Jateng

Peninggalan Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Rumah Tinggal Hersat Wahyutama, Monumen Keindahan Arsitektur dan Sejarah

Theo Adi Pratama | 20 Januari 2024, 16:00 WIB
Peninggalan Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Rumah Tinggal Hersat Wahyutama, Monumen Keindahan Arsitektur dan Sejarah

AKURAT.CO Sejarah, Rumah Tinggal Hersat Wahyutama, sebuah monumen keindahan arsitektur dan saksi bisu perjalanan waktu, menjulang di Jalan Solo km 13, Dusun Glondong RT 1/RW 1, Kelurahan Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan koordinat -7 46.195 110 28.118, bangunan ini tidak hanya menyimpan keanggunan desain, tetapi juga kisah panjang perjalanan hidup.

Didirikan pada sekitar tahun 1930-an, Rumah Tinggal Hersat Wahyutama memiliki jejak sejarah yang menarik.

Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Candi Kimpulan, Keindahan dan Sejarah Masa Lalu yang Mulai Terungkap

Awalnya, bangunan ini digunakan oleh seorang berkewarganegaraan Cina sebelum tahun 1940-an.

Kemudian, rumah ini diambil alih oleh keluarga RS Martoprawignyo, ayah dari Bapak Hersat Wahyutama.

Saat ini, Bapak Hersat Wahyutama menjadi pemilik terakhir yang mewarisi bangunan ini.

Ruang depan Rumah Tinggal Hersat Wahyutama pernah melihat berbagai perubahan fungsi.

Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Jejak Sejarah Stasiun Sedayu yang Sudah Sirna dan Bekas Rumah Dinas yang Masih Berdiri

Pada tahun 1960-an, menjadi kantor PKPN, di era 1970-an bertransformasi menjadi Bank Kosgoro, dan juga menjadi kantor praktik dokter hingga tahun 1994.

Bagian belakang bangunan tidak dihuni mulai tahun 1986, tetapi pada tahun 1992, bangunan ini menjadi tempat tinggal Bapak Hersat Wahyutama.

Gaya arsitektur indis yang memikat tergambar dari tinggi bangunan, jendela dan pintu yang tinggi, serta plester batu kali pada bagian luar bangunan sisi bawah.

Meski telah mengalami perubahan beberapa elemen seperti genteng yang diganti, penambahan pintu dan jendela pada beranda depan dan belakang, serta pengecatan bangunan, sebagian besar komponen bangunan masih asli.

Baca Juga: Sejarah Gua Jepang 18 di Seloharjo, Bantul DIY: Jejak Misteri dalam Kedalaman Perut Bumi

Ciri-ciri khas Rumah Tinggal Hersat Wahyutama mencakup jendela dan pintu berukuran panjang dan besar, variasi daun jendela rangkap, langit-langit tinggi, dan adopsi elemen tradisional Jawa, seperti rete-rete.

Lantai bangunan yang terbuat dari tegel abu-abu ukuran 20 cm x 20 cm, gevel pada bagian depan, serta plafon kayu yang tebal dan kokoh menjadi daya tarik tersendiri.

Selain menjadi saksi bisu perubahan sejarah dan fungsionalitas, Rumah Tinggal Hersat Wahyutama tetap memancarkan keanggunan dan keindahan yang melampaui batas waktu.

Sebagai monumen berharga, bangunan ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga potret hidup dari setiap era yang telah dilaluinya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.