Jateng

Eksplorasi Sejarah Het Groote Huis (Gedung Papak): Bangunan Bersejarah di Kota Lama Semarang

Theo Adi Pratama | 6 Januari 2024, 15:00 WIB
Eksplorasi Sejarah Het Groote Huis (Gedung Papak): Bangunan Bersejarah di Kota Lama Semarang

AKURAT.CO Sejarah, Mengunjungi Kawasan Kota Lama Semarang tidak hanya memberikan pengalaman wisata yang menarik tetapi juga membuka lembaran sejarah yang kaya.

Salah satu bangunan bersejarah yang tak bisa dilewatkan adalah Het Groote Huis, sebuah monumen peninggalan masa pemerintahan Hindia Belanda yang memiliki perjalanan sejarah yang menarik.

Terletak di sebelah timur laut Bangunan Kuno Kantor Pos Indonesia dan sebelah selatan Jembatan Berok, Het Groote Huis berdiri megah di Jalan Pemuda No. 2, Kauman, Kota Semarang.

Bangunan ini, yang pada awalnya dikenal sebagai Gedung Stadhuis, dibangun pada tahun 1854 dan merupakan salah satu bangunan tertua dan terbesar di Kawasan Kota Lama Semarang.

Baca Juga: Misteri dan Sejarah Museum Pos Indonesia: Menelusuri Kehidupan dan Cerita Mistis di Balik Bangunan Bersejarah

Dahulu, Het Groote Huis difungsikan sebagai Kantor Balaikota dan menjadi pusat administratif pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Bangunan ini telah menjadi saksi bisu perkembangan kota selama berabad-abad.

Dengan bentuk persegi panjang dan atap datar, masyarakat pada zaman dahulu akrab menyebutnya sebagai Gedung Papak, mengingat keunikan arsitekturannya.

Pada tahun 1880, Gedung Het Groote Huis berubah peran menjadi Balaikota, kemudian digunakan sebagai kantor Polisi, Kantor Keresidenan, dan Kantor Gurbenuran pada tahun 1930 saat kepemimpinan Raden Panji Soeroso.

Baca Juga: Misteri dan Sejarah Panggung Sangga Buwana di Keraton Kasunanan Surakarta

Bahkan, gedung ini pernah menjadi tempat Sidang Pengadilan Rakyat Eropa atau Raad Van Justice.

Gedung ini sering disebut sebagai gedung serbaguna karena telah mengalami beberapa kali perubahan fungsi yang beragam.

Menurut catatan dari buku "Djamannja Sam Po Sampe Terhapusnya Kongkoan" karya Liem Thian Joe, sebelum bernama Het Groote Huis, gedung ini awalnya dikenal sebagai Gedung Stadhuis yang terletak di kawasan Kota Lama sebelum mengalami kebakaran pada tahun 1850.

Setelah kebakaran, Gedung Stadhuis dibangun kembali pada tahun 1854 dan mengubah namanya menjadi Het Groote Huis.

Baca Juga: Misteri dan Keangkeran Gunung Alas Gumitir: Legenda dan Sejarah yang Selalu Memikat

Lokasinya pun pindah ke jalan Bojong (sekarang jalan Pemuda), tepat di depan titik nol kilometer.

Setelah kemerdekaan Indonesia, gedung ini beralih kepemilikan menjadi milik Pemerintah Indonesia.

Namun, takdir berkata lain pada tanggal 30 November 1954, Gedung Papak mengalami kebakaran hebat yang menghanguskan bangunan ini hingga tersisa hanya kerangka bangunannya.

Kejadian tragis tersebut menyebabkan dokumen-dokumen berharga, seperti Arsip Sejarah Kota Semarang dan Arsip Wilayah Laut Asia Tenggara pada zaman VOC Belanda, hancur menjadi abu.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah dan Cerita Masa Lalu Melalui Stasiun-Stasiun Tua di DI Yogyakarta

Setelah peristiwa kebakaran, pemerintah membangun kembali Het Groote Huis menjadi bangunan modern yang dapat kita lihat hingga sekarang.

Fungsi gedung ini pun berubah menjadi Gedung Keuangan Negara.

Meskipun melewati sejumlah perubahan, Het Groote Huis tetap menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Semarang yang patut dihargai dan dijaga keberlanjutannya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.