Jateng

Pemkab Demak Perkuat UMKM Wonosalam Hadapi Tantangan Ekonomi Digital

Theo Adi Pratama | 15 Juli 2025, 11:02 WIB
Pemkab Demak Perkuat UMKM Wonosalam Hadapi Tantangan Ekonomi Digital

JATENG.AKURAT.CO, Pemerintah Kabupaten Demak kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ekonomi rakyat melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di wilayah Kecamatan Wonosalam.

Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan pelatihan UMKM yang digelar beberapa waktu lalu serta dibuka langsung oleh Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, S.E.

Pelatihan tersebut diikuti oleh para pelaku UMKM dari berbagai desa di Kecamatan Wonosalam, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerind) serta Forum UMKM Kota Wali.

Hadir pula Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM), Plt. Camat Wonosalam, serta unsur Forkopimcam.

Dalam sambutannya, Bupati Eisti’anah menegaskan bahwa sektor UMKM memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan ekonomi masyarakat, terutama di masa krisis.

Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan UMKM melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi berbagai kebutuhan usaha.

“UMKM bukan hanya penopang ekonomi lokal, tapi juga memiliki potensi besar untuk berkembang hingga skala nasional bahkan internasional. Namun untuk itu, pelaku usaha harus terus berinovasi dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Bupati.

Kecamatan Wonosalam sendiri dikenal memiliki ragam produk unggulan seperti gebyok dan mebel kayu, olahan buah jambu air, jamu tradisional khas Desa Mranak, serta berbagai makanan khas daerah. Potensi ini, menurut Bupati, harus terus dikembangkan dengan pendekatan yang lebih modern dan strategis.

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan lima poin penting untuk mendukung kemajuan UMKM:

Menjaga kualitas produk secara konsisten untuk menjaga kepercayaan konsumen.

Memperkuat citra merek dan kemasan produk agar lebih menarik di pasar.

Memanfaatkan platform digital, seperti media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan promosi dan penjualan.

Mengoptimalkan akses perizinan dan pembiayaan, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, sertifikasi halal, Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga program Z-Mart dari BAZNAS.

Mendorong kolaborasi dan inovasi, baik antar pelaku UMKM maupun dengan kelompok masyarakat lainnya.

Pemkab Demak juga menekankan pentingnya sinergi antara UMKM dengan pemuda kreatif, komunitas lokal, dan kelompok tani dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan kolaboratif, diharapkan pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh dan bersaing di era digital yang semakin kompetitif.

Bupati Eisti’anah menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh pelaku usaha agar membangun komunitas UMKM yang solid.

“Persaingan usaha bukan untuk menjatuhkan satu sama lain, tetapi justru menjadi pemicu untuk saling mendukung dan tumbuh bersama,” tegasnya.

Kegiatan pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Demak dalam mewujudkan UMKM yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing tinggi di tengah arus perubahan teknologi dan pasar global. (adv-demak)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.