Jejak Peninggalan Sejarah Situs Liyangan: Memahami Kehidupan Masyarakat Jawa Kuno Dari 4 Zaman berbeda

AKURAT.CO Sejarah, Situs Liyangan, sebuah peninggalan bersejarah di tanah Jawa, memberikan pandangan mendalam tentang kehidupan dan perkembangan peradaban di masa lalu.
Terkubur akibat letusan Gunung Sindoro, situs ini telah memberikan banyak pengetahuan berharga tentang perjalanan sejarah masyarakat Jawa kuno.
1. Zaman Pra Hindu-Buddha
Tinggalan organik yang ditemukan di Situs Liyangan memberikan gambaran terlengkap tentang kehidupan masyarakat Jawa Kuno sebelum pengaruh Hindu-Buddha.
Konsep mandala berundak, yang diyakini berakar pada kepercayaan asli Nusantara, menunjukkan keberlanjutan tradisi leluhur sebelum masa Hindu-Buddha.
2. Zaman Masuknya Pengaruh India
Pada periode ini, pengaruh India mulai terasa di situs ini, terutama terlihat dari adanya yoni yang unik.
Meskipun terdapat pengaruh India, konsep mandala berundak tetap dipertahankan, menunjukkan adaptasi dan asimilasi budaya yang kompleks.
3. Zaman Mataram Kuno
Gaya batur candi yang ditemukan di Situs Liyangan menunjukkan pengaruh Mataram Kuno, tetapi uji karbon menunjukkan bahwa situs ini berusia lebih tua daripada perkiraan sebelumnya.
Dengan rentang waktu yang luas, dari pra-Kerajaan Mataram Kuno hingga era Singasari-Majapahit, Situs Liyangan menjadi saksi perkembangan peradaban di Jawa.
4. Zaman Singasari-Majapahit
Periode Singasari-Majapahit membawa kembali konsep tiga mandala linier, yang mencerminkan kebangkitan kepercayaan lama di tengah tergerusnya pengaruh Hindu-Buddha.
Gaya arsitektur ini tercermin dalam banyaknya batur bangunan berbahan organik di situs ini, menunjukkan kesinambungan dalam praktik keagamaan dan budaya.
Situs Liyangan, dengan segala kompleksitas dan sejarahnya yang panjang, tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan waktu, tetapi juga merupakan sumber berharga untuk memahami kehidupan dan pemikiran masyarakat Jawa kuno.
Dengan penemuan dan penelitian yang terus dilakukan, harapan kita untuk lebih memahami warisan budaya yang kaya dan beragam di Nusantara semakin terbuka lebar.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time









