Jateng

Menggali Makna Hari Ibu dari Perspektif Sejarah: Tradisi dan Perbedaan Latar Belakang di Indonesia dan AS

Theo Adi Pratama | 21 Desember 2023, 10:29 WIB
Menggali Makna Hari Ibu dari Perspektif Sejarah: Tradisi dan Perbedaan Latar Belakang di Indonesia dan AS

AKURAT.CO Sejarah, Tanggal 22 Desember menjadi momen istimewa di Indonesia, di mana setiap tahunnya masyarakat merayakan Hari Ibu.

Momentum ini tidak hanya dianggap sebagai ajang perayaan belaka, tetapi juga sebagai kesempatan berharga bagi anak-anak untuk menikmati waktu berkualitas bersama ibu mereka sambil mengungkapkan rasa terima kasih atas dedikasi dan pengorbanan yang telah diberikan oleh sosok yang melahirkan dan membesarkan mereka.

Meski terlihat mirip dengan perayaan Mother's Day atau Hari Ibu Sedunia yang umum dirayakan di Amerika Serikat dan beberapa negara lain, peringatan Hari Ibu di Indonesia memiliki sejarah dan perbedaan yang mencolok.

Baca Juga: Pesona Wisata Alam dan Cerita yang Ada di Air Terjun Kedung Kayang, Kabupaten Magelang

Sejarah Hari Ibu di Indonesia:

Sejarah Hari Ibu di Indonesia dimulai pada tanggal 22-25 Desember 1928, ketika pejuang wanita berkumpul dalam Kongres Perempuan I di Yogyakarta.

Pada pertemuan tersebut, sekitar 30 organisasi perempuan dari Pulau Jawa dan Sumatera berpartisipasi aktif.

Hasil dari kongres ini adalah pembentukan Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI) dan kesepakatan untuk bersatu dengan kaum laki-laki dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Perjalanan sejarah berlanjut dengan kongres-kongres berikutnya, di mana pada kongres ketiga di Bandung, tanggal 22 Desember secara resmi diumumkan sebagai Hari Ibu.

Keputusan ini kemudian diakui oleh pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Libur, tertanggal 16 Desember 1959.

Baca Juga: Mengintip Keindahan Tersembunyi Curug Cikaso, Surga Wisata di Kabupaten Sukabumi

Sejarah Hari Ibu Sedunia:

Berbeda dari Indonesia, Hari Ibu Sedunia yang umum diayakan di Amerika Serikat jatuh pada tanggal 8 Mei.

Sejarah Hari Ibu Sedunia bermula di AS, dipelopori oleh seorang wanita bernama Anna Jarvis.

Pada tahun 1850, Anna Jarvis bersama organisasinya, Ann Revers Jarvis, melaksanakan Hari Ibu di klub kerja.

Awalnya, perayaan ini dimulai sebagai ungkapan duka bagi wanita yang kehilangan suami dalam Perang Dunia.

Ann Revers Jarvis memiliki sejumlah kontribusi di negara asalnya, termasuk merawat tentara pada masa perang saudara dan membantu mengurangi angka kematian bayi dengan melawan penyakit serta meminimalisasi pencemaran susu.

Hari Ibu pertama kali dirayakan di sebuah gereja metodis di Grafton, West Virginia, dan dari sana, perayaan ini mulai diterima di berbagai gereja, kota, dan negara bagian.

Baca Juga: Sejarah Indonesia: Legenda Lubuk Emas di Sungai Asahan, Ada Kisah Pahit di Balik Pemberian Nama

Puncaknya, Presiden AS Woodrow Wilson menandatangani undang-undang yang menetapkan pekan kedua bulan Mei sebagai Hari Ibu, menjadikannya sebagai hari libur tahunan.

Dengan dua tradisi yang unik, baik di Indonesia maupun di AS, Hari Ibu tetap menjadi momen yang penuh makna untuk menghormati peran perempuan dalam membangun dan membentuk masyarakat.

Meskipun tanggal perayaan dan latar belakang sejarahnya berbeda, esensi dari Hari Ibu tetap memberikan apresiasi dan cinta kepada sosok ibu di seluruh dunia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.