Jateng

Perjalanan Klenteng Sin Tek Bio: Jejak Sejarah Tertua di Jantung Pasar Baru, Jakarta

Theo Adi Pratama | 6 Februari 2024, 13:00 WIB
Perjalanan Klenteng Sin Tek Bio: Jejak Sejarah Tertua di Jantung Pasar Baru, Jakarta

AKURAT.CO Sejarah, Pasar Baru, yang didirikan pada tahun 1820, telah menjadi pusat perbelanjaan yang hidup di jantung Batavia, kini dikenal sebagai Jakarta.

Meskipun Pasar Baru masih menjadi destinasi populer bagi para pengunjung, sebuah bangunan yang lebih tua dari pasar itu sendiri tetap berdiri kokoh dan menyimpan sejuta cerita.

Inilah Klenteng Sin Tek Bio atau yang lebih dikenal sebagai Vihara Dharma Jaya.

Baca Juga: Klenteng Eng An Kiong: Jejak Sejarah dan Kekayaan Budaya di Kota Malang

Sejarah yang Tersembunyi

Terletak di sebuah gang kecil di kawasan Gang Kelinci, Klenteng Sin Tek Bio telah menjadi saksi bisu perkembangan Jakarta sejak awal berdirinya.

Cikal bakal area Pasar Baru, tempat yang kini dikenal ramai dengan aktivitas perbelanjaan, berawal dari tanah lapang dengan banyak rawa tempat klenteng ini pertama kali berdiri.

Dibangun pada masa yang sama dengan Pasar Baru, Klenteng Sin Tek Bio menyimpan nuansa sejarah yang kental di setiap detail arsitekturnya.

Bangunan ini terhimpit di antara restoran dan pemukiman penduduk, menciptakan suasana yang unik dan berbeda dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari di sekitarnya.

Keunikan Ornamen dan Tradisi

Melangkah masuk ke dalam klenteng, pengunjung disambut dengan meja altar yang dipenuhi patung dewa-dewi.

Berbagai benda suci dan simbol-simbol keagamaan Tionghoa menghiasi ruangan, menciptakan atmosfer yang khusuk dan penuh spiritualitas.

Meja tersebut juga dikelilingi oleh bongkah lilin setinggi sekitar 130 sentimeter yang mengapit gentong tempat dupa atau hio.

Baca Juga: Sejarah Klenteng Kim Hin Kiong: Menapak Jejak Klenteng Tertua di Jawa Timur

Tradisi unik di Klenteng Sin Tek Bio adalah adanya lilin dan minyak yang disumbangkan oleh jemaat.

Nama-nama yang tercantum di atas lilin atau minyak tersebut diyakini akan membawa berkah bagi yang bersangkutan.

Ketika lilin habis, jemaat akan membeli lagi dengan menempelkan nama mereka, sehingga setiap kali ada umat yang berdoa menggunakan lilin tersebut, mereka turut didoakan.

Eksplorasi Ruang Ibadah

Menyusuri lorong kecil, pengunjung akan sampai di tempat ibadah utama yang berdekatan dengan pintu masuk klenteng.

Meskipun bagian depan dan belakang klenteng memiliki kesamaan, gedung bagian depan lebih banyak dihiasi dengan ornamen khas Tionghoa seperti ukiran liong dan pasang lampion yang memperkaya nuansa keagamaan di tempat ini.

Petunjuk Menuju Klenteng

Meski tersembunyi di dalam Gang Kelinci, mengunjungi Klenteng Sin Tek Bio cukup mudah.

Cari Restoran Bakmi Gang Kelinci dan di sebelahnya terdapat Restoran Bakmi Aboen yang agak masuk ke dalam gang.

Berjalanlah ke gang sempit di sebelah Restoran Bakmi Aboen, dan di sana Klenteng Sin Tek Bio berdiri dengan megah.

Baca Juga: Perjalanan Klenteng Cu An Kiong Lasem: Jejak Sejarah dan Kearifan Budaya di Kecamatan yang Bersejarah

Jika merasa bingung, tak perlu khawatir, tanyalah pada warga sekitar Gang Kelinci.

Keberadaan klenteng ini telah menjadi bagian dari sejarah dan kehidupan warga sekitar, menjadikannya salah satu klenteng tertua di Jakarta yang masih bertahan hingga saat ini.

Dengan nilai sejarah dan keunikan budayanya, Klenteng Sin Tek Bio tetap menjadi destinasi menarik yang memikat para pencinta sejarah dan wisatawan penasaran.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.