Jateng

Sejarah Kuliner Nusantara: Kelezatan dan Keunikan Sate Klatak, Kuliner Khas Bantul yang Memikat Lidah

Theo Adi Pratama | 23 Januari 2024, 11:00 WIB
Sejarah Kuliner Nusantara: Kelezatan dan Keunikan Sate Klatak, Kuliner Khas Bantul yang Memikat Lidah

AKURAT.CO Sejarah, Sejarah Kuliner Nusantara: Kelezatan dan Keunikan Sate Klatak, Kuliner Khas Bantul yang Memikat Lidah

Daerah Istimewa Yogyakarta, selain terkenal dengan keindahan budayanya, juga menyimpan kekayaan kuliner yang tak kalah menarik.

Salah satu kuliner khas yang patut dicoba adalah Sate Klatak, kelezatan dari Kabupaten Bantul yang telah menjadi ikon kuliner di Kota Yogyakarta.

Sate Klatak memiliki ciri khas yang unik, terutama dalam metode pembuatannya.

Berbeda dengan sate pada umumnya, Sate Klatak menggunakan tusuk sate yang terbuat dari jeruji besi sepeda, memberikan sentuhan berbeda pada penyajiannya.

Baca Juga: Sejarah Kuliner Nusantara: Yangko, Sebuah Perjalanan dari Makanan Sultan Hingga Oleh-Oleh Khas Yogyakarta

Keistimewaan lainnya terletak pada bumbu yang digunakan.

Sate Klatak tidak memanfaatkan berbagai macam bumbu seperti sate-sate lainnya.

Hanya dengan bumbu garam, daging kambing pada Sate Klatak dibakar hingga menghasilkan cita rasa yang khas dan lezat.

Sejarah Sate Klatak bermula dari inovasi Mbah Ambyah, seorang yang memiliki banyak kambing dan memutuskan untuk menjual sate kambing.

Baca Juga: Sejarah Kuliner Nusantara: Kue Kipo, Menikmati Kelezatan Tradisional Makanan Khas Kotagede Yogyakarta

Awalnya, Sate Klatak dijajakan di bawah pohon melinjo, menciptakan tradisi kuliner yang terus berkembang hingga saat ini.

Warisan tersebut kemudian diwariskan pada generasi berikutnya, yang mengembangkan bisnis sate ini menjadi lebih besar dan profesional.

Keunikan Sate Klatak tidak hanya terletak pada bahan dan bumbu, namun juga pada cara penyajiannya.

Penggunaan jeruji besi sepeda dalam tusuk sate dipercaya memberikan panas yang merata, sehingga daging matang secara sempurna.

Baca Juga: Sejarah Kuliner Nusantara: Kupat Jembut, Sebuah Tradisi Syawalan Meriah di Bagian Timur Kota Semarang

Nama "Klatak" sendiri, meskipun asalnya tidak jelas, ada yang meyakini bahwa itu berasal dari suara daging kambing yang dibakar atau mungkin terkait dengan nama buah melinjo, Klatak.

Hingga kini, Sate Klatak tidak hanya menjadi favorit warga setempat tetapi juga menarik perhatian wisatawan dari berbagai kalangan, termasuk selebritis dan seniman.

Kelezatan dan keunikannya membuat Sate Klatak menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin menikmati variasi makanan sate di Yogyakarta.

Bagi para pecinta kuliner, mencoba Sate Klatak adalah pengalaman yang tak boleh terlewatkan ketika berkunjung ke Yogyakarta.

Selain memanjakan lidah dengan cita rasa kambing yang lezat, Anda juga dapat merasakan sentuhan sejarah dan tradisi kuliner yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Sate Klatak, sebuah warisan kuliner yang patut dijaga dan dinikmati oleh generasi selanjutnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.