Jateng

Wisata Baru di Magelang! Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur, Penuh Nostalgia dan Edukasi

Arixc Ardana | 22 Juni 2025, 21:04 WIB
Wisata Baru di Magelang! Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur, Penuh Nostalgia dan Edukasi

JATENG.AKURAT.CO, Kawasan Borobudur kembali menghadirkan destinasi wisata unik dan sarat makna budaya.

Terletak di Desa Karangrejo, Kabupaten Magelang, kini hadir Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur, sebuah ruang yang menyajikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin merasakan langsung suasana kehidupan pedesaan masa lalu dan kekayaan seni lokal, dalam kemasan yang kekinian dan interaktif.

Museum ini tidak sekadar menjadi tempat pamer benda kuno, namun juga menghadirkan edukasi sejarah dan budaya masyarakat Jawa, khususnya di sekitar Borobudur, dari masa pra-kemerdekaan hingga era modern.

Baca Juga: Libur Sekolah Telah Tiba! Yuks Wisata Pantai Karangjahe Rembang, Surga Pasir Putih yang Jadi Favorit Wisatawan

Menurut pengelola, Umar Chusaini, kehadiran Museum Desa ini bertujuan untuk memperkenalkan gaya hidup dan warisan leluhur masyarakat desa kepada generasi muda dan wisatawan.

“Apa yang ada di desa, terutama Karangrejo, juga ditampilkan di museum ini. Rumah petani, rumah masyarakat biasa itu bisa dilihat langsung di Museum Desa ini,” jelas Umar.

Di dalam museum, pengunjung akan menemukan:

  • Replika rumah joglo limasan khas petani Jawa,
  • Alat-alat pertanian tradisional,
  • Perabot rumah tangga kuno,
  • Kitab dan pusaka, serta
  • Koleksi unik seperti keris terkecil, patung Buddha mini, hingga lukisan-lukisan kanvas karya seniman lokal.

Menariknya, ribuan benda koleksi yang dipajang merupakan hasil koleksi pribadi Umar dari proses pengumpulan yang berlangsung selama puluhan tahun.

Salah satu koleksi tertuanya adalah buku tulisan tangan beraksara Jawa kuno dari abad ke-17, berasal dari wilayah Temanggung.

Galeri Seni yang Penuh Imajinasi dan Kreativitas

Tidak hanya menggugah rasa ingin tahu tentang sejarah pedesaan, Museum Desa juga memamerkan karya seni kontemporer dari para seniman yang tinggal di sekitar Candi Borobudur.

Galeri ini menjadi ruang apresiasi bagi kreativitas lokal, dengan karya-karya unik yang menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini.

“Ada benda-benda seni yang lain, dari seniman yang tinggal di Borobudur dan sekitarnya,” ujar Umar.

Wisata Edukatif dan Terjangkau

Untuk menjaga keberlanjutan dan perawatan koleksi yang sudah berusia tua, museum ini nantinya akan mengenakan tiket masuk sebesar Rp20.000 per orang.

Harga yang sangat terjangkau, mengingat nilai edukasi dan pengalaman budaya yang ditawarkan.

Pengunjung tidak hanya diajak berkeliling dan berfoto, tetapi juga diajak merenung dan mengenali akar budaya pedesaan Jawa.

“Pertama kali tahu ada museum desa. Apalagi ini seperti suasana zaman dulu banget. Kita seperti dibikin kagum. Tak cuma tempat foto-foto, tapi ada edukasinya,” kata Noer Ayudia Ajeng, salah satu pengunjung yang datang bersama keluarganya.

Pilihan Wisata Alternatif Dekat Candi Borobudur

Keberadaan Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur menjadi pelengkap dari deretan destinasi wisata budaya di kawasan Candi Borobudur.

Dengan pendekatan edutourism, destinasi ini diharapkan menjadi magnet wisata baru, sekaligus wadah pelestarian budaya dan pengetahuan sejarah masyarakat desa yang kini mulai jarang ditemui.

Bagi Anda yang ingin liburan tak sekadar jalan-jalan, tetapi juga pulang dengan cerita dan pengetahuan, Museum Desa dan Galeri Seni Borobudur adalah tempat yang wajib masuk dalam daftar kunjungan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.