Kisah Misteri dan Mitos Seputar Dusun Setono: Larangan Masuk Bagi Pejabat serta Mitos Priyayi BB yang Masih Terjaga Hingga Sekarang

AKURAT.CO Misteri, Sempat beredar di media sosial, sebuah video viral yang menggambarkan sebuah daerah dengan tulisan tegas 'Priyayi BB Aparatur Pemerintah TNI/Polri Dilarang Masuk'.
Ternyata, daerah ini terletak di gang Dusun Setono, Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dan larangan tersebut sudah berlangsung sejak turun-temurun.
Kepala Desa Tales, Slamet Raharjo, mengungkapkan bahwa larangan ini sudah ada sejak lama dan terkait erat dengan kearifan lokal dan kepercayaan masyarakat.
Menurut cerita turun-temurun, larangan ini bermula dari kisah seorang putri bernama Ambarsari yang berusaha melarikan diri dari seorang pejabat yang hendak meminangnya.
Untuk melindungi diri, Ambarsari mengucapkan kutukan yang mengharuskan siapa pun pejabat yang memasuki kawasan tersebut akan mengalami konsekuensi, termasuk perihal karir.
Kendati demikian, larangan ini hanya berlaku bagi aparat dan pejabat dengan jabatan tinggi, seperti golongan pemerintahan setingkat camat ke atas, kepolisian sektor ke atas, serta komandan koramil ke atas.
Baca Juga: Menguak Misteri dan Kisah Mistis Kota Kediri: Mitos tentang Adanya Kutukan bagi Para Presiden
Untuk jabatan di bawahnya, seperti kepala desa, mereka masih diperbolehkan keluar masuk wilayah tersebut.
Meskipun adanya larangan ini, layanan pemerintahan di wilayah Dusun Setono tetap berjalan lancar.
Koordinasi dilakukan di balai desa, dan tugas-tugas yang terkait dengan wilayah tersebut didelegasikan kepada pegawai di bawahnya.
Hal ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kepercayaan dan tradisi lokal yang dianggap sebagai kekayaan budaya yang harus dijaga.
Baca Juga: Menguak Misteri dan Mitos Kutukan Kota Kediri: Legenda yang Menyelimuti Para Pemimpin Indonesia
Ajun Komisaris Polisi Iwan Setyobudi, Kapolsek Ngadiluwih, juga mengonfirmasi bahwa sejak beberapa tahun menjabat, ia tidak pernah memasuki dusun tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi lokal dan kepercayaan masyarakat.
Pembatasan ini juga diperkuat dengan tulisan 'Priyayi BB' yang tertulis dalam papan larangan tersebut.
Menurut Kepala Bidang Purbakala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, Eko Priyatna, istilah 'BB' merujuk pada birokasi pemerintahan dalam negeri pada masa kolonial Belanda yang terdiri atas orang-orang Eropa.
Dusun Setono memang dikenal sebagai kawasan larangan masuk bagi pegawai negeri sejak zaman Belanda, meskipun cerita yang melatarbelakangi larangan tersebut lebih cenderung pada mitos dan tradisi yang dijaga oleh masyarakat setempat.
Meskipun memiliki aura misteri, Dusun Setono tetap menjadi tujuan wisata religi yang populer di kalangan warga.
Banyak yang mengunjungi makam dan petilasan Putri Ambarsari yang berada di lokasi tersebut, menjadikan dusun ini sebagai bagian penting dari warisan budaya dan sejarah lokal yang patut dijaga.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless






