Jateng

Dampak UKT Bagi Perekonomian Keluarga Mahasiswa dan Operasional Kampus? Ini Tanggapan Pengamat

Theo Adi Pratama | 29 Mei 2024, 20:18 WIB
Dampak UKT Bagi Perekonomian Keluarga Mahasiswa dan Operasional Kampus? Ini Tanggapan Pengamat

JATENG.AKURAT.CO, Permasalahan Uang Kuliah Tunggal (UKT) terus menjadi perbincangan. Walaupun sebagian Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sudah membatalkan kenaikan UKT, namun topik ini masih menarik dibahas.

Pembahasan tersebut salah satunya mengenai dampak UKT bagi perekonomian keluarga mahasiswa dan oprasional kampus.

Pengamat ekonomi, Erianto Hasibuan mengatakan bahwa Jika UKT tetap naik akan sangat terasa dampaknya bagi mahasiswa dan perekonimian orang tuanya.

"Dampak langsung jelas spending yang meningkat. Mereka yang sebelumnya menganggarkan UKT seperti tahun sebelumnya dengan kenaikan maka anggaran semula yang dipersiapkan tidak lagi mecukupi," ujar Erianto pada Rabu (29/5/2024).

Baca Juga: Santika Premiere Linggarjati Kuningan: Pilihan Menarik Melepas Penat Suasana Kota dengan Pemandangan Sawah dan Gunung Ciremai

Erianto mengatakan bagi keluarga mampu dampaknya paling sekedar relokasi anggaran, karena mereka memiliki cukup cadangan (tabungan).

Tapi bagi mereka yang pas-pasan, tidak lagi ada dana yang akan direlokasi untuk menutupi, itu yang membuat beberapa mahasisa yang diterima dan melihat UKT diluar ekspektasi mereka akhirnya mereka tidak mendaftar ulang, alias batal memasuki PTN idamannya.

"Jadi Jelas kenaikan itu berpengaruh terhadap mahasiswa dan ekonomi keluarga, tetapi yang paling berdampak besar adalah mereka yang berpenghasilan terbatas," jelas Erianto.

Demikian juga jika UKT tidak jadi naik. Apakah berdampak positif bagi perekonomian keluarga mahasiswa? Jika UKT tidak jadi naik, artinya keluarga yang sudah memutuskan anaknya untuk kuliah tentu sudah menyiapkan anggaran sesuai penjelasan saya sebelumnya.

Sehingga Erianto mengatakan, dalam kondisi normal tidak akan ada lonjakan mahasiswa yang tidak mendaftar ulang karena biaya.

Baca Juga: Ansor Kota Semarang Terima Kunjungan Majelis Umat Kristen Indonesia, Ajak Wariskan Negara Kesatuan yang Damai dan Toleran

"Artinya kepusingan yang dihadapi oleh orang tua yang ekonomi terbatas adalah kepusingan yang sesuai dengan ekspektasi mereka, karena sudah barang tentu mereka mengetahui biaya kuliah dan UKT dari para mahasiswa yang sudah kuliah sebelumnya, jadi itulah yang mereka persiapkan," tambahnga.

Jadi menurut Erianto, pembatalan kenaikan UKT tidak memberikan dampak positif bagi keluarga yang menguliahkan anaknya, tetapi juhga tidak mengagetkan mereka.

"Tetapi jangan lupa kenaikan UKT bukan dibatalkan tetapi hanya di tunda," tegas Erianto.

Penundaan kenaikan UKT sendiripun kemudian menimbulkan dampak bagi operasional kampus, terutama yang berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

"Apakah jika harga UKT naik atau turun akan berdampak pada operasional kampus? Bagi Kampus yang sudah menaikan UKT tentu berdampak," jelasnya.

Baca Juga: Dico-Raffi, Duet Fenomenal: Promosi UMKM atau Pilkada Jateng?, Pengamat: Luar Biasa!

Karena menurut Erianto, operasional kampus tentu sudah dianggarkan dalam RKAT (Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan) tiap kampus, pemasukan kampus di Indonesia saat ini masih didominasi yang bersumber dari mahasiswa (UKT dan sejenisnya).

"Sehingga kegiatan kampus didanai dari sumber dana tersebut," tandasnya.

Erianto mengatakan, jika kegiatan sudah dianggarkan sejalan dengan pemasukan sebesar UKT baru (dengan kenaikan) kemudian ada perubahan dampaknya adalah merevisi aktivitas kampus sejalan dengan berkurangnya sumber dana.

"Kecuali kampus tersebut dapat mengupayakan sumber dana lain. Saya kira itu yang bisa saya sampaikan," tutup Erianto.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.