Jateng

Food Beverage And Cheff Festival 2023, Industri Makanan Menyumbangkan Kontribusi Ekonomi Sangat Tinggi Bagi Jateng

Theo Adi Pratama | 24 November 2023, 18:55 WIB
Food Beverage And Cheff Festival 2023, Industri Makanan Menyumbangkan Kontribusi Ekonomi Sangat Tinggi Bagi Jateng

AKURAT.CO SEMARANG - Kontribusi sektor makanan sangat tinggi terhadap perekonomian di Jateng.

Hal itu diungkap oleh Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jateng, July Emmylia saat membuka Food, beverage and chef festival 2023 yang digelar Indonesia Chef Association (ICA) di Komplek PRPP Semarang, Jumat (24/11/2023). 

"Angkanya mancapai 1,43 persen, yang terdiri dari industri makanan hingga barang konsumen kemasan," ujar July.

Baca Juga: Lilik Purno Putranto Dukung Arnaz Pimpin KONI Kota Semarang Periode 2023-2028

Dengan para chef melakukan inovasi melalui produk lokal, July menegaskan inovasi tersebut bisa meningkatkan perekonomian dan inflasi di Jateng bisa ditekan.

"Kondisi tersebut menunjukkan industri makanan berkontribusi positif terhadap perekonomian Jateng," kata July lagi. 

Pertumbuhan perekonomian Jateng mencapai 5,07 persen pada kuartal III 2023. Angka tersebut di atas rata-rata pertumbuhan perekonomian nasional. 

Baca Juga: Satu Bakal Calon Ketua Umum KONI Kota Semarang Kembalikan Berkas

Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan perekonomian tertinggi.

Dikatakannya sektor industri pengolahan juga menjadi sektor dominan dalam pertumbuhan PDRB Provinsi Jateng. 

"Kontribusinya tembus di angka 33,74 persen. Sektor tersebut juga menjadi penyokong sektor lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Pilus Minta Mbak Ita Segera Menetapkan Peraturan Walikota Tentang Peredaran Miras

Food beverage chef festival bisa mendorong pertumbuhan industri kreatif di sektor kuliner.

Hal tersebut guna meningkatkan perekonomian di Jateng yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

"Karena sektor makanan menyumbang inflasi sebesar 7,02 persen di Provinsi Jateng. Sehingga harapan kami kegiatan yang digelar ICA bisa menekankan inflasi di Jateng," pungkasnya.

Baca Juga: Pilus Mendorong Dinas Kesehatan Agar Mensosialisasikan Program Pengembangbiakan Nyamuk Wolbachia Secara Masif

Sementara itu, Presiden Indonesian Chef Asscociation (ICA) Chef Santo, mengatakan saat ini sedang fokus memperkenalkan masakan nusantara ke kancah Internasional, melalui anggotanya yang bekerja di luar negeri.

Seperti diketahui, masakan Indonesia memiliki citarasa yang kaya, dari Aceh hingga Papua, ada kekhasan tersendiri dilidah penikmatnya.

“Saat ini kita akan melakukan demo memasak makanan khas Jateng yang berpotensi di kancah dunia melalui ajang Semarang Food, Beverage, and Chef Festival di PRPP Semarang. Kita akan menggunakan bahan, nama bahkan asal daerah secara khusus di Jateng, menampilkan ratusan jenis masakan,” ujar Chef Santo.

Baca Juga: Profil dan IG Arbani Yasiz, Sosok Dilan Baru di Film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995, Pengganti Iqbaal Ramadhan

Menurut Chef Santo, dalam ajang ini akan membuka wawasan baru bagi masyarakat yang melihat demo memasak para chef handal.

Apalagi kegiatan ini baru kali pertama dilaksanakan dengan mengeksplorasi masakan asal Jateng untuk lebih mendunia.

“Peserta yang ikut kompetisi masak cukup luar biasa,  mereka dari pelajar hingga mahasiswa , kita sampai kewalahan jika harus menampung semua. Untuk demo memasak juga akan ditampilkan dari banyak professional chef,” tambahnya.

Baca Juga: Pertarungan Sengit di Etihad Stadium: Manchester City vs Liverpool, Serta Head to Head dan Prediksi Line Up

“Jadi perawakilan kita dibeberapa kota di luarnegeri, mereka hampir sebulan sekali rutin mengadakan cooking demo dan mereka juga memberikan warna dalam menu restoran dengan masakan khas Indonesia, sehingga tak heran banyak warga luar negerit tahu makanan kita,” tambah Santo.

Kuliner nusantara, diakuinya, mendapat antusias yang luar biasa bagi warga Luar Negeri.

Mereka mengenal masakan Indonesia dengan ciri khas bumbuh rempah yang kuat bercitarasa tinggi.

Baca Juga: Polda Jateng jelaskan penyelidikan dugaan korupsi Dana Desa di Tiga Kabupaten

“Warga dari luar negeri tentu sangat mengenal makanan seperti Sate, nasi goreng, hingga rending. Tapi mereka ini akan lebih kita kenallkan dengan masakan lain karena cita rasa masakan kita dari Aceh sampai Papua. Dan itu menjadi misi kami kedepan,” tegas Chef Santo.

Menambahkan, Selebriti Chef, Yongki Gunawan menyebut dalam event ini aken mengenalkan masakan kue yang asli dari Indonesia namun selama ini dikenal sebagai masakan eropa.

Ia juga mengatakan literasi masakan Indonesia selama ini banyak yang salah, terutama untuk masakan khasnya.

“Kita tahu bahwa banyak makanan dengan nama-nama yang mirip dengan masakan belanda, misal ada Spikoe Surabaya, Klapertart dari Manado. Jelas memang namanya mirip tapi itu dibuat orang Indonesia, di Belanda mana ada kelapa seperti di Klapertart Manado,” ujar Chef Yongki.

Olehkarena itu, dalam kesempatan demo memasak nanti Ia akan lebih konsen kepada pengenalan makanan khas Indonesia yang perlu di pahami pengunjung pameran. Hal itu juga menjadi salah satu visi misi ICA.

“Membangkitkan masakan Indonesia untuk lebih dikenal bangsanya sendiri, itu penting juga agar terus dilestarikan. Risoles Korket itu asli Indonesia,” pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.