Jateng

5 Makanan Tradisional yang Biasanya Tersaji di Tradisi Malam Satu Suro, Ada “Ayam Ingkung

Afri Rismoko | 6 Juli 2024, 20:05 WIB
5 Makanan Tradisional yang Biasanya Tersaji di Tradisi Malam Satu Suro, Ada “Ayam Ingkung

AKURAT.CO JATENG - 5 Makanan Tradisional yang Biasanya Tersaji di Tradisi Malam Satu Suro, Ada “Ayam Ingkung”.

Dalam menyambut tradisi Malam Satu Suro, masyarakat Jawa biasanya melakukan berbagai prosesi dan ritual. Seperti kirab budaya, tirakatan atau jamasan budaya.

Dalam prosesnya biasanya ada makanan tradisional yang disajikan sebagai syarat atau juga pelengkap acara.

Baca Juga: Gak Nyangka Banget! 6 Kuliner Viral di Surabaya Ini Ternyata Bikin Kamu Ketagihan! Nyesel Bila Ga Kamu Coba!

Berikut ini 5 Makanan Tradisional yang Biasanya Tersaji di Tradisi Malam Satu Suro. 

  1. Nasi Kenduri

Perayaan Malam Satu Suro juga khas dengan adanya nasi kenduri. Saat menyambut 1 Muharram, beberapa masyarakat Jawa menyambut dengan acara doa bersama dengan menyiapkan nasi kenduren atau kenduri untuk para tetangga.

Menurut website gilangharjo.bantulkab.go.id, nasi kenduri umumnya berisi nasi takir dengan suwira ayam ingkung, sayur gudangan, sayur kluwih (kothok) dan aneka lau pauk.

Ada juga yang menambahkan telur rebus, pisang, jajanan pasar, kerupuk dengan thontho dan gebingan. 

Serta ada juga yang memberi uang wajib 1000 rupiah yang dibungkus kertas. Lalu semuanya ditata dalam wadah besek atau dibungkus daun jati.

Baca Juga: Pecinta Kuliner Unik Wajib Merapat! Rasakan Kelezatan Nasi Penggel Khas Kebumen, Berikut 3 Rekomendasi Lokasi Buat Menikmati Kuliner Pagi Ini

  1. Bubur Suro

Bubur Suro adalah bubur yang berisi beberapa kondimen khas, seperti beras putih, beras merah, kacang hijau, santan dan lain-lain. Nama Suro sendiri, diambil dari kata Asyuro.

Biasanya, bubur Suro dibuat dalam jumlah yang besar dan lalu dibagikan ke masyarakat sekitar atau anak-anak yatim.

Konon, bubur Suro dibuat sebagai perwujudan rasa syukur manusia kepada Tuhan atas berkah dan nikmat yang diberikan selama ini. 

Selain itu, juga menitip harapan agar selalu dilimpahi rezeki, kesehatan dan keselamatan di tahun berikutnya.

  1. Ayam Ingkung

Ayam ingkung merupakan lauk utama yang disajikan sebagai pendamping tumpeng. 

Menu ayam ingkung terbuat dari ayam kampung utuh beserta jeroannya yang dimasak dengan bumbu rempah-rempah dan santan.

Keutuhan ayam ingkung dapat difilosofikan sebagai keutuhan masyarakat yang akur meski berbeda-beda saat menjalani kehidupan. Selain itu, filosofinya juga agar manusia berperilaku seperti ayam

Yaitu saat ayam diberi makan tidak langsung dimakan, tapi dipilah pilih dulu mana yang baik dan buruk. 

Jadi manusia diharapkan dapat memilah mana hal yang harus dilakukan, dan mana hal buruk yang harus ditinggalkan.

Baca Juga: Pecinta Kuliner Wajib Merapat! Ini Dia 5 Cafe dan Restoran Terbaik di Dieng! Jadi Betah Nongkrong dan Lupa Sama Dinginnya Dieng

  1. Tumpeng

Selain bubur, menu yang ada di setiap perayaan Tahun Baru Islam adalah Tumpeng. Nasi berbentuk kerucut ini menjadi simbol atas penghormatan kepada Tuhan sekaligus leluhur. 

Sayuran yang mengelilingi Tumpeng memiliki makna mendalam atas betapa kayanya sumber kekayaan alam yang ada di Indonesia.

Selain itu, filosofi dari Tumpeng adalah sebagai bentuk rasa syukur memasuki tahun yang baru.

Sekaligus sebagai bentuk cara masyarakat Indonesia berbagi makanan dan berdoa supaya tahun yang akan datang berjalan lancar, baik dan penuh berkah bagi semua orang.

Baca Juga: Menyusuri Hal Unik Kelurahan Kranggan: Jelajah Titik Center Kampung Pecinan di Semarang, dari Sejarah, Toleransi hingga Kuliner Kentalnya

  1. Apem

Selain makanan berat, di malam satu Suro juga akan ada camilan bernama apem. 

Kue ini terbuat dari adonan santan dan tepung yang diberi tambahan bumbu tertentu.

Penamaan apem sendiri, merujuk pada kata ‘afwan’ atau ‘afwum’, yang dalam Bahasa Arab artinya ‘maaf’ atau ‘permohonan maaf’. Lewat apem, manusia berharap dapat saling memaafkan satu sama lain.

Tak hanya kepada manusia, apem juga mewakili representasi permohonan maaf kepada Tuhan alam semesta, agar dimaafkan dan dapat menempuh tahun baru.

Itulah ulasan menarik tentang 5 Makanan Tradisional yang Biasanya Tersaji di Tradisi Malam Satu Suro. *** 





Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A