Jateng

Mengungkap Asal Usul Sebuah Daerah: Jejak Peninggalan Budaya dan Sejarah Kampung Melayu di Kota Semarang

Theo Adi Pratama | 7 Maret 2024, 14:00 WIB
Mengungkap Asal Usul Sebuah Daerah: Jejak Peninggalan Budaya dan Sejarah Kampung Melayu di Kota Semarang

AKURAT.CO, Kampung Melayu, sebuah permukiman yang memancarkan keberagaman budaya dari berbagai bangsa, tidak hanya menjadi identitas khas di DKI Jakarta.

Di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kampung Melayu juga menunjukkan pesonanya dengan asal-usul yang kaya akan sejarah dan keberagaman.

Kampung Melayu di Semarang bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan agama Islam di wilayah tersebut.

Sejak berabad-abad yang lalu, pedagang dan pendakwah dari berbagai negara datang ke wilayah ini melalui pelabuhan perdagangan, membawa serta kekayaan budaya dan agama.

Baca Juga: Misteri dan Sejarah di Bandung: Angkernya Gua Jepang di Kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Dahulu, Kampung Melayu di Semarang dikenal sebagai tempat tinggal bagi pendatang keturunan Melayu yang berdagang di kawasan tersebut.

Namun, tidak hanya pendatang dari Melayu, melainkan juga dari bangsa lain seperti Arab, Gujarat India, Cina, dan Eropa yang turut berlabuh untuk berdagang dan menyebarkan dakwah agama.

Jejak sejarah Islam di Kampung Melayu tercermin dari bangunan-bangunan bersejarah, salah satunya adalah Masjid Menara.

Masjid ini dibangun oleh para pendatang Arab dan Gujarat India, dengan arsitektur khas Timur Tengah yang menjadikannya sebagai landmark yang mengesankan.

Baca Juga: Jejak Sejarah dan Perjalanan Kota Jayapura: Perkembangan dari Era Kolonial Hingga Masa Kini

Hingga kini, Masjid Menara tetap menjadi pusat ibadah dan simbol keberagaman agama di kawasan ini.

Perkembangan komunitas Muslim di Kampung Melayu tidak hanya terbatas pada aspek agama, tetapi juga mempengaruhi budaya dan kuliner.

Gaya arsitektur rumah tradisional yang terbuat dari perpaduan tembok dan kayu, dengan balkon di lantai atas, menjadi ciri khas rumah Melayu di kampung ini.

Di samping itu, keberadaan warga keturunan Arab dan Timur Tengah lainnya turut memperkaya kawasan ini dengan berbagai kegiatan budaya dan kuliner.

Baca Juga: Jejak Sejarah Pencarian Pasangan Hidup: Dari yang Termuat di Surat Kabar Sejak Jaman Kolonial Hingga Aplikasi Kencan Modern

Di Kampung Melayu, Anda dapat menemukan hidangan khas seperti nasi kebuli yang disajikan dengan lauk pauk yang lezat dan khas.

Tidak hanya itu, pada bulan Ramadan, kampung ini menjadi pusat kegiatan ibadah seperti salat tarawih, semaan Al-Qur'an, dan pengajian, serta berbuka puasa bersama dengan hidangan khas Kampung Melayu.

Dengan kekayaan sejarah, budaya, dan kuliner yang dimilikinya, Kampung Melayu di Kota Semarang menjadi destinasi yang menarik untuk dijelajahi dan dirasakan kehidupannya yang berwarna-warni.

Sebuah tempat di mana berbagai bangsa dan budaya bersatu dalam harmoni, menciptakan cerita yang tak terlupakan bagi siapa pun yang mengunjunginya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.