Perjalanan Gereja Blenduk Semarang: Menguak Kisah Sejarah dan Keindahan Arsitektur Bangunan di Kota Lama

AKURAT.CO Sejarah, Gereja Blenduk, menjadi Ikon utama Kota Lama Semarang, memancarkan pesona sejarah dan keindahan arsitektur.
Jika Anda berkunjung ke Kota Lama Semarang, tidak lengkap rasanya tanpa mampir ke Gereja Blenduk.
Kawasan Gereja Blenduk menjadi sentra keramaian Kota Lama, menawarkan pengalaman berwisata yang penuh kenangan.
Gereja Blenduk, yang merupakan gereja tertua di Jawa Tengah, menunjukkan kekokohan arsitekturnya yang telah berdiri selama lebih dari dua setengah abad.
Baca Juga: Perjalanan Toko Oen Semarang: Merasakan Sejarah dan Cita Rasa Kolonial yang Legendaris
Lokasinya berada di Jalan Letjen Suprapto atau Heerenstraat di kawasan kota lama atau outstadt.
Kawasan ini, yang sering disebut sebagai The Little Netherland, menyimpan ratusan bangunan cagar budaya peninggalan kolonial Belanda.
Sejarah Gereja Blenduk dimulai pada tahun 1742, dengan nama awal Harvormde Kerk, Protestansche Kerk, dan Koopel Kerk.
Pendeta pertamanya adalah Johannes Wilhelmus Swemmelaar (1753-1760 M).
Baca Juga: Sejarah Perjalanan Mercusuar Willem III: Peninggalan Bersejarah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang
Meskipun terdapat inkripsi yang menyebutkan tahun 1753, apakah itu tahun pembangunan atau tahun aktif digunakan ibadah masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Awalnya, Gereja Blenduk memiliki bentuk rumah panggung khas arsitektur Jawa yang dibangun oleh bangsa Portugis.
Gereja ini mengalami beberapa kali renovasi oleh Portugis pada tahun 1787 sampai 1794, yang membawanya menuju bentuk arsitektur Eropa bergaya Renaissance dan Baroque.
Renovasi besar-besaran dilakukan oleh dua arsitek Eropa, HPA De Wilde dan W. Westermas, dari tahun 1894 hingga 1985.
Baca Juga: Jejak Sejarah di Jembatan Mberok: Menelusuri Kisah Kota Lama Semarang
Mereka menambahkan dua menara dengan jam buatan pabrik JW Steegler tahun 1703, kanopi beton setinggi 10 meter, dan ornamen-ornamen indah pada pintu masuk utama.
Gaya arsitektur renaissance yang menonjolkan kubah sebagai atapnya, menyerupai bangunan di Eropa pada abad ke-15 hingga ke-17, menjadikan Gereja Blenduk menonjol di antara cagar budaya sekitarnya.
Disebut "Blenduk" oleh masyarakat setempat karena atapnya yang cembung atau mengelembung, gereja ini menjadi simbol keunikan dan keindahan.
Gereja Blenduk, sebagai bagian dari warisan sejarah, telah diakui sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi dan dilestarikan oleh pemerintah Indonesia.
Meskipun retribusi masuk dikenakan ketika gereja tidak dalam kegiatan ibadah, pengunjung dapat menikmati pengalaman yang mendalam dan mengesankan di Gereja Blenduk, sebuah perjalanan ke masa lalu yang kaya akan sejarah.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 10Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah








