Kisah Kota Semarang: Asal Usul Nama Tembalang, Legenda dan Sejarah yang Tersembunyi Dibalik Gemerlap Kota

AKURAT.CO Sejarah, Setiap daerah memiliki cerita unik yang menjadi akar dari nama-nama tempat di sekitarnya.
Begitu pula dengan Tembalang, sebuah wilayah yang menjadi pusat kegiatan mahasiswa di Kota Semarang.
Nama Tembalang telah lama dikenal oleh masyarakat, namun tahukah Anda apa sebenarnya asal-usul nama tersebut?
Tembalang, sebuah kawasan yang kini menjadi pusat perguruan tinggi terkenal di Kota Semarang, ternyata memiliki cerita yang mengandung makna mendalam.
Kawasan ini terkenal sebagai rumah bagi Universitas Diponegoro (Undip), dan berbagai institusi pendidikan lainnya.
Namun, sebelum menjadi pusat pendidikan, Tembalang menyimpan kisah-kisah lama yang menjadi cikal bakal namanya.
Legenda Ki Ageng Pandan Arang
Salah satu legenda yang melingkupi asal-usul nama Tembalang adalah kisah Ki Ageng Pandan Arang, seorang bupati pertama Semarang pada masa Kesultanan Demak abad ke-16.
Ki Ageng Pandan Arang memimpin sebuah rombongan yang melakukan perjalanan ke wilayah selatan.
Mereka menembus medan yang berat, melintasi bukit-bukit dan hutan yang lebat.
Sampai suatu saat, rombongan Ki Ageng Pandan Arang tiba di sebuah bukit yang menawarkan pemandangan indah Kota Semarang dari ketinggian.
Di sana, Ki Ageng Pandan Arang memberikan pesan kepada pengikutnya untuk menjaga lingkungan dan keindahan alam, termasuk Laut Jawa yang terlihat memukau dari kejauhan.
Baca Juga: Mengungkap Sejarah Lengkap Perjalanan dan Masa Kejayaan Kerajaan Kalinyamat yang Terkenal
Misteri Sumber Mata Air
Namun, keberadaan Tembalang tidak hanya berdasarkan legenda semata.
Ada juga kisah tentang sembilan mata air yang tak pernah berhenti mengalir, dikenal sebagai "tuk songo".
Masalah muncul ketika genangan air dari mata air-mata air tersebut mulai membahayakan pemukiman sekitar.
Ki Ageng Pandan Arang datang ke lokasi mata air tersebut, berdoa, dan memberikan pesan kepada warga.
Ia meramalkan bahwa setelah mereka meninggalkan desa tersebut, semua mata air kecuali satu akan mengering.
Dan desa itu kemudian diberi nama "Tambalang", mengacu pada kata "tambal" (tambal) dan "hilang", sebagai simbol tambal sulam yang selalu hilang.
Perkembangan Menjadi Tembalang
Seiring berjalannya waktu, wilayah ini berkembang pesat menjadi daerah pemukiman yang ramai.
Nama "Tambalang" sendiri kemudian berubah seiring dengan perubahan bahasa dan pelafalan menjadi "Tembalang", yang kini kita kenal.
Meskipun cerita-cerita ini masih bersifat legenda dan tidak dapat sepenuhnya dipastikan kebenarannya, namun memberikan gambaran tentang bagaimana Tembalang menjadi apa yang kita kenal saat ini.
Keseimbangan antara sejarah dan mitos menjadi bagian dari kekayaan budaya suatu daerah, dan Tembalang, dengan segala kisah dan maknanya, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Kota Semarang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Profil Instagram Ko Hyung-jin Wasit Indonesia vs Malaysia, Sejarah Kelam 2019 Kembali Terbayang usai Tom Haye Dikartu Merah!
- 2LIVE SCORE Indonesia vs Malaysia, Skor 0-0 Menit ke-70 Thom Haye Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME Menang Siapa?
- 3Kalender Jawa Oktober 2026: Weton, Neptu, dan Rekomendasi Hari Baik untuk Hajatan
- 4Laga PERSIKU VS PSIS BATAL DIGELAR! Ini Alasan Manajemen Tuan Rumah Terkait Pembatalan Pertandingan
- 5Laga Persiku vs PSIS Mendadak BATAL Digelar, Netizen: Harusnya Tuan Rumah Kalah WO!
- 6F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 7Panduan Lengkap Kalender Jawa November 2026, dari Minggu Pahing hingga Senin Legi
- 8MotoGP 2026 Masuki Fase Akhir: Ini Jadwal Lengkap Sisa Balapan
- 9PLN Umumkan Pemeliharaan Jaringan di Semarang Timur, Listrik Padam 6 Jam
- 10TNT Awards Jateng 2026 Dorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah







