Jateng

Investasi Bingung Mau ke Saham atau Obligasi? Coba Reksa Dana Campuran, Untung dan Tenang!

Theo Adi Pratama | 13 Agustus 2025, 11:15 WIB
Investasi Bingung Mau ke Saham atau Obligasi? Coba Reksa Dana Campuran, Untung dan Tenang!

JATENG.AKURAT.CO, Pernahkah Anda bingung memilih antara investasi saham yang berpotensi untung besar atau obligasi yang lebih stabil?

Nah, ada satu instrumen investasi yang bisa mengakomodasi keduanya: Reksa Dana Campuran (RDC).

Sesuai namanya, RDC mengalokasikan dana Anda ke berbagai instrumen sekaligus, seperti saham, obligasi, dan pasar uang.

Ini menjadikannya pilihan yang fleksibel dan ideal bagi investor dengan profil risiko moderat yang ingin mencari keuntungan optimal dalam jangka menengah (3-5 tahun).

Keuntungan Investasi di Reksa Dana Campuran

Berikut adalah beberapa keunggulan utama dari reksa dana campuran:

Diversifikasi Investasi: RDC menempatkan dana Anda di berbagai aset, sehingga risiko investasi tidak hanya bergantung pada satu jenis aset saja. Ini membantu mengurangi potensi kerugian akibat fluktuasi harga.

Potensi Keuntungan Lebih Tinggi: Dengan alokasi dana ke saham, RDC memiliki peluang untuk memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana pendapatan tetap.

Cocok untuk Profil Risiko Moderat: RDC sangat pas untuk Anda yang ingin mendapatkan potensi keuntungan dari saham tanpa harus menanggung risiko fluktuasi pasar yang terlalu tinggi, berkat adanya obligasi dan pasar uang dalam portofolio.

Dikelola Profesional: Anda tidak perlu pusing memantau pasar setiap hari. Dana Anda akan dikelola oleh Manajer Investasi profesional yang akan menyesuaikan alokasi aset sesuai dengan kondisi pasar.

Sebagai ilustrasi, jika Anda menginvestasikan Rp1.000.000 ke dalam RDC dan mendapatkan total pengembalian 8% dalam setahun, Anda akan untung sebesar Rp80.000. Cukup menarik, bukan?

Risiko dan Tips Berinvestasi di Reksa Dana Campuran

Meskipun RDC menawarkan banyak keuntungan, ada juga risiko yang perlu Anda perhatikan.

Nilai investasi RDC bisa fluktuatif karena paparan terhadap pasar saham.

Selain itu, perubahan suku bunga juga bisa memengaruhi harga obligasi di dalam portofolio.

Untuk meminimalisir risiko, berikut beberapa tips penting sebelum Anda memulai:

  • Pahami Profil Risiko Anda: Pastikan RDC memang sesuai dengan toleransi risiko Anda.
  • Pilih Manajer Investasi Terpercaya: Pilihlah Manajer Investasi yang memiliki rekam jejak baik dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Mulai dengan Modal Terjangkau: RDC bisa dimulai dengan modal kecil. Anda bisa berinvestasi secara rutin untuk mendapatkan hasil jangka panjang.
  • Pantau Kinerja Investasi: Meskipun dikelola profesional, Anda tetap perlu memantau kinerja investasi Anda secara berkala.

Dengan memahami reksa dana campuran secara mendalam, Anda bisa membuat keputusan investasi yang lebih cerdas dan mencapai tujuan finansial Anda dengan lebih tenang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.