Jateng

BI dan Pemprov Jateng Gaspol Target Ekonomi 8 Persen, Dorong Investasi hingga Digitalisasi Transaksi Daerah

Arixc Ardana | 12 Februari 2026, 11:35 WIB
BI dan Pemprov Jateng Gaspol Target Ekonomi 8 Persen, Dorong Investasi hingga Digitalisasi Transaksi Daerah

JATENG.AKURAT.CO, Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar High Level Meeting (HLM) guna membahas percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, Rabu 11 Februari 2026.

Pertemuan strategis tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, para kepala daerah kabupaten/kota se-Jawa Tengah, anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Tim Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata (KERIS) Jawa Tengah, serta seluruh Kepala Perwakilan Bank Indonesia se-Jawa Tengah.

Kegiatan HLM ini mengusung tema “Sinergi Stabilisasi Harga, Akselerasi Investasi, dan Digitalisasi Ekonomi untuk Mendukung Jawa Tengah Sebagai Provinsi Maju yang Berkelanjutan”.

Pertemuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan investasi, hingga mempercepat digitalisasi ekonomi di Jawa Tengah.

BI Jateng: Ekonomi Sudah Tumbuh 5 Persen, Target 8 Persen pada 2029

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyampaikan bahwa ekonomi Jawa Tengah sejauh ini mampu tumbuh di atas 5 persen dan perlu terus didorong agar mencapai target 8 persen pada 2029.

Menurutnya, strategi penguatan ekonomi tersebut diarahkan pada sektor prioritas seperti pertanian dan industri pengolahan.

“Ekonomi Jawa Tengah mampu tumbuh di atas 5% dan perlu terus didorong untuk mencapai target 8% pada 2029. Oleh karena itu, strategi penguatan investasi diarahkan pada sektor prioritas seperti pertanian dan industri pengolahan,” ujar Nugroho.

Namun demikian, ia menegaskan Jawa Tengah masih menghadapi tantangan struktural, terutama dalam stabilisasi harga dan ketahanan pangan.

Tantangan itu meliputi panjangnya rantai distribusi, penurunan luas baku sawah, gangguan produksi akibat cuaca ekstrem, regenerasi petani yang belum optimal, hingga rendahnya adopsi teknologi pertanian.

Dorong Program End-to-End dari Hulu hingga Hilir

Dalam pemaparannya, Nugroho menjelaskan BI bersama pemerintah daerah telah menjalankan sejumlah program dan fasilitasi secara end-to-end, mulai dari sisi hulu hingga hilir.

Pada sisi hulu, dilakukan penguatan regulasi pelindungan lahan pertanian, pemulihan lahan melalui teknologi Biosaline, Bacillus SP., dan Biochar, serta pemanfaatan teknologi tepat guna untuk produktivitas pertanian.

Sementara di sisi hilir, fokus diarahkan pada penguatan sistem distribusi, integrasi data, hilirisasi produk pangan strategis, hingga peningkatan kerja sama antardaerah.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pasokan pangan tetap stabil sekaligus menekan lonjakan harga yang berpotensi memicu inflasi.

KERIS Jateng Jadi Motor Akselerasi Investasi

Dalam aspek percepatan investasi, Nugroho menyebut Jawa Tengah perlu memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi baru, termasuk sektor pariwisata dan jasa.

Melalui KERIS Jawa Tengah, upaya akselerasi investasi dilakukan lewat optimalisasi promosi, perluasan basis investor domestik maupun global, serta peningkatan kualitas proyek investasi.

Ia menekankan, kolaborasi dengan perguruan tinggi dan sektor swasta menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan daya saing proyek investasi daerah.

“Sejalan dengan itu, kebijakan makroprudensial Bank Indonesia dalam mendukung likuiditas perekonomian diarahkan untuk mendorong pembiayaan sektor-sektor yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja,” katanya.

Selain itu, pada pilar perdagangan, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan daya saing UMKM secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk dukungan perluasan akses pasar dan pembiayaan.

Sedangkan pada pilar pariwisata, sinergi lintas pihak dinilai penting untuk memperkuat ekosistem wisata, termasuk pengembangan pariwisata ramah muslim beserta UMKM pendukungnya.

