Jateng

Pameran Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali, Etalase Produk Unggulan dan Penggerak Ekonomi UMKM

Arixc Ardana | 14 Januari 2026, 19:35 WIB
Pameran Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali, Etalase Produk Unggulan dan Penggerak Ekonomi UMKM

JATENG.AKURAT.CO, Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Kabupaten Boyolali berlangsung meriah dengan digelarnya Pameran Produk Unggulan Desa di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang promosi sekaligus penguatan ekonomi desa dengan melibatkan lebih dari 90 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Indonesia.

Beragam produk khas desa ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari olahan pangan lokal seperti abon pepaya, aneka olahan sapi, hingga kopi luwak Liberica yang dikenal sebagai salah satu kopi langka di Indonesia.

Produk-produk tersebut merupakan hasil inovasi UMKM desa yang memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan nilai ekonomi.

Sekretaris Tim Penggerak TP PKK Boyolali, Mindaryati, mengatakan puncak peringatan Hari Desa Nasional menjadi momentum penting untuk mendorong desa agar terus berkembang dan berinovasi, terutama dalam pemberdayaan UMKM.

“Kami berharap peringatan Hari Desa ini bisa memberikan motivasi agar desa-desa berkembang secara optimal dan semakin inovatif,” ujarnya.

Menurut Mindaryati, pameran ini juga menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan produk lokal Boyolali yang berbasis bahan baku melimpah, namun selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Salah satunya adalah abon pepaya, yang diolah dari hasil pertanian lokal.

Selain itu, Boyolali turut menampilkan berbagai olahan daging sapi yang menjadi ciri khas daerah, seperti abon manis, abon pedas, dendeng, hingga olahan paru, yang menarik perhatian pengunjung.

Tak hanya diikuti UMKM lokal, pameran ini juga menghadirkan pelaku usaha dari luar Jawa Tengah.

Kepala Desa Prangat Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Fitriyati, memperkenalkan kopi luwak Liberica dari desanya.

“Kopi kami ini kopi langka di Indonesia, hanya ada di tiga titik, yakni Riau, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur di Desa Prangat Baru. Jenisnya Liberica,” ungkapnya.

Fitriyati menyebut kopi Liberica memiliki cita rasa khas dan telah menarik minat pasar internasional.

Bahkan, pembeli dari berbagai negara seperti Jepang, China, Italia, Spanyol, hingga Malaysia pernah datang langsung ke desanya.

“Alhamdulillah peminatnya banyak sampai mancanegara, karena kelangkaan dan rasa yang unik,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menilai pameran produk unggulan desa ini memiliki peran strategis dalam memperkuat perputaran ekonomi daerah, khususnya di Boyolali dan wilayah sekitarnya.

“Saya yakin pertumbuhan ekonomi ini akan mengungkit Kabupaten Boyolali dan daerah sekitarnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari berbagai daerah membuka peluang lebih luas untuk promosi produk desa ke tingkat regional hingga nasional.

Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Kementerian Desa, PDT, Tabrani. Ia menyebut pameran di Boyolali diikuti lebih dari 90 pelaku usaha dari berbagai provinsi di Indonesia.

“Hari ini lebih dari 90 pelaku usaha hadir, baik dari berbagai provinsi, perwakilan BUMDes, maupun UKM lokal Boyolali dan Jawa Tengah,” jelasnya.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menegaskan bahwa pameran produk unggulan desa merupakan langkah konkret untuk menjadikan desa sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

“Dengan pameran ini, kita ingin memastikan desa bukan lagi pemain pinggiran, melainkan menjadi pemain utama dalam perekonomian Indonesia,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Hari Desa Nasional 2026 tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi wadah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi desa dan memperluas akses pasar bagi produk unggulan lokal

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.