Jateng

Nikmat Kuliner Khas dari Kebumen: Kopi Biji Mangrove Muara Kali Ijo, Sensasi Rasa yang Tak Biasa

Arixc Ardana | 23 Juni 2025, 17:11 WIB
Nikmat Kuliner Khas dari Kebumen: Kopi Biji Mangrove Muara Kali Ijo, Sensasi Rasa yang Tak Biasa

JATENG.AKURAT.CO, Menyusuri hijaunya hutan bakau di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Muara Kali Ijo, Desa Ayah, Kebumen, bukan hanya soal menyatu dengan alam atau belajar tentang pentingnya konservasi.

Ada satu pengalaman yang tak kalah unik dan mengesankan di tempat ini: menyeruput kopi biji mangrove — minuman hangat yang mulai jadi primadona bagi para pengunjung kawasan pesisir ini.

Kopi biji mangrove bukan kopi pada umumnya. Ia berasal dari buah mangrove yang telah melalui proses panjang hingga menghasilkan bubuk kopi dengan cita rasa yang khas.

Baca Juga: Nikmati Liburan Seru Bareng Keluarga di Tengah Rimbunnya Hutan Mangrove Muara Kali Ijo Kebumen

Jenis mangrove tertentu—khususnya dari jenis buah yang memiliki kadar tanin dan aroma kuat—dipilih untuk diolah menjadi bahan dasar minuman ini.

Prosesnya dimulai dari pemilihan buah mangrove yang matang, biasanya yang telah jatuh atau dipetik langsung dari pohon.

Buah ini kemudian dibersihkan, dikeringkan di bawah matahari, dan dipanggang hingga menghasilkan aroma yang kuat.

Setelah itu, buah kering digiling hingga menjadi bubuk yang siap diseduh seperti kopi biasa.

Rasa yang Tak Bisa Dilupakan

Bagi pengunjung seperti Basri, yang baru pertama kali mencoba kopi ini, pengalaman tersebut sangat membekas.

“Kopi ini secara umum, rasanya enak. Kalau kopi kan ada yang asam, ada yang pahit. Ini di tengah-tengah,” ujar Basri saat menikmati kopi biji mangrove di sela-sela kunjungannya.

Kopi biji mangrove memang memiliki karakter rasa yang unik—tidak terlalu pahit, tidak terlalu asam.

Teksturnya halus, dengan sentuhan rasa gurih dan aroma khas yang menyegarkan.

Ini menjadikannya pilihan minuman yang sempurna untuk dinikmati di tengah semilir angin pesisir dan hijaunya hutan bakau.

Lebih dari Sekadar Minuman

Kopi ini bukan hanya soal rasa. Ia juga simbol pemanfaatan lestari dari ekosistem mangrove.

Alih-alih menebang pohon atau mengeksploitasi kawasan, masyarakat setempat justru mengembangkan produk yang bernilai tambah dari hasil hutan bukan kayu (HHBK), salah satunya melalui inovasi kopi biji mangrove.

Di kawasan Muara Kali Ijo, kopi ini kini menjadi bagian dari eduwisata lokal. Pengunjung tak hanya bisa mencicipi, tapi juga belajar langsung proses pengolahannya.

Dari pengenalan buah mangrove, proses pengeringan, pemanggangan, hingga teknik menyeduh ala warga pesisir—semua dapat dinikmati dalam satu kunjungan.

Potensi Ekonomi dan Edukasi

Dengan meningkatnya minat wisata berbasis konservasi, kopi biji mangrove bisa menjadi ikon produk lokal Kebumen yang membanggakan.

Selain sebagai daya tarik wisata, produk ini juga berpotensi membuka peluang ekonomi kreatif bagi warga sekitar, sembari tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Menyeruput kopi panas di tengah hutan mangrove mungkin bukan pengalaman yang lazim, tetapi di Muara Kali Ijo, itu adalah cara menikmati alam sekaligus memahami pentingnya harmoni antara manusia dan lingkungan.

Kopi biji mangrove bukan sekadar minuman — ia adalah cerita tentang adaptasi, kreativitas, dan keberlanjutan.

Jika suatu hari kamu berkunjung ke Kebumen, jangan lewatkan kesempatan mencicipi kopi yang tumbuh dari akar konservasi ini.

Karena di balik setiap tegukan, ada rasa yang khas dan makna yang mendalam.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.