Jateng

Mitos Larangan Mandi Saat Terkena Cacar Air: Meredakan Gatal atau Memperparah Penyakit? Berikut Penjelasan Medisnya

Theo Adi Pratama | 31 Mei 2024, 09:55 WIB
Mitos Larangan Mandi Saat Terkena Cacar Air: Meredakan Gatal atau Memperparah Penyakit? Berikut Penjelasan Medisnya

JATENG.AKURAT.CO, Cacar air (chickenpox) atau varisela adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster.

Penyakit ini sering kali menimbulkan ruam pada kulit, yang membuat banyak orang tua melarang anak-anak mereka untuk mandi selama masa penyakit.

Apakah larangan ini didukung oleh fakta medis atau hanya mitos belaka?

Baca Juga: Mandi Malam Menyebabkan Rematik, Mitos atau Fakta? Berikut Penjelasan Singkat dari Dokter Spesialis

Cacar Air Rentan Menyerang Anak

Cacar air merupakan penyakit menular yang umumnya menyerang anak-anak.

Penularan terjadi melalui inhalasi droplet pernapasan penderita atau kontak langsung dengan kelainan kulit cacar.

Lebih dari 90 persen kasus cacar air terjadi pada anak-anak di bawah usia 10 tahun.

Meski demikian, orang dewasa dengan imunitas rendah juga bisa terkena cacar air dan berisiko mengalami komplikasi yang lebih serius.

Untuk mencegah penyakit ini, vaksinasi cacar air telah direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Sejak diperkenalkannya vaksin, angka kejadian cacar air menurun secara signifikan.

Boleh Mandi Saat Kena Cacar Air?

Secara medis, tidak ada larangan untuk mandi atau membersihkan diri bagi penderita cacar air.

Justru, mandi dianjurkan sebagai bagian dari perawatan kulit untuk meredakan rasa gatal dan mencegah infeksi sekunder.

Baca Juga: Mengkonsumsi Telur Dapat Meningkatkan Kolesterol, Mitos atau Fakta? Membongkar Kebingungan Sekitar Makanan Sehat Ini

Mandi dapat membantu mengangkat kotoran dan membuat kulit yang terkena ruam terasa lebih nyaman.

Aturan Mandi yang Benar Saat Cacar Air

  1. Gunakan Air Suam-Suam Kuku: Hindari air yang terlalu panas karena dapat menyebabkan iritasi, dan air yang terlalu dingin yang bisa memperparah gatal.
  2. Batasi Waktu Mandi: Usahakan untuk tidak mandi lebih dari 20-30 menit.
  3. Pilih Sabun yang Tepat: Gunakan sabun khusus kulit sensitif atau sabun bayi untuk menghindari iritasi.
  4. Hindari Menggosok Kulit Terlalu Keras: Menggosok kulit terlalu keras dapat menyebabkan lenting atau ruam mengering dan terkelupas, yang bisa memicu infeksi sekunder.

Dengan mengikuti panduan mandi yang tepat, penderita cacar air dapat menjaga kebersihan dan kenyamanan kulit mereka tanpa memperparah kondisi.

Larangan mandi saat kena cacar air adalah mitos belaka yang tidak didukung oleh fakta medis.

Sebaliknya, mandi dengan cara yang benar justru dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan meredakan gejala cacar air.

Baca Juga: Menguak Fakta di Balik Mitos-Mitos yang Masih Hidup di Masyarakat Indonesia! Kamu Pernah Mendengar Mitos yang Mana?

Oleh karena itu, tidak perlu khawatir untuk membiarkan anak Anda mandi selama mereka mengikuti panduan yang benar.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.