Jateng

Kuliner Pindang Tetel, Kelezatan Kuah Hitam Khas Pekalongan yang Menggugah Selera

Theo Adi Pratama | 8 September 2025, 13:52 WIB
Kuliner Pindang Tetel, Kelezatan Kuah Hitam Khas Pekalongan yang Menggugah Selera

JATENG.AKURAT.CO, Pekalongan adalah kota batik yang kaya akan budaya, juga menyimpan khazanah kuliner yang tak kalah menarik.

Salah satu makanan yang harus dicoba saat berkunjung adalah Pindang Tetel, hidangan berkuah hitam yang unik dan menggugah selera.

Pindang Tetel bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Pekalongan.

Asal Usul Pindang Tetel

Pindang Tetel diperkirakan sudah ada sejak abad ke-19. Konon, hidangan ini berasal dari kalangan masyarakat bawah yang memanfaatkan bahan-bahan sisa dari masakan para bangsawan atau saudagar kaya.

Daging tetel (sandung lamur) yang biasanya dibuang, diolah kembali menjadi hidangan yang lezat dan bergizi.

Nama "Pindang Tetel" sendiri berasal dari dua kata, yaitu "pindang" yang mengacu pada proses memasak dengan cara dipindang (direbus dengan bumbu rempah), dan "tetel" yang merupakan sebutan untuk daging sandung lamur yang berlemak.

Bahan dan Cara Pembuatan Pindang Tetel

Pindang Tetel terbuat dari daging tetel (sandung lamur) yang direbus hingga empuk.

Kuahnya berwarna hitam pekat karena menggunakan kluwek sebagai bahan utama.

Selain kluwek, bumbu-bumbu lain yang digunakan antara lain bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai, kencur, daun salam, lengkuas, dan terasi.

Proses pembuatan Pindang Tetel cukup memakan waktu. Daging tetel harus direbus dalam waktu yang lama agar empuk dan bumbunya meresap sempurna.

Kuahnya juga harus dimasak dengan api kecil agar kluwek mengeluarkan warna dan aroma yang khas.

Ciri Khas Pindang Tetel

Pindang Tetel memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dengan hidangan pindang lainnya.

Pertama, kuahnya berwarna hitam pekat karena menggunakan kluwek. Kedua, dagingnya menggunakan tetel (sandung lamur) yang berlemak sehingga memberikan rasa gurih dan lezat.

Dan yang ketiga, biasanya disajikan dengan kerupuk usek (kerupuk dari ampas tahu) sebagai pelengkap.

Saat ini, Pindang Tetel masih menjadi hidangan yang populer di Pekalongan dan sekitarnya.

Pindang Tetel dapat ditemukan di berbagai warung makan, pasar tradisional, hingga restoran modern.

Bahkan, Pindang Tetel juga sering menjadi menu andalan dalam acara-acara khusus seperti pernikahan, khitanan, dan acara keluarga lainnya.

Pindang Tetel adalah warisan kuliner yang patut dilestarikan. Selain rasanya yang unik dan lezat, Pindang Tetel juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.

Jangan lupa, jika anda berkunjung ke Pekalongan, jangan lupa untuk mencicipi Pindang Tetel dan merasakan sensasi kelezatan kuah hitam yang menggugah selera.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.