Digitalisasi Jadi Kunci Transparansi dan Peningkatan PAD

Dalam rangka mendorong tata kelola keuangan daerah yang lebih transparan dan efisien, Nugroho menegaskan pentingnya peran TP2DD dalam memperluas transaksi digital.

Menurutnya, kanal digital seperti QRIS, e-commerce, serta layanan internet dan mobile banking perlu terus diperluas untuk mendukung realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, peningkatan efisiensi belanja daerah juga perlu didukung melalui pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia (KKI) yang lebih optimal.

Nugroho menekankan, akselerasi digitalisasi transaksi keuangan daerah membutuhkan komitmen kuat berupa penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan, penguatan regulasi, optimalisasi kanal non-tunai, hingga pemerataan kualitas jaringan.

Dalam kesempatan tersebut, Nugroho juga menyampaikan apresiasi kepada TP2DD Provinsi Jawa Tengah yang berhasil meraih penghargaan sebagai TP2DD dengan Program Unggulan Terbaik II Tingkat Provinsi Tahun 2025.

Ahmad Luthfi: Stabilitas Harga dan Investasi Jadi Fokus Utama

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus memperkuat sinergi kebijakan pusat dan daerah, khususnya dalam pengendalian inflasi.

Menurutnya, stabilisasi harga di Jawa Tengah dilakukan melalui peningkatan produksi pangan dengan percepatan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), pemuliaan lahan kurang produktif, serta penguatan akses pembiayaan dan bantuan sarana prasarana bagi petani.

“Upaya stabilisasi harga di wilayah Jawa Tengah dilakukan melalui peningkatan produksi pangan dengan percepatan penetapan LP2B di Kabupaten/Kota, pemuliaan lahan kurang produktif, serta penguatan akses pembiayaan dan bantuan sarana prasarana bagi petani,” kata Ahmad Luthfi.

Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak, peningkatan pengawasan harga dan pasokan, serta perluasan kerja sama antardaerah.

Ia menekankan peran BUMD/BUMP juga harus semakin optimal dalam manajemen distribusi untuk mengamankan pasokan lokal di Jawa Tengah.

Investasi Harus Berdampak pada Kemiskinan dan Stabilitas Harga

Dalam bidang investasi, Ahmad Luthfi menyebut Jawa Tengah memiliki daya tarik kuat bagi investor, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Namun ia menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang lebih baik agar investasi bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu mengentaskan kemiskinan serta menjaga stabilitas harga.

Ia menyebut strategi investasi harus lebih inklusif dan kompetitif melalui kemudahan berusaha, pemberian insentif, hingga perbaikan iklim investasi secara menyeluruh.

“HLM Jawa Tengah tidak hanya menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi kebijakan, tetapi juga menandai langkah konkret dalam penguatan ekosistem ekonomi daerah,” tegasnya.

Diluncurkan Investment Challenge untuk Proyek Unggulan Daerah

Sebagai bentuk penguatan ekosistem investasi, kegiatan HLM ini dirangkaikan dengan peluncuran Investment Challenge, yakni kompetisi penyusunan profil dan proyek investasi unggulan dari kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Program ini bertujuan memetakan dan menggali potensi proyek investasi daerah, memberikan pendampingan serta pembinaan, sekaligus menyelaraskan proyek unggulan dengan pencapaian Asta Cita dan sektor kepeminatan investor.

Proyek hasil kurasi nantinya akan dipromosikan dalam ajang Central Java Investment Business Forum.

Perintah Perkuat ETPD, Semua Daerah Diminta Gelar HLM TP2DD

Dalam aspek digitalisasi, Ahmad Luthfi mengarahkan seluruh pemerintah daerah di Jawa Tengah untuk memperkuat komitmen percepatan dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Ia menegaskan setiap kabupaten/kota harus menyelenggarakan High Level Meeting TP2DD sebagai forum strategis dalam membahas pembaruan peta jalan TP2DD secara lebih terukur dan terintegrasi.

“Kedepan, komitmen dan sinergi seluruh anggota TP2DD termasuk Bank RKUD perlu diperkuat dalam mengoptimalkan implementasi ETPD sekaligus mempertahankan berbagai prestasi dan capaian yang telah diraih,” pungkasnya.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.