Polisi Ungkap Empat Korban Tambahan Pembunuhan Berantai di Wonogiri

Akurat.co - Jumlah korban pembunuhan berantai di Wonogiri yang dilakukan Sarmo (35) bertambah. Polisi menguak dua korban lain yang dibunuh oleh Sarmo.
"Kasus pembunuhan ini termasuk kasus menonjol di akhir tahun 2023," ujar Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Minggu (31/12/2023).
Dia menerangkan jajaran reserse melakukan pengungkapan kasus itu.
Dan pengungkapan kasus pembunuhan ini adalah sebuah prestasi.
Baca Juga: Laporan Akhir Tahun, Bawaslu Kota Semarang Telah Mengawasi 533 Kampanye
"Terungkap empat korban yang meninggal dunia dengan cara dibunuh," kata Kapolda.
Sebelumnya diketahui ada dua korban pembunuhan oleh Sarmo.
Dua korban itu adalah Agung Santosa (47) warga Desa Sajen Kecamatan Trucuk, Klaten.
Kemudian Sunaryo (47) warga Lingkungan Panggil Kelurahan/Kecamatan Jatipurno.
Baca Juga: Sejarah Terbentuknya Candi Bahal: Bangunan Maha Karya Bersejarah di Sumatra Utara
Dua korban lainnya yang terungkap yang pertama adalah Katiyani warga Desa Sanan Kecamatan Girumarto.
Diketahui, kerangka Katiyani ditemukan di sekitar TPU Giriharjo Kecamatan Puhpelem pada 16 Mei 2020.
Satu korban lainnya adalah Sudimo, pemilik lahan yang disewa oleh Sarmo untuk penggergajian kayu di Dusun Ciman Desa Semagar Kecamatan Girimarto.
Baca Juga: Misteri Petilasan Surukubeng: Petilasan Mistis Tempat Perguruan Warok dan Jejak Keangkeran
"Korban Katiyani dibunuh dengan cara dicekik dan dibenturkan. Kemudian dirampas uangnya," terang Luthfi.
Sementara itu, Sudimo dibunuh dengan cara seperti dua korban yang terungkap sebelumnya. Korban diberi minuman yang telah dicampur potas.
Dengan terkuaknya dua korban ini, maka ada empat orang korban pembunuhan yang dilakukan oleh Sarmo.
Sebelumnya, polisi telah mengungkap dua orang korban yang dibunuh oleh Sarmo.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?





