Hanya Tersisa 10 Hari! Buruan Tonton Aksi Kocak Adam Sandler dan Jack Nicholson di Anger Management Sebelum Hilang dari Netflix

JATENG.AKURAT.CO, Siapa sih yang gak kenal Adam Sandler? Aktor komedi kawakan yang sering banget bikin kita ngakak sekaligus baper itu punya satu film lawas yang sayang banget kalau dilewatkan.
Apalagi kalau bukan "Anger Management", film komedi klasik awal 2000-an yang mempertemukan Sandler dengan legenda Hollywood, Jack Nicholson.
Nah, buat kamu yang selama ini pengen nostalgia atau mungkin belum pernah nonton sama sekali, ada kabar penting nih dari Netflix.
Film yang dulu sempat hits di masanya ini dikabarkan bakal segera angkat kaki dari platform streaming favorit kita. Iya, beneran.
Netflix lagi rajin-rajinnya muterin katalog, dan sayangnya, film ini masuk daftar yang bakal dihapus.
Jadi, sebelum terlambat dan berakhir jadi penyesalan di hari tua, mending kita bahas dulu kenapa film ini layak masuk watchlist kamu.
"Anger Management" Meninggalkan Netflix di Bulan Maret
Berdasarkan info yang aku dapat dari berbagai sumber, termasuk yang biasa ngasih update judul film di Netflix, "Anger Management" dijadwalkan bakal pergi pada tanggal 1 Maret 2026.
Wah, berarti hitung-hitung kita cuma punya waktu sekitar 10 hari aja nih dari sekarang buat nonton.
Bayangin, tanggal segitu film ini bakal lenyap barengan sama judul-judul lain kayak "Bad Teacher", "Brightburn", dan dua film "The Amazing Spider-Man".
Sedih sih, tapi ya namanya juga layanan streaming, lisensi film emang suka ganti-ganti. Kadang suka gemes sendiri, masa film sebagus ini cuma tahan sebentar?
Sekilas Tentang Film yang Bikin Ngakak Sekaligus Gregetan
"Anger Management" ini pertama kali rilis di bioskop pada 11 April 2003. Dulu pas pertama nonton, aku masih kecil dan inget banget betapa kocaknya liat Adam Sandler yang panikan dan Jack Nicholson yang nyentrik.
Film ini ternyata sukses secara komersial lho. Dengan modal produksi cuma $75 juta, mereka berhasil meraup untung sampai $195 juta di box office global.
Lumayan banget kan? Tapi, sukses di box office belum tentu sejalan sama selera kritikus.
Ulasan Penonton dan Kritikus: Antara Biasa Saja dan Cukup Menghibur
Ngomongin soal review, jujur aja film ini gak dapet pujian gemilang dari para kritikus. Di Rotten Tomatoes, skor kritikus cuma 42% dan penonton kasih nilai 59%.
Sementara di Metacritic, angkanya 52 dari kritikus dan 6.1 dari penonton. Artinya, secara umum kritikus menganggap film ini "biasa aja" atau "campuran", sementara penonton agak lebih suka.
Tapi menurutku pribadi, kadang kita gak bisa terlalu patok sama angka-angka itu. Soalnya film komedi tuh selera banget.
Mungkin kritikus gak suka, tapi kita sekeluarga malah ketawa-ketiwi nontonnya. Itu yang lebih penting, kan?
Sinopsis Singkat: Terapi Marah yang Kacau Balau
Ceritanya begini. Ada seorang pria bernama Dave Buznik, diperankan Adam Sandler, yang kerja sebagai sekretaris dengan atasan galak.
Dave punya trauma masa kecil karena sering di-bully, dan trauma ini bikin dia susah berekspresi, bahkan sama pacarnya sendiri.
Suatu hari, di pesawat, Dave diperlakuin seenaknya sama pramugari. Saking keselnya, dia teriak.
Nah, karena insiden itu, Dave malah ditangkap dan dihukum buat ikut program terapi pengendalian amarah.
Terapisnya adalah Dr. Buddy Rydell, yang diperankan Jack Nicholson. Eeh, ternyata Dr. Rydell ini bukan terapis biasa.
Caranya ngajar... aduh, bikin gregetan dan kocak. Dia sengaja menempatkan Dave di situasi-situasi aneh dan memalukan biar Dave bisa ngelawan rasa takutnya. Dari sinilah kekacauan dimulai.
Dibalik Layar: Siapa Saja yang Terlibat?
Film ini disutradarai oleh Peter Segal, dengan naskah karya David S. Dorfman. Proses produksinya melibatkan Barry Bernardi dan Jack Giarraputo sebagai produser.
Adam Sandler sendiri ikut jadi eksekutif produser bareng Allen Covert, Todd Garner, Tim Herlihy, dan John Jacobs. Selain dua tokoh utama tadi, jajaran pemainnya juga gak kalah mentereng.
Ada Marisa Tomei yang main sebagai pacar Dave, Luis Guzmán, Allen Covert, Lynne Thigpen, Kurt Fuller, Jonathan Loughran, Krista Allen, January Jones, John Turturro, dan Woody Harrelson. Pokoknya komplet deh!
Kesalahan Umum Penonton soal "Anger Management"
Nih, ada satu hal yang sering bikin orang salah paham. Kadang ada yang mengira film ini adalah sekuel atau prekuel dari film "Anger Management" versi serial TV yang dibintangi Charlie Sheen.
Padahal, meskipun judulnya sama, ceritanya beda. Serial TV yang tayang di FX itu memang terinspirasi dari film ini, tapi jalan ceritanya baru dengan tokoh baru.
Sayangnya, serialnya cuma bertahan dua musim lalu di-cancel. Jadi jangan sampai ketuker ya!
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apakah "Anger Management" film horor?
Bukan, ini murni film komedi. Meskipun ada sedikit drama, intinya tetaplah bikin ketawa.
2. Apakah film ini cocok ditonton bareng keluarga?
Ratingnya 13+, jadi remaja ke atas InsyaAllah aman. Humornya khas Adam Sandler, kadang agak konyol tapi gak vulgar banget.
3. Kenapa sih film ini harus pergi dari Netflix?
Soalnya hak lisensi film itu terbatas. Setelah masa kontrak habis, Netflix harus negosiasi ulang atau filmnya ditarik. Mungkin nanti bisa balik lagi, tapi gak tahu kapan.
4. Kapan terakhir saya bisa nonton film ini di Netflix?
Tanggal 1 Maret 2026 adalah hari terakhir. Setelah itu, film ini gak bakal ada di Netflix, setidaknya untuk sementara.
Jangan Sampai Kelewatan Momen Nostalgia
Jadi, intinya sih gini. "Anger Management" mungkin bukan film terbaik sepanjang masa, tapi punya tempat spesial di hati para penggemar komedi, terutama yang tumbuh di era 2000-an.
Melihat Adam Sandler beradu akting dengan Jack Nicholson adalah kesempatan langka yang sayang buat dilewatkan.
Entah kamu pengen nostalgia atau sekadar cari tontonan ringan buat ngusir stres, film ini bisa jadi pilihan pas.
Daripada nanti nyesel karena kehabisan waktu, mending langsung cek akun Netflix kamu sekarang.
Siapa tahu kamu jadi inget masa-masa kecil dulu pas pertama kali lihat tingkah kocak Dave Buznik. Jangan sampai tanggal 1 Maret tiba, eh kamu malah lupa nonton! Yuk, gaskeun!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










