Jateng

Jejak Peninggalan Sejarah Situs Liyangan: Memahami Kehidupan Masyarakat Jawa Kuno Dari 4 Zaman berbeda

Theo Adi Pratama | 19 Februari 2024, 16:00 WIB
Jejak Peninggalan Sejarah Situs Liyangan: Memahami Kehidupan Masyarakat Jawa Kuno Dari 4 Zaman berbeda

AKURAT.CO Sejarah, Situs Liyangan, sebuah peninggalan bersejarah di tanah Jawa, memberikan pandangan mendalam tentang kehidupan dan perkembangan peradaban di masa lalu.

Terkubur akibat letusan Gunung Sindoro, situs ini telah memberikan banyak pengetahuan berharga tentang perjalanan sejarah masyarakat Jawa kuno.

Baca Juga: Sejarah Perjalanan Masjid Muamar Qaddafy: Simbol Spiritualitas dan Arsitektur Modern di Bukit Az-Zikra

1. Zaman Pra Hindu-Buddha

Tinggalan organik yang ditemukan di Situs Liyangan memberikan gambaran terlengkap tentang kehidupan masyarakat Jawa Kuno sebelum pengaruh Hindu-Buddha.

Konsep mandala berundak, yang diyakini berakar pada kepercayaan asli Nusantara, menunjukkan keberlanjutan tradisi leluhur sebelum masa Hindu-Buddha.

2. Zaman Masuknya Pengaruh India

Pada periode ini, pengaruh India mulai terasa di situs ini, terutama terlihat dari adanya yoni yang unik.

Meskipun terdapat pengaruh India, konsep mandala berundak tetap dipertahankan, menunjukkan adaptasi dan asimilasi budaya yang kompleks.

Baca Juga: Sejarah Keagungan Masjid Raya Bandung: Landmark Bersejarah yang Menjadi Penyeimbang Kehidupan Sosial Warga Ibukota Jawa Barat

3. Zaman Mataram Kuno

Gaya batur candi yang ditemukan di Situs Liyangan menunjukkan pengaruh Mataram Kuno, tetapi uji karbon menunjukkan bahwa situs ini berusia lebih tua daripada perkiraan sebelumnya.

Dengan rentang waktu yang luas, dari pra-Kerajaan Mataram Kuno hingga era Singasari-Majapahit, Situs Liyangan menjadi saksi perkembangan peradaban di Jawa.

4. Zaman Singasari-Majapahit

Periode Singasari-Majapahit membawa kembali konsep tiga mandala linier, yang mencerminkan kebangkitan kepercayaan lama di tengah tergerusnya pengaruh Hindu-Buddha.

Gaya arsitektur ini tercermin dalam banyaknya batur bangunan berbahan organik di situs ini, menunjukkan kesinambungan dalam praktik keagamaan dan budaya.

Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Malang: Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Malang, Sebuah Sejarah yang Menginspirasi

Situs Liyangan, dengan segala kompleksitas dan sejarahnya yang panjang, tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan waktu, tetapi juga merupakan sumber berharga untuk memahami kehidupan dan pemikiran masyarakat Jawa kuno.

Dengan penemuan dan penelitian yang terus dilakukan, harapan kita untuk lebih memahami warisan budaya yang kaya dan beragam di Nusantara semakin terbuka lebar.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.