Jateng

Bangunan Sejarah di Indonesia: Benteng Belgica, Saksi Bisu Penguasaan Eropa di Ambon

Theo Adi Pratama | 31 Januari 2024, 13:00 WIB
Bangunan Sejarah di Indonesia: Benteng Belgica, Saksi Bisu Penguasaan Eropa di Ambon

AKURAT.CO Sejarah, Benteng Belgica, berlokasi di Kota Banda Neira, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, memegang sejarah panjang sebagai saksi bisu penguasaan bangsa Eropa di Ambon.

Pembangunan benteng ini melewati proses sejarah yang mencakup era kekuasaan Portugis, Belanda, dan Inggris di wilayah Nusantara.

Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, menjadi salah satu zona ekonomi kolonial karena rempah-rempahnya yang melimpah.

Baca Juga: Perjalanan Gedung De Majestic Bandung: Menyelusuri Jejak Sejarah dan Kesenian Kota Kembang

Banda Neira, sebagai kota kecil peninggalan kolonial Portugal dan Belanda, menjadi saksi perjalanan sejarah ini.

Kedatangan Portugis pada tahun 1527 menandai Banda Neira sebagai pusat dagang Portugal untuk Eropa.

Benteng Belgica, yang mulai dibangun pada tahun 1611 di bawah pimpinan Gubernur Jenderal VOC pertama, Pieter Both, berfungsi sebagai pusat pertahanan militer.

Seiring waktu, benteng ini berkembang menjadi pusat pemantauan lalu lintas kapal dagang.

Baca Juga: Perjalanan Istana Maimun Medan: Jejak Sejarah yang Hidup dalam Sebuah Kebudayaan

Saat mengunjungi Benteng Belgica, para wisatawan dapat merasakan atmosfer sejarah kolonialisme di Nusantara pada abad XVII.

Meskipun telah berusia lebih dari empat ratus tahun, benteng ini tetap terawat dengan baik tanpa cacat pada tembok tebalnya.

Benteng ini memiliki arsitektur unik yang membuatnya menonjol.

Dari luar, Benteng Belgica mirip dengan Gedung Pentagon di Washington D.C, Amerika Serikat, sehingga sering dijuluki sebagai "The Indonesian Pentagon."

Baca Juga: Sejarah Kota Reog Ponorogo: Jejak Warisan Budaya Indonesia yang Mempesona

Arsitektur ini dibentuk menjadi persegi lima atau pentagonal.

Meskipun terlihat hanya memiliki empat sisi, sebenarnya benteng ini memiliki lima sisi seperti bintang persegi.

Setiap sudutnya memiliki dinding bangunan yang dirancang untuk bertahan dari serangan musuh, dikenal sebagai defensive wall.

Benteng ini juga memiliki beberapa meriam yang digunakan oleh VOC untuk menghadapi pemberontakan penduduk lokal dan kesultanan di sekitar Maluku Utara pada abad XVI hingga XIX.

Baca Juga: Masjid Kauman Semarang: Menyimpan Sejarah Tertua Kota Semarang dan Saksi Kemerdekaan

Selain itu, wisatawan dapat melihat konstruksi dua lapis bangunan di dalam benteng.

Dengan berjalan-jalan di sekitar Benteng Belgica, para wisatawan dapat mengeksplorasi menara dan merasakan pengalaman berbeda di setiap lapisannya.

Puncak menara menawarkan panorama indah Teluk Banda, matahari terbenam, Gunung Api, dan kehijauan pulau-pulau di sekitarnya.

Benteng Belgica bukan hanya tempat bersejarah, tetapi juga menciptakan pengalaman yang mendalam bagi para pengunjung.

Dengan memasuki area benteng, wisatawan akan terhanyut dalam suasana masa kolonial dan merasakan bagian dari perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah.

Bagi yang ingin menginap, Kota Banda Neira menyediakan berbagai pilihan penginapan di Jalan Ratu Liliselo dan Jalan Pelabuhan.

Dengan mengunjungi Benteng Belgica, pengalaman sejarah dan keindahan alam Kepulauan Banda akan menyatu dalam satu perjalanan wisata yang tak terlupakan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.