Jateng

Sejarah Becak Siantar: Becak yang Mengabdi Sejak Zaman Perang Hingga Bertahan Saat Ini

Theo Adi Pratama | 28 Desember 2023, 08:00 WIB
Sejarah Becak Siantar: Becak yang Mengabdi Sejak Zaman Perang Hingga Bertahan Saat Ini

AKURAT.CO Sejarah, Transportasi adalah bagian integral dari kehidupan sehari-hari manusia, mengalami perkembangan pesat dari kendaraan tanpa mesin hingga melibatkan laut dan udara.

Dalam konteks transportasi darat, jika ditanya tentang moda transportasi beroda tiga pada zaman dulu, jawabannya adalah becak.

Namun, di antara berbagai jenis becak, Becak Siantar memiliki cerita sejarah yang unik dan mendalam.

Baca Juga: Sejarah Pertempuran Culloden 1746: Kemenangan Berdarah yang Mengejutkan di Tanah Skotlandia

Sejarah Membentuk Becak Siantar

Becak Siantar, yang dikenal dengan singkatan BSA, merujuk pada Birmingham Small Army, yang diambil dari perusahaan penyuplai tentara Inggris, The Birmingham Small Arms, selama Perang Crimean (1853-1856).

Namun, sering kali dipelesetkan sebagai Becak Siantar Asli.

Cerita dimulai saat pasukan Inggris meninggalkan sepeda motor BSA setelah kekalahan dalam Perang Dunia II.

Pengusaha perkebunan Belanda dan Eropa memberikan sepeda motor ini secara cuma-cuma kepada warga pribumi, termasuk Siantar.

Seorang pemuda Siantar menemukan BSA terbengkalai dan berhasil menghidupkannya.

Kreativitas pun muncul, dan sepeda motor BSA diupgrade menjadi becak, menciptakan Becak Siantar yang unik.

Baca Juga: Sejarah Perjuangan Panglima Jukse Besi: Kehidupan Pahlawan dari Masyarakat Indragiri Hulu, Riau

Perjalanan Menuju Pengakuan UNESCO

Erizal Kesuma Ginting, Presiden BSA Owner Motorcycles Siantar (BOM’S), berusaha agar Becak Siantar diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO.

Langkah awalnya adalah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota Siantar.

Erizal juga mendirikan Tugu Becak Siantar di Jln. Merdeka, sebuah langkah nyata untuk mempertahankan keberadaan Becak Siantar.

Pada 15 Oktober 2016, Tugu Becak Siantar diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Erry Nuradi.

Langkah ini mendapat dukungan dari masyarakat setempat, yang merasa bangga memiliki transportasi tua dan langka seperti Becak Siantar.

Baca Juga: Keindahan dan Mitos Burung Perkutut dalam Sejarah dan Budaya Jawa

Fakta Menarik tentang BSA

Sejak 1937, BSA telah menyediakan 126.000 unit sepeda motor tipe M20 berkapasitas 550 CC.

Mesin tangguhnya dirancang untuk medan perang, menjadikannya pilihan yang ideal.

Erizal menyebut bahwa sepeda motor lain seperti Harley dan BMW pernah dijadikan percobaan untuk becak, tapi hanya BSA yang sesuai.

Ketertarikan terhadap BSA sangat tinggi, terutama karena produksi BSA telah berhenti, membuatnya langka.

Kesulitan menemukan onderdil dan perawatan yang sulit menambahkan nilai sejarah dan eksklusivitas Becak Siantar.

Ini bukanlah becak biasa; ini adalah warisan bersejarah yang memiliki nilai tak ternilai.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.