Bikin Frustasi! Gara-gara Nggak Bikin Pembukuan Ini, UMKM Bisa Auto Bangkrut, Yuk Bikin Laporan Keuangan Usaha Sehat!

JATENG.AKURAT.CO, Pernah nggak sih, merasa omzet sudah banyak, tapi kok uangnya cepat habis? Atau bingung kenapa keuntungan seolah "hilang" begitu saja?
Jangan-jangan, kamu belum punya pembukuan keuangan yang benar!
Bagi para pengusaha UMKM, pembukuan keuangan itu bukan sekadar formalitas, tapi kunci utama untuk mengetahui kondisi kesehatan bisnismu.
Tanpa pembukuan yang rapi, kamu bisa saja jalan di tempat, bahkan merugi tanpa sadar.
Yuk, ikuti 6 langkah sederhana ini untuk membuat pembukuan keuangan UMKM yang bikin bisnismu auto sehat!
Baca Juga: Jangan Sampai Kamu Nyesel! Ini Dia Manfaat dan 8 Jenis Asuransi Perjalanan yang Wajib Kamu Tahu!
1. Catat Semua Pengeluaran!
Ini langkah paling dasar. Catat semua uang yang keluar, dari yang kecil sampai yang besar. Mulai dari biaya beli bahan baku, bayar listrik, sampai gaji karyawan.
Kelompokkan dengan rapi, misalnya di buku atau di spreadsheet. Dengan begitu, kamu bisa tahu ke mana saja uang bisnismu mengalir.
2. Catat Semua Pemasukan!
Sama pentingnya dengan pengeluaran, catat juga semua uang yang masuk.
Mulai dari hasil penjualan harian, pelunasan utang dari pelanggan, sampai pendapatan lain-lain.
Pencatatan yang konsisten ini bikin kamu bisa memantau keuntungan secara akurat.
3. Bikin Buku Kas Utama
Buku kas utama adalah "otak" dari keuangan bisnismu. Di buku ini, kamu gabungkan semua catatan pengeluaran dan pemasukan.
Dengan begitu, kamu bisa tahu secara menyeluruh apakah bisnismu sedang untung atau rugi.
Buku kas ini juga berguna banget untuk merencanakan keuangan jangka pendek dan panjang, lho!
Baca Juga: Daftar 5 Sungai Paling Angker di Indonesia yang Bikin Bulu Kuduk Berdiri!
4. Jangan Lupa Buku Stok Barang!
Ini penting banget buat yang jualan produk fisik! Catat semua barang yang masuk dan keluar setiap hari.
Tujuannya, biar kamu nggak kehabisan stok saat ada pesanan, atau sebaliknya, nggak numpuk barang yang nggak laku.
Catatan ini juga bisa mencegah adanya kecurangan dari pegawai.
5. Bikin Buku Inventaris
Punya aset seperti laptop, mesin jahit, atau etalase? Catat semua dalam buku inventaris! Buku ini berisi daftar semua aset atau perlengkapan bisnismu.
Dengan begitu, kamu bisa mengontrol dan melacak keberadaan aset, mencegah kehilangan, dan tahu kapan aset harus diganti.
6. Susun Laporan Laba Rugi Sederhana
Ini adalah "raport" keuangan bisnismu. Catat total pendapatan dan total pengeluaran selama periode tertentu (misalnya bulanan atau tahunan).
Dari sini, kamu bisa tahu seberapa besar keuntungan yang kamu dapatkan.
Laporan ini juga bisa jadi dasar untuk mengevaluasi strategi bisnis yang sudah kamu jalankan.
Meskipun terlihat ribet di awal, pembukuan sederhana ini adalah investasi terbaik untuk bisnismu.
Dengan pembukuan yang rapi, kamu bisa mengambil keputusan bisnis yang lebih cerdas, dan yang paling penting, terhindar dari kerugian yang tidak terduga. Selamat mencoba!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










