Jateng

Sejarah dan Keindahan Arsitektur Masjid Jami Al Baitul Amien Jember: Simbol Keagungan dan Kebanggaan

Theo Adi Pratama | 12 Februari 2024, 16:00 WIB
Sejarah dan Keindahan Arsitektur Masjid Jami Al Baitul Amien Jember: Simbol Keagungan dan Kebanggaan

AKURAT.CO Sejarah, Masjid Jami Al Baitul Amien, yang terletak di pusat kota Jember, adalah salah satu kebanggaan masyarakat setempat.

Meskipun sejarah pendiriannya tidak pasti, masjid ini telah mengalami renovasi pada tahun 1939 dan pembaruan lebih lanjut pada tahun 1973, menghasilkan penampilan yang memukau seperti yang terlihat saat ini.

Baca Juga: Keindahan dan Tradisi Pendidikan Islam: Mengulik Sejarah serta Kemegahan Arsitektur Masjid Luhur Nurhasan di Kabupaten Jombang

Keberadaan Strategis dan Filosofi Arsitektur

Dibangun dekat dengan alun-alun, tempat yang menjadi pusat kegiatan sosial dan politik, Masjid Jami Al Baitul Amien menandakan keberadaannya sebagai simbol penting di kota Jember.

Filosofi arsitektur yang digunakan mengagungkan kebutuhan umat manusia, tercermin dalam tujuh buah kopel bundar yang melambangkan luasnya kebutuhan manusia tanpa batasan sudut tertentu.

Kubah yang menutupi hampir seluruh bangunan mencerminkan filosofi ini.

Pemilihan bentuk bundar dipengaruhi oleh kesadaran akan pengaruh universalitas bentuk tersebut dalam berbagai agama dan tradisi.

Dari Masjid Al-Aqsa hingga Masjid Ibnu Tulun, bentuk bundar telah menjadi representasi yang kuat dalam arsitektur agama.

Baca Juga: Mengagumi Sejarah dan Keindahan Arsitektur Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya: Simbol Keberagaman dan Penghormatan

Simbolisme Kubah dan Ruang Dalam

Kubah Masjid Jami Al Baitul Amien terdiri dari lima kubah utama dan dua kubah kecil untuk tempat wudhu.

Tujuh kubah ini menyimbolkan kekuasaan Allah yang menciptakan tujuh lapis langit dan bumi.

Di dalam kubah utama, terdapat 17 tiang penyangga yang mencerminkan tanggal kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus 1945, serta tanggal Nuzulul Quran, yakni 17 Ramadhan.

Lantai masjid menggunakan marmer Carara dari Italia, menambah kesan kemegahan dan keindahan.

Meskipun dipilih karena kecocokannya dengan ukuran sajadah, marmer Italia ini menambah pesona ruang ibadah utama.

Baca Juga: Mengungkap Sejarah dan Kemegahan Arsitektur Masjid Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan: Keindahan dan Keharmonisan Spiritual

Mihrab dan Mimbar: Simbol Spiritualitas

Mihrab dan mimbar yang terdiri dari tiga lengkungan mengekspresikan tiga unsur dalam agama Islam: iman, Islam, dan ihsan.

Pada lengkungan mihrab tertulis kaligrafi QS. Thaahaa: 14, memperkuat makna spiritual ruang ibadah.

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Jami Al Baitul Amien juga menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya yang penting bagi masyarakat Jember.

Sebagai salah satu landmark kota, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menyimpan keindahan arsitektur dan filosofi yang mendalam.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.