Mengenal Sekilas Museum Kereta Api Ambarawa dan Jadwal Perjalanan Kereta Wisata di Bulan November 2023

AKURAT.CO, Berekreasi berkeliling kota dengan kendaraan memang sudah menjadi hal yang sering kali dilakukan oleh kebanyakan orang yang terkenal sibuk.
Tetapi apa jadinya jika kita berkeliling daerahsekaligus berekreasi dengan menggunakan kereta, dan ini bukan kereta biasa karena ini adalah kereta uap.
Selamat datang di Museum Kereta Api Ambarawa, tempat dimana kita bisa melihat koleksi berbagai macam jenis lokomotif dari yang usianya sangat tua hingga yang baru waualu memang terhitung sudah tua.
Sebagaimana dikutip dari website heritage KAI, bahwa Museum Kereta Api Ambarawa ini adalah sebuah stasiun yang bernama Stasiun Willem I.
Stasiun ini dibangun oleh Nedherlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) yang diresmikan pada tanggal 21 Mei 1873 bersamaan pembukaan lintas Kedungjati-Ambarawa. Tahun 1907.
Ambarawa dapat dikata kota militer, keberadaan kota ini menyokong kota garnizum Magelang guna mengontrol daerah pedalaman.
Pada tahun 1835 dibangun sebuah komplek benteng besar yang berhasil dirampungkan tahun 1848.
Benteng terbesar di Jawa tersebut diberi nama Willem I mengingat pembangunan banteng dilaksanakan pada masa pemerintahan Raja Willem I.
Baca Juga: Mencari Spot Foto yang Instagramable di Yogyakarta, Bisa Mampir ke Hutan Pinus Pengger
Pada tahun 1873 dibangun jaringan kereta api di Ambarawa oleh perusahaan kereta api swasta Nedherlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).
Pembangunan tersebut merupakan syarat yang harus dipenuhi NISM guna mendapatkan ijin konsensi pembangunan jalur kereta api pertama Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta). NISM diwajibkan membangun jalur kereta api cabang lintas Kedungjati-Ambrawa sepanjang 37 km guna keperluan militer.
Sebagai tempat pemberhentian akhir dibangun Stasiun Willem I (Stasiun Ambarawa).
Baca Juga: Nikmati Malam Kota Solo Ditemani Segelas Susu dan Jajanan di Warung Susu Segar Shi Jack
Kuat dugaan, penamaan Willem I mengacu kepada Benteng Willem I yang berada tidak jauh dari stasiun.
Pada 1 Februari 1905 dilanjutkan pembangunan jalur kereta api ke Secang-Magelang yang terdapat jalur kereta khusus, rel bergerigi.
Dua tahun berselang, bangunan Stasiun Ambarawa direnovasi dengan mengganti material yang semula berupa kayu dan bambu menjadi batu bata.
Baca Juga: Menikmati Keindahan Kota Solo Sambil Menyantap Kuliner Legend di New Es Krim Tentrem
Pada awal pengoperasiannya, Stasiun Willem I digunakan sebagai sarana pengangkutan komoditas ekspor dan transportasi militer di sekitar Jawa Tengah.
Setelah di non aktifkan tahun 1976, Stasiun Ambarawa dicanangkan sebagai Museum Kereta Api oleh Gubernur Jawa Tengah pada saat itu, Supardjo Rustam.
Rencana ini bertujuan menyelamatkan peninggalan lokomotif uap serta sebagai salah satu daya tarik wisata di Jawa Tengah.
Baca Juga: Mengenal 7 Pakaian Adat Yogyakarta yang Memiliki Ciri Khas Pembeda Dari Pakaian Tradisional Lainnya
Stasiun Ambarawa dipilih karena Ambarawa memiliki latar belakang historis yang kuat dalam perjuangan kemerdekaan yakni Pertempuran Ambarawa, selain itu Stasiun Ambarawa pada saat itu masih menyimpan teknologi kuno yang masih bisa dioperasikan.
Berbicara mengenai Museum Kereta Api Ambarawa, tidak lengkap rasanya jika kita belum merasakan naik kereta api wisatanya.
Dengan menaiki kereta wisata ini, kita akan diajak melalui suasana indahnya Rawa Pening dengan pengalaman menaiki kereta wisata relasi Ambarawa - Tuntang (PP).
Sepanjang perjalanan pastinya wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan rawa pening dengan latar belakang pegunungan seperti Telomoyo, Kelir dan Merbabu.
Setelah melewati Rawa Pening, kereta wisata Ambarawa pun sampai di Stasiun Tuntang yang mana memiliki daya tarik yaitu arsitektur yang bertema heritage era kolonial Belanda.
Baca Juga: Berikut 4 Rekomendasi Nasi Goreng Terenak yang Bisa Anda Coba Saat Berkunjung ke Yogyakarta
Dengan segala daya tarik tersebut, tidak heran jika kereta wisata Ambarawa dikenal sebagai salah satu jalur kereta api terindah di Indonesia.
Tetapi sebelumnya, Anda wajib tahu bahwa kereta wisata ini hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu saja serta beroperasi pada jam-jam tertentu, dan ini jadwal kereta wisata Ambarawa di bulan November 2023:
- Sabtu, 4 November 2023: Berangkat pukul 09.30 WIB, 11.00 WIB, 13.00 WIB, dan 14.30 WIB.
- Minggu, 5 November 2023: Berangkat pukul 09.30 WIB, 11.00 WIB, 13.00 WIB, dan 14.30 WIB.
- Sabtu, 11 November 2023: Berangkat pukul 09.30 WIB, 11.00 WIB, 13.00 WIB, dan 14.30 WIB.
- Minggu, 12 November 2023: Berangkat pukul 09.30 WIB, 11.00 WIB, 13.00 WIB, dan 14.30 WIB.
- Sabtu, 18 November 2023: Berangkat pukul 09.30 WIB, 11.00 WIB, 13.00 WIB, dan 14.30 WIB.
- Minggu, 19 November 2023: Berangkat pukul 09.30 WIB, 11.00 WIB, 13.00 WIB, dan 14.30 WIB.
- Sabtu, 25 November 2023: Berangkat pukul 09.30 WIB, 11.00 WIB, 13.00 WIB, dan 14.30 WIB.
- Minggu, 26 November 2023: Berangkat pukul 09.30 WIB, 11.00 WIB, 13.00 WIB, dan 14.30 WIB.
Itu dia sekilas tentang Museum Kereta Api Ambarawa dan juga jadwal kereta wisata Ambarawa di bulan November 2023.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless


