Jateng

Pecel Semanggi Surabaya yang Legendaris Kini Kalah Populer, Padahal Punya Rahasia yang Bikin Nagih!

Theo Adi Pratama | 21 Agustus 2025, 13:06 WIB
Pecel Semanggi Surabaya yang Legendaris Kini Kalah Populer, Padahal Punya Rahasia yang Bikin Nagih!

JATENG.AKURAT.CO, Kalau bicara soal kuliner legendaris Indonesia, pecel pasti masuk dalam daftar.

Makanan yang satu ini seolah nggak kenal zaman. Di tengah gempuran makanan serba instan, pecel masih eksis dan jadi favorit banyak orang.

Salah satu pecel yang punya cerita unik adalah Pecel Semanggi khas Surabaya.

Kota Pahlawan ini memang surganya kuliner serba saus kacang, seperti rujak cingur, tahu tek, sampai lontong balap.

Tapi di antara semuanya, pecel semanggi punya tempat istimewa di hati para warga lokal.

Sayangnya, meski sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan pada tahun 2022, pecel semanggi kini seolah kalah pamor.

Susah banget menemukan penjualnya, padahal makanan ini punya peran vital dalam warisan kuliner Surabaya.

Baca Juga: Jangan Kaget! Ternyata Soto Kudus Pakai Daging Kerbau, Ini Alasan di Balik Sejarah Toleransi yang Bikin Haru!

Dari Ladang Sampai Jadi Makanan Legendaris

Kisah pecel semanggi berawal dari Desa Kendung, Benowo, Surabaya Barat.

Warga kampung ini jeli memanfaatkan daun semanggi yang tumbuh liar di sekitar sawah dan sungai.

Daun semanggi dipanen, dijemur, lalu dikukus hingga empuk.

Proses mengukus inilah yang membedakannya dari pecel di daerah lain yang biasanya direbus.

Rasa pecel semanggi semakin unik dengan bumbu kacang yang dicampur ubi atau ketela rambat rebus, gula jawa, dan cabai.

Ditambah kangkung dan kecambah, rasanya jadi perpaduan yang sempurna!

Yang paling khas, pecel semanggi sering disajikan dengan kerupuk uli (kerupuk nasi) dan wadah daun pisang (pincuk) yang bikin rasanya makin otentik.

Para penjualnya juga mudah dikenali, mereka biasanya memakai kain jarik dan selendang khas, sambil memanggul keranjang semangginya.

Jadi, kalau kamu lagi liburan ke Surabaya, jangan cuma coba rujak cingur atau rawon ya! Mampirlah ke daerah Taman Bungkul.

Di sana, kamu masih bisa menemukan penjual pecel semanggi yang siap melayani.

Menikmati pecel semanggi di pagi hari bisa jadi cara paling pas untuk memulai petualangan kulinermu di Kota Pahlawan!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.