Jateng

Hari Ini Dalam Sejarah: Peringatan Hari Bakti Taruna Akademi Militer, Pertempuran Lengkong 25 Januari 1946

Theo Adi Pratama | 25 Januari 2024, 10:48 WIB
Hari Ini Dalam Sejarah: Peringatan Hari Bakti Taruna Akademi Militer, Pertempuran Lengkong 25 Januari 1946

AKURAT.CO Sejarah, Setiap tanggal 25 Januari di Indonesia diperingati sebagai Hari Bakti Taruna Akademi Militer, sebuah momen penting yang mengingatkan kita pada Pertempuran Lengkong yang terjadi pada tahun 1946.

Peristiwa ini menandai perlawanan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Indonesia terhadap pasukan Jepang di Desa Lengkong, Banten.

Mari kita menjelajahi sejarah, penyebab, jalannya pertempuran, dan dampak dari peristiwa bersejarah ini.

Baca Juga: Peristiwa Tanggal 25 Januari: Memahami Sejarah, Tujuan, dan Tema Peringatan Hari Gizi Nasional 2024

Sejarah Pertempuran Lengkong:

Dikutip dari buku "Siliwangi dari Masa ke Masa" (1979), Pertempuran Lengkong terjadi pada 25 Januari 1946.

Peristiwa ini merupakan bentuk perlawanan dari Resimen IV Tangerang, yang mendengar kabar kembalinya pasukan Sekutu dan Belanda ke Indonesia setelah mengalahkan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.

Pasukan Sekutu tiba di Bogor, Jawa Barat, pada 24 Januari 1946, dengan niat melucuti senjata para serdadu Jepang.

Mendengar kabar ini, Resimen IV Tangerang dengan pasokan senjata seadanya berencana mendahului Sekutu ke Lengkong untuk melucuti senjata Jepang.

Penyebab Pertempuran Lengkong:

Penyebab pertempuran ini bermula dari kabar kembalinya Belanda ke Indonesia bersama Sekutu setelah mengalahkan Jepang.

Pasukan Sekutu tiba di Bogor dan melanjutkan perjalanan ke Lengkong untuk melucuti senjata Jepang.

Resimen IV Tangerang, mendengar kabar tersebut, berencana mendahului Sekutu untuk melucuti senjata Jepang.

Dalam upaya melancarkan aksinya, Resimen IV Tangerang berunding dengan kantor penghubung tentara di Jakarta.

Mayor Wibowo dari Akademi Militer Tangerang mengusulkan agar operasi ke Lengkong melibatkan serdadu Inggris yang telah berpihak kepada Indonesia.

Hal ini bertujuan agar operasi dapat berjalan damai dengan berpura-pura mendapatkan izin dari pihak Sekutu.

Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Sejumlah Perayaan Penting pada Tanggal 25 Januari, Peristiwa dan Keunikan Masing-Masing Perayaan

Jalannya Pertempuran:

Pertempuran Lengkong melibatkan tiga perwira, dua pleton taruna dari Akademi Militer Tangerang yang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot, serta empat mantan serdadu Inggris.

Ketika Mayor Daan Mogot bertemu dengan wakil serdadu Jepang Kapten Abe untuk membicarakan maksud kedatangan Resimen IV Tangerang, situasi tiba-tiba memanas.

Saat diskusi berlangsung, terdengar suara tembakan yang memicu ketegangan di luar.

Para serdadu Jepang bersiap menyerang, dan baku tembak pun dimulai.

Mayor Daan Mogot, yang berusaha menghentikan serangan, malah menjadi korban dalam pertempuran tersebut.

Akhir Pertempuran dan Dampaknya:

Selama baku tembak, sebagian tentara Indonesia berhasil menyelamatkan diri, sementara yang lain ditawan oleh Jepang.

Pada tanggal 26 Januari 1946, Resimen IV menghubungi kantor penghubung di Jakarta, dan disepakati bahwa Jepang akan membebaskan tawanan dari pihak Indonesia.

Dalam Pertempuran Lengkong, sebanyak 37 orang Indonesia menjadi korban, termasuk Mayor Daan Mogot, Letnan Soebianto, dan Letnan Soetopo.

Mereka dikuburkan kembali secara layak pada 29 Januari 1946 di Kompleks Markas Resimen IV, yang kini menjadi Taman Makam Pahlawan Taruna di Tangerang Selatan.

Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Pesanggrahan Ambarbinangun, Ruang Sejarah yang Hidup di Bawah Bayang Sultan Hamengkubuwono VI

Hari Bakti Taruna Akademi Militer:

Untuk mengenang peristiwa bersejarah ini, setiap tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Bakti Taruna Akademi Militer.

Sebuah momen untuk merenung, menghormati, dan memperingati perjuangan para taruna dan pahlawan yang telah berkorban dalam Pertempuran Lengkong demi kemerdekaan Indonesia.

Semangat dan pengorbanan mereka menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berjuang menjaga dan mempertahankan nilai-nilai kemerdekaan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.