Jateng

Dinas Pendidikan Kota Semarang Gelar Sosialisasi Asesmen Pra SPMB Sekolah Inklusi 2026

Theo Adi Pratama | 6 Februari 2026, 20:11 WIB
Dinas Pendidikan Kota Semarang Gelar Sosialisasi Asesmen Pra SPMB Sekolah Inklusi 2026

JATENG.AKURAT.CO, Dinas Pendidikan Kota Semarang menggelar Sosialisasi Pelaksanaan Asesmen Pra SPMB Inklusi dan Tes Kesiapan Sekolah Tahun 2026 pada Jumat, 6 Februari 2026. 

Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk memberikan pemahaman kepada satuan pendidikan, orang tua, serta pemangku kepentingan mengenai mekanisme Pra SPMB Inklusi dan Tes Kesiapan Sekolah sebagai bagian dari upaya mewujudkan layanan pendidikan yang adil, ramah, dan inklusif bagi seluruh peserta didik, termasuk anak penyandang disabilitas.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Joko Hartono, S.STP., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa sistem penerimaan peserta didik yang inklusif harus dilandasi asesmen yang objektif dan berbasis kebutuhan anak. 

“Hal ini penting agar sekolah mampu menyiapkan layanan yang sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing peserta didik,” Ujar Joko.

Materi teknis disampaikan oleh Dr. Putri Marlenny P., S.Psi., M.Psi., Psikolog dari ULDPKPD Rumah Duta Revolusi Mental, yang menjelaskan mekanisme asesmen psikologis bagi calon murid penyandang disabilitas. Sementara itu, Aloysius Kristiyanto, M.Pd., Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Semarang, memaparkan kebijakan pelaksanaan Pra SPMB Inklusi di jenjang SMP.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan jaringan lembaga mitra yang berperan sebagai pelaksana asesmen psikologis bagi calon murid penyandang disabilitas, baik kategori kurang mampu maupun mampu/sejahtera. 

Lembaga-lembaga tersebut meliputi ULDPKPD RDRM Dinas Pendidikan Kota Semarang, RSD KRMT Wongsonegoro, RSUP dr. Kariadi, RSJD dr. Amino Gondohutomo, RSUD dr. Adhyatma, RSMD Soepardjo Roestam, RS Hermina Banyumanik, RS Hermina Pandanaran, RS Nasional Diponegoro, RS Panti Wilasa dr. Cipto, RS Roemani Muhammadiyah, Laboratorium Psikologi CBC UNNES, Jasa Layanan Psikologi Universitas Semarang, Pusat Psikologi Terapan Unika Soegijapranata, WHPDC UIN Walisongo, Biro Psikologi Thif Alayna Management, Psikocare, Lembaga Psikologi Terapan Indonesia, Lembaga Psikologi Terapan Semarang, hingga Lentera Consultant.

Selain itu, untuk Tes Kesiapan Sekolah, Dinas Pendidikan Kota Semarang juga menggandeng berbagai lembaga mitra yang sama dengan jaringan asesmen inklusi, sehingga proses pemetaan kesiapan peserta didik dapat dilakukan secara komprehensif dan profesional.

Sebagai bagian dari layanan pendidikan inklusif, Kota Semarang memiliki sejumlah sekolah dan pusat layanan (Korsatpen) yang menjadi rujukan pelaksanaan pendidikan ramah anak dan disabilitas. 

Alamat Korsatpen tersebut tersebar di berbagai wilayah kota, antara lain di Puspanjolo Selatan, Ngaliyan, Karangtempel, Panggung Lor, Tugurejo, Tlogosari Kulon, Gunungpati, Banyumanik, Mijen, Peterongan, Candisari, Gayamsari, Tembalang, Genuk, Sampangan, hingga kawasan Gajahmada.

Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, Dinas Pendidikan Kota Semarang berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya pendidikan inklusif.

Melalui sistem Pra SPMB yang transparan dan berbasis asesmen, setiap anak di Kota Semarang diharapkan memperoleh kesempatan belajar yang setara, bermartabat, dan sesuai dengan kebutuhannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.