Jateng

Jogja Vibes! Daftar 4 Kuliner Ekstrem di Jogja yang Terlihat dari Namanya: Wisata Rasa untuk Pecinta Tantangan!

Theo Adi Pratama | 20 November 2024, 10:00 WIB
Jogja Vibes! Daftar 4 Kuliner Ekstrem di Jogja yang Terlihat dari Namanya: Wisata Rasa untuk Pecinta Tantangan!

JATENG.AKURAT.CO,  Yogyakarta, kota yang identik dengan gudeg dan kuliner tradisional lainnya, ternyata menyimpan sisi kuliner yang tak biasa.

Jika Anda bosan dengan sajian mainstream seperti bakmi Jawa atau brongkos, saatnya mencoba sesuatu yang ekstrem!

Dari daging kodok hingga tongseng kelelawar, berikut adalah destinasi kuliner seram dan unik yang paling hits di Jogja.

Tapi jangan lupa, pastikan kehalalannya bagi Anda yang muslim sebelum mencicipi hidangan ini.

Baca Juga: Jelajah Kuliner Jateng: Mampir di Kota Brebes, Jangan Lewatkan 4 Tempat Makan Legend Ini

1. Swike Ny. Teguh – Sensasi Unik dari Daging Kodok

Bagi sebagian orang, hidangan ini mungkin terkesan menjijikkan, namun bagi penggemarnya, swike adalah sajian lezat yang kaya manfaat.

Swike, yang berbahan dasar paha kodok, dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan seperti menyembuhkan diabetes, bronkitis, hingga stroke.

Cobalah berbagai varian rasa seperti saus tiram, lombok ijo, atau tauco di Swike Ny. Teguh, yang berlokasi di Jl. Magelang KM 5 No. 119.

Restoran ini buka dari pukul 16.00 hingga 22.00, dengan sajian yang menggoda selera bagi para penikmat masakan Tionghoa.

2. Tongseng Bulus Kranggan – Lezatnya Daging Kura-Kura Lunak

Tongseng Bulus menawarkan sensasi menikmati daging labi-labi (kura-kura lunak) yang kenyal dan lezat.

Tidak hanya nikmat, daging bulus diyakini memiliki manfaat kesehatan seperti memperbaiki fungsi paru-paru dan meningkatkan sistem pernapasan.

Warung Tongseng Bulus Kranggan yang terletak di Jl. Kranggan No. 2 buka dari pukul 10.00 hingga 20.00.

Dengan harga hanya Rp15.000 per porsi, Anda dapat menikmati tongseng khas ini sambil mengeksplor khasiat kesehatan yang ditawarkan.

Baca Juga: Jogja Vibes! Lebih Dari Sekedar Kuliner Gudeg, Berikut 4 Kuliner Ikonik dari Yogyakarta yang Patut Kamu Coba!

3. Sate Jaran Pak Kuncoro – Kelezatan Daging Kuda yang Menggugah Selera

Jika Anda penasaran dengan sate daging kuda, Warung Sate Jaran Pak Kuncoro adalah tempat yang wajib dikunjungi.

Meski kuda dikenal sebagai hewan pekerja dengan otot yang kekar, dagingnya ternyata sangat empuk jika diolah dengan benar.

Selain itu, daging kuda dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan seperti mengatasi kolesterol dan epilepsi.

Tempat ini terletak di Jl. Kranggan No. 64A, buka mulai pukul 11.00 hingga 20.00.

Siapkan uang Rp20.000 per porsi, dan nikmati sate jaran yang kaya rasa dan bergizi.

4. Tongseng Codot Bu Rumiyati – Kelelawar Buah yang Kaya Manfaat

Tongseng Codot, hidangan dari kelelawar buah, adalah kuliner ekstrem yang dipercaya dapat menyembuhkan alergi, asma, hingga masalah gatal-gatal.

Daging codot memiliki tekstur mirip burung dara dengan rasa yang lezat.

Anda dapat mencicipi tongseng ini di Warung Bu Rumiyati, yang berlokasi di Bantul, tepatnya di KM 5,5, selatan Yogyakarta.

Warung ini buka mulai pukul 16.00 hingga 21.00 dengan harga yang sangat terjangkau, hanya Rp10.000 per porsi.

Baca Juga: Jogja Vibes! 4 Lokasi Hidden Gem Kuliner Jogja: Mari Kita Mblusuk untuk Menemukan Rasa Autentik dan Suasana Unik

Berani Coba? Wisata Kuliner yang Tak Biasa Menanti Anda

Yogyakarta memang tak pernah habis memberikan kejutan, termasuk dalam ragam kulinernya.

Berani mencoba kuliner ekstrem seperti daging kodok, bulus, kuda, hingga kelelawar?

Selain menantang, beberapa hidangan ini dipercaya memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa.

Namun, bagi Anda yang beragama Islam, penting untuk memastikan kehalalan makanan sebelum mencicipinya.

Bagaimanapun, perjalanan kuliner di Jogja ini akan menjadi pengalaman tak terlupakan. Siap mencoba? Ayo tantang selera Anda!***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.