tujuh hari (saptawara) dan lima hari pasaran (pancawara), sementara siklus bulan terdiri dari 12 bulan yang namanya diambil dari bahasa Arab.
Selain itu, terdapat siklus delapan tahunan yang disebut windu, di mana masing-masing tahun memiliki nama dan panjang yang berbeda.
Tahun-tahun dalam Kalender Jawa Islam dibagi menjadi tahun panjang atau Taun Wuntu dan tahun pendek atau Taun Wastu.
Dengan sistem penanggalan yang maju dan unik ini, peradaban Jawa terus berkembang dan meninggalkan warisan budaya yang kaya bagi masyarakatnya dan generasi mendatang.
Perpaduan antara tradisi lokal dan nilai-nilai Islam menjadi salah satu ciri khas yang melekat dalam peradaban Jawa.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Profil Instagram Ko Hyung-jin Wasit Indonesia vs Malaysia, Sejarah Kelam 2019 Kembali Terbayang usai Tom Haye Dikartu Merah!
- 2LIVE SCORE Indonesia vs Malaysia, Skor 0-0 Menit ke-70 Thom Haye Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME Menang Siapa?
- 3Kalender Jawa Oktober 2026: Weton, Neptu, dan Rekomendasi Hari Baik untuk Hajatan
- 4Laga PERSIKU VS PSIS BATAL DIGELAR! Ini Alasan Manajemen Tuan Rumah Terkait Pembatalan Pertandingan
- 5Laga Persiku vs PSIS Mendadak BATAL Digelar, Netizen: Harusnya Tuan Rumah Kalah WO!
- 6F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 7Panduan Lengkap Kalender Jawa November 2026, dari Minggu Pahing hingga Senin Legi
- 8MotoGP 2026 Masuki Fase Akhir: Ini Jadwal Lengkap Sisa Balapan
- 9PLN Umumkan Pemeliharaan Jaringan di Semarang Timur, Listrik Padam 6 Jam
- 10TNT Awards Jateng 2026 Dorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah







