Tradisi Grebeg Besar Demak Kini Menjadi Agenda Wisata Nasional, Berpeluang Jadi Event Internasional dari Wilayah Pantura Jawa

AKURAT.CO JATENG - Tradisi Grebeg Besar di Demak Kini Menjadi Agenda Wisata Nasional, Berpeluang Juda Jadi Event Internasional.
Grebeg Besar Demak adalah perayaan yang dilakukan setahun sekali pada bulan Dzulhijjah oleh masyarakat Muslim di Masjid Agung Demak.
Bentuk kegiatannya adalah ziarah ke makam para sultan Kesultanan Demak dan ke makam Sunan Kalijaga.
Baca Juga: Panduan Lengkap Wisata Bandung: Rekomendasi Terbaik untuk Menjelajahi Setiap Kawasannya
Tradisi Grebeg Besar saat ini sudah menjadi agenda nasional, sehingga peluang untuk menjadi agenda wisata berkelas dunia juga terbuka lebar.
Namun syarat untuk menjadi wisata kelas dunia memang cukup banyak.
Sehingga Pemkab Demak harus merintisnya dari sekarang, agar ketika sudah menjadi agenda wisata dunia tidak mengecewakan wisatawan.
Melansir dari laman Dinkominfo Kabupaten Demak, hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak Endah Cahyarini.
Saat ditemui usai Rapat Persiapan Akhir Pelaksanaan Grebeg Besar Kabupaten Demak di Gedung Gradika Bina Praja, belum lama ini.
“Cukup banyak persyaratan yang harus dilengkapi. Sebagai salah satu upaya promosi keluar negeri, setiap acara Grebeg Besar harus mengundang wisatawan mancanegara untuk hadir,”kata Endah.
Endah menyampaikan, untuk Grebeg Besar tahun lalu pihaknya mengundang 40 wisatawan untuk hadir.
Baca Juga: Menjelajahi Pesona Tersembunyi Klaten: Surga Wisata serta Keindahan Alam di Jawa Tengah
”Sedangkan tahun ini sedang kami komunikasikan dengan sejumlah pihak untuk kami undang menyaksikan Grebeg Besar dengan harapan bisa mereka promosikan ke negaranya masing-masing sebagai daya tarik wisata.”
Menurut Endah, kegiatan Grebeg Besar setiap tahunnya harus ada pembaharuan atraksi maupun kegiatan pendukung lainnya, guna menarik wisatawan untuk hadir di Demak menyaksikan Grebeg Besar.
Untuk tahun ini, lanjutnya, pembaharuan yang dilakukan nantinya akan ditampilkan arak-arakan gunungan sebanyak 90 gunungan.
Selain itu serta sajian "ancaan" atau bancaan terbanyak dengan jumlah 521 sajian yang juga akan dicatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 5Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 6Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 7Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 8Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 9Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 1015 Calon Anggota KI Jateng Lolos Tes Wawancara, Lanjut Fit and Proper Test di DPRD




