Jateng

Obyek Wisata Bukit Cinta, Cerita Seputar Mitos dan Keindahan Alam yang Menjadi Daya Tarik Wisatawan

Theo Adi Pratama | 10 Oktober 2023, 13:23 WIB
Obyek Wisata Bukit Cinta, Cerita Seputar Mitos dan Keindahan Alam yang Menjadi Daya Tarik Wisatawan

AKURAT.CO, Pernahkah kamu mendengar salah satu tempat wisata yang berada di Kabupaten Semarang yakni Bukit Cinta?

Pastinya semua orang terutama di seputaran kota Semarang dan sekitarnya sudah tak asing lagi dengan salah satu obyek wisata yang memiliki daya tarik dengan pemandangan rawa pening ini.

Terlepas dari keindahannya dan menjadi salah satu spot foto keren ini, ternyata Bukit Cinta masih menyimpan mitos yang banyak dipercaya oleh masyarakat sekitar atau mereka yang pernah mengalaminya sendiri.

Baca Juga: Menikmati Wisata Bersama Keluarga di Malang, Berikut 4 Rekomendasinya!

Salah satu mitos yang dikenal luas dikalangan masyarakat adalah konon apabila ada pasangan yang belum menikah dan memadu kasih di Bukit Cinta maka hubungan tersebut tidak akan berjalan dengan baik, bahkan bisa saja sampai putus.

Meski mitos ini tidak bisa dibuktikan, tetapi masyarakat sekitar masih sangat mempercayainya hingga saat ini.

Lalu ada juga salah satu mitos yang selalu mengitari rawa pening yang juga berada di bukit cinta ini, yaitu keberadaan ular besar yang disebut-sebut sebagai jelmaan Baru Klinting.

Baru Klinting merupakan anak kecil yang dipercaya merupakan jelmaan seekor ular raksasa. Anak kecil inilah yang membuat Rawa Pening, dari sebatang lidi yang dicabutnya di tanah.

Dikutip dari berbagai sumber, untuk menghormati legenda Baru Klinting, masyarakat sekitar kerap menggelar ritual larung sesaji. Ritual ini biasanya dilakukan sekali dalam setahun. 

Baca Juga: Ingin Wisata Murah di Malang, Coba Terapkan 4 Tips Ini

Meski memang sarat dengan nuansa mitos dan legenda yang kuat, ternyata Bukit Cinta tetap menjadi salah satu primadona tempat wisata yang layak dikunjungi bila kamu berada di Kabupaten Semarang.

Beberapa aktivitas yang bisa kamu lakukan bila berkunjung ke Bukit Cinta ini adalah:

Menyusuri Spot Keren di Sekitar Bukit

Mulai dari pintu masuk kawasan Rawa Pening, bakal disuguhi dengan patung dengan ornamen naga, gunung, dan anak kecil.

Bisa dikatakan patung tersebut merupakan perwujudan Baru Klinting yang sedang mencabut lidi.

Memasuki area sekitar rawa terdapat dermaga-dermaga kecil yang menjadi spot foto.

Baca Juga: Berikut Rekomendasi 5 Hotel Murah di Kota Solo Sebagai Akomodasi Selama Liburan

Kamu bisa bersantai disini sembari melihat pemandangan alam yang menawan hati.

Dari jembatan kayu tersebut pengunjung bisa menyaksikan keelokan Rawa Pening sepuasnya.

Duduk Santai di Kursi Beton

Bukit Cinta saat ini sudah berbeda dan telah dirombak menjadi lebih modern, dan ditambahkan fasilitas berupa kursi-kursi beton.

Tujuannya agar pengunjung dapat memandangi panorama perbukitan hijau sambil duduk.

kamu juga dapat menikmati desiran angin pegunungan yang turut menyejukkan suasana.

Baca Juga: Mencari Batik Murah di Solo, Berikut 4 Rekomendasinya!

Piknik Bersama Keluarga

Objek wisata ini cocok sebagai tempat berlibur untuk berbagai kalangan usia.

Bila kamu datang bersama keluarga mengadakan piknik disini paling seru.

Kamu juga dapat menggelar tikar di area taman sambil menyantap hidangan bekal yang dibawa dari rumah.

Pohon-pohon pinus yang tinggi membuat teduh lokasi piknik, jadi tak perlu khawatir terkena terik matahari.

Keliling Rawa Naik Perahu

Menyusuri kawasan Rawa Pening yang juga menjadi satu dengan Bukit Cinta layak buat dicoba.

kamu akan diajak naik perahu untuk menjelajahi rawa yang ditumbuhi tanaman eceng gondok ini.

Khusus wisata perahu ini wisatawan dikenakan tarif sendiri, diluar dari biaya tiket masuk.

Kamu akan merasakan serunya menembus kumpulan daun eceng gondok.

Itu dia sekilas tentang mitos Bukit Cinta dan daya tarik bila memang kamu mengunjungi salah satu obyek wisata eksotis di Kabupaten Semarang ini.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